
"Kenapa Pak Arkan begitu jahat dengan kita? selalu di kasih tugas," keluh Nisa.
"Kamu saja yang rese Nisa, main rebut buku," kata Dira.
"Kalian berdua bisa tidak serius!" bentak Luna.
"Luna, kita ke kantin aja yuk!" ajak Nisa.
Luna memberi nasehat pada kedua sahabatnya itu, saking jengkelnya di ajak mengerjakan tugas tapi tidak ada yang serius.
"Dira!" teriak Elang dari kejauhan, dengan senyum manisnya.
"Kakak ganteng!" kaget Nisa.
"Ganjen kamu, Nisa," kata Luna. Yang di sapa siapa yang jawab siapa," Lanjutnya.
Dira hanya membalas senyuman Elang, yang saat ini berjalan menuju kearahnya.
"Kalian mau kemana?" tanya Elang.
"Mengerjakan tugas, tapi gak ada bukunya," jawab Dira, lesu.
"Biasa Elang, ini ulah Nisa sama Dira. Kita jadi di usir dari perpustakaan," kata Luna, membuat Nisa dan Dira melirik ke arahnya.
__ADS_1
"Kok aku!" teriak Nisa.
"Aku bilangnya kalian berdua," ucap Luna, menunjuk Dira dan Nisa.
"Sudah jangan ribut, kalian mending ke perpustakaan lagi. Pinjam buku kerjakan di luar," kata Elang.
"Gak boleh sama Pak Arkan," kata Luna.
Elang tanpa banyak bicara langsung menuju ke perpustakaan, ternyata kakaknya masih ada di sana. Dia pura-pura membaca buku untuk mencari tau buku apa yang di pinjam oleh teman-teman Dira.
"Elang," sapa Arkan, menepuk bahu Elang.
"Iya, ada apa Kak?" tanya Arkan, yang sudah mulai membaik karena penjelasan Dira di danau kemarin.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Arkan.
"Tau, lagi baca buku," kata Arkan.
Elang melihat buku yang di bawa oleh Arkan, dia menebak pasti itu adalah buku yang di cari Dira dan sahabatnya. Elang kemudian meminjam buku yang di bawa oleh Arkan, tetapi tidak boleh karena digunakan untuk mengajar.
"Di perpustakaan ini hanya tersedia sepuluh buku, Elang," kata Arkan.
"Aku penasaran kak dengan isinya," ucap Elang, agar diperbolehkan.
__ADS_1
"Sana kamu pergi ke perpustakaan kota! di sana banyak," kata Arkan.
Elang kemudian kembali ke tempat Dira berada, dia memberi tahu kalau di perpustakaan kota ada bukunya. Dira, Luna dan Nisa kemudian bergegas menuju ke perpustakaan kota dengan mengajak Elang.
"Ini buku yang kita cari," kata Dira, membawa buku itu ke tempat Luna dan Nisa.
Nisa hendak merebut buku itu tetapi di ambil oleh Elang lebih dahulu.
"Udah, jangan berebut lagi! di rak itu masih banyak," kata Elang, menunjukkan di mana keberadaan buku tadi.
Setelah semua mendapat buku, mereka mengerjakan dengan tenang.
Tugas yang mereka kerjakan telah selesai, kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing. Elang mengajak Dira untuk pulang bareng, tetapi Dira menolak.
Dira memilih pulang sendiri, sedangkan Elang mengantarkan Luna dan Nisa lebih dahulu.
Sampai di rumah Dira merebahkan tubuhnya di atas kasur yang tentunya sangat empuk. Dia masih memikirkan ucapan Elang kemarin, Dira baru sadar kalau Elang cemburu dengan Arkan.
"Pacar?" tanyanya dalam hati.
"Apa aku harus pura-pura punya pacar, ya? agar Elang dan kak Arkan tidak mengejarku," ucapannya dalam hati.
Dira bingung sendiri memikirkan semuanya, dia ingin tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga Elang.
__ADS_1
"Kak Arkan baik dan perhatian sama perempuan, aku kagum dengan dia," ucap Dira, sambil tersenyum melihat ke arah luar jendela.
"Tidak! tidak! aku tidak boleh suka dengan kak Arkan ataupun Elang," ucapnya lagi.