Sahabat

Sahabat
Bab 77


__ADS_3

Pagi ini Dira bersiap-siap akan pergi ke kampus, tetapi tidak diperbolehkan berangkat sendiri oleh Mamah Meri. Ini adalah ide dari Bunda Sinta, yang takut Dira berubah pikiran dan membatalkan pertunangannya dengan Arkan.


"Dira, nanti Arkan jemput kamu," kata Mamah Meri.


"Mah, kenapa bikin repot Kak Arkan terus? kasian dia jam ngajarnya siang," ucap Dira.


"Tidak ada penolakan! sana tunggu di luar calon suami kamu," kata Mamah Meri.


"Sekalian suruh antar Vio dong, Mah," sahut Vio, yang baru saja selesai sarapan.


"Vio berangkat sama Mamah, beda jalur soalnya," kata Mamah Meri.


Arkan akhirnya datang juga menjemput Dira, tetapi Arkan tidak mengunakan baju seperti biasanya. Yang dia kenakan saat ini celana pendek dan kaos rumahan.


"Kak, baju Kakak gak salah?" tanya Dira.


"Yang penting pakai baju, kan," jawab Arkan.


"Kakak, di tanya beneran jawabnya malah gitu," ucap Dira.


"Hehehe... aku sudah cuti tiga hari. Besok acara pertunangan kita," ucap Arkan.


"Harus besok, Kak? Dira belum siap," kata Dira.


"Siap gak siap, kamu harus mempersiapkan diri," kata Arkan.


"Misal kita sudah menikah terus, Dira tidak bisa bagun pagi gimana?" tanya Dira.


"Iya, aku siram pakai air," jawab Arkan, sembari melajukan kendaraannya.


"Dira jadi takut, pasti gak boleh kuliah juga," ucap Dira.


"Menikah saja belum, kamu mikirnya sudah jauh," kata Arkan.


"Semua harus direncanakan, Kak. Jangan sampai Dira dirugikan," kata Dira. Yang Dira maksud dia tidak mau di kekang soal kuliahnya, karena dia ingin tetap melanjutkan pendidikan walaupun sudah berkeluarga.


"Iya, yang penting kamu bahagia. Justru yang aku takutkan tidak bisa membahagiakanmu," ucap Arkan.


"Nanti Dira kasih bocoran Kak, biar jelas," kata Dira.


Arkan hanya mengantarkan Dira sampai di pinggir jalan depan kampus, Dira menolak di antar sampai dalam kampus. Setelah mengantarkan Dira, Arkan pergi ke kantornya.


"Dira!" teriak Nisa.


"Ada apa, Nisa? jangan teriak napa," ucap Dira.


"Ayo kita ke kantin! aku belum sarapan," kata Nisa.


"Boleh Nisa, aku juga belum sarapan tadi," ucap Dira.


"Kalian tidak ngajakin aku," sahut Luna.


Ketiga sahabat itu akhirnya pergi ke kantin bersama, di kantin mereka bertemu dengan Elang yang kebetulan sedang minum kopi.

__ADS_1


"Ada Kakak ipar di sini," ucap Elang saat melihat Dira.


"Adik ipar Dira datang mau nraktir, ya," sahut Luna.


"Kalian sama saja! ngledekin mulu, nanti tak adukan calon suami," ucap Dira.


"Aku jadi iri sama Dira, punya suami sama adik ipar ganteng," ucap Nisa, menyuapkan makanan ke mulut.


"Telan dulu, Nisa!" kata Elang.


Mereka semua menertawakan Nisa, karena mulutnya penuh dengan makanan. Bukan Nisa kalau makan tidak banyak.


"Luna, nanti pulang aku antar," ucap Elang.


"Boleh, nanti kita berempat pulang bareng," kata Luna.


"Aku tidak mau antar Dira pulang," ucap Elang.


"Siapa juga yang minta kamu antar pulang aku, Elang! Aku udah di jemput," sahut Dira.


"Iya, demi antar kamu ke kampus sampai gak mandi itu Kakak," kata Elang.


Luna dan Nisa kembali meledek Dira, membuat Dira meninggalkan mereka lalu masuk ke dalam kelas.


"Dira jadi ngambek gara-gara kamu, Elang," ucap Luna.


"Yang meledek kalian, kenapa aku yang disalahkan," kata Elang.


"Kakak ganteng, Luna, aku duluan," ucap Nisa, setelah selesai makan.


"Luna, kamu ada uang tidak?" tanya Elang.


"Cuma punya ini, Elang," kata Luna, menunjukkan uang dia puluh ribu.


Elang kebetulan tidak membawa uang, karena belum mengambil di ATM.


"Gak usah makan kalau gak mau bayar," ucap penjaga kantin.


"Biasanya kita juga bayar terus, Mbak," kata Elang. Ini bawa dulu handphone saya, nanti saya ambil," Lanjutnya.


Penjaga kantin akhirnya menerima handphone milik Elang, untuk mengganti makanan seharga seratus ribu.


"Punya calon Kakak ipar memalukan saja," gerutu Elang.


"Dira sama Nisa kelihatannya sengaja, Elang," ucap Luna.


"Awas saja kalau ke rumah! aku kerjain Dira," kata Elang.


"Gak baik jadi orang pendendam! Aku masuk ke kelas dulu," pamit Luna.


Pulang dari kampus Elang menunggu Luna dan Nisa di depan kelas. Dia akan mengantar Luna dan Nisa. Saat Dira mau keluar kelas Elang menghadang Dira.


"Minggir, Elang!" kata Dira.

__ADS_1


"Bayar dulu makanan kamu tadi pagi di kantin," ucap Elang.


"Aku tidak mau! cepetan minggir, Kak Arkan sudah nungguin," kata Dira.


"Nisa, kamu juga bayar dulu!" kata Elang.


"Bayar dulu Elang, besok aku ganti," ucap Dira. Pelit kamu sekarang," Lanjutnya.


"Masalahnya uang aku cuma sepuluh ribu, tadi handphone aku buat jaminan makanan kalian," jelas Elang.


Dira tertawa lalu berlari meninggalkan Elang, Nisa ingin ikut kabur tetapi Elang mencekal tangan Nisa.


"Ini semua ide Dira, Kakak ganteng," ucap Nisa.


Elang hendak meminjam uang pada Nisa tetapi tidak ada, masih kurang buat bayar. Lalu Elang mengejar Dira ke depan.


"Kak, ayo cepat kita pulang!" ajak Dira.


"Kenapa buru-buru? aku harus ke dalam dulu, ambil buku," ucap Arkan.


Apa yang di khawatirkan Dira terjadi juga, Elang datang memanggilnya. Dira kemudian masuk ke dalam mobil Arkan.


"Dira!" teriak Elang sambil berlari.


"Ada apa, El? teriak gitu," kata Arkan.


"Dira suruh turun dulu, Kak," kata Elang.


"Kak Arkan, ayo kita pulang saja!" ajak Dira, sembari membuka jendela.


"Tuh calon istri Kakak, makan di kantin gak mau bayar," jelas Elang, langsung Dira melotot ke arahnya.


"Bayarin dulu napa El," ucap Arkan.


Elang menjelaskan pada Arkan kalau dia hanya membawa uang sepuluh ribu, itu pun di kasih sama Bundanya. Karena Elang belum mengambil uang jajan ya di Atm.


Arkan kemudian memberikan uang pada Elang, lalu masuk dalam mobil dan melajukan kendaraannya.


"Kak, ini Dira ganti uangnya," ucap Dira, sembari memberikan uang selembar seratus ribu pada Arkan.


"Tidak usah di ganti, jelasin kenapa tadi gak bayar?" kata Arkan.


"Luna sama Elang ngeledek mulu, Dira kesal, Kak," ucap Dira. Biasanya kalau di Kantin Elang juga bayar buat kita," Lanjutnya.


"Jangan di ulang lagi, awas kalau di ulang lagi!" kata Arkan.


"Kakak, kenapa bela Elang?" tanya Dira.


"Bukan belain, kalau Elang gak bawa uang kaya tadi gimana?" tanya Arkan.


"Tadi juga di kasih gitu sama Kakak," kata Dira


Arkan mengacak-acak rambut Dira yang lurus dan panjang itu, sehingga tidak rapi lagi.

__ADS_1


Elang setelah di beri uang oleh Arkan, dia langsung menuju ke kantin untuk mengambil handphone miliknya. Kemudian dia menemui Luna dan Nisa untuk di antar pulang.


__ADS_2