Sahabat

Sahabat
Bab 65


__ADS_3

Setelah mengantarkan Arkan, Elang pergi ke rumah Luna.


"Bu, apa Luna sudah pulang?" tanya Elang.


"Sudah, Nak. Sebentar Ibu panggilkan," ucap Ibu Luna. Masuk ke dalam rumah, memanggil Luna agar menemui Elang.


Luna awalnya tidak mau menemui Elang, dia masih sakit hati dengan Dira dan Nisa. Ibunya terus memaksa agar Luna mau menemui Elang.


"Ada apa, Elang?" tanya Luna, duduk di kursi teras rumah.


"Luna, apa kamu baik-baik saja?" tanya Elang.


"Aku kecewa sama Dira dan Nisa," kata Luna, kemudian menceritakan kejadian tadi di kampus.


"Kita tadi mencari kamu kemana-mana, Luna. Dira sampai demam," ucap Elang.


"Apa salah kalau aku kecewa dengan mereka?" tanya Luna. Maaf kan aku," Lanjutnya.


"Dira dan Nisa tidak akan tega merusak buku kamu dengan sengaja," kata Elang.


"Kenapa kamu bela mereka?" tanya Luna.


"Aku tidak membela, Luna. Tetapi aku tau bagaimana Dira," ucap Elang.


Luna belum bisa menerima penjelasan Elang, dia masih sangat kecewa dengan Dira dan Luna. Elang juga tidak bisa memaksakan Luna untuk memaafkan kedua sahabatnya itu, kemudian dia memilih berpamitan pulang.

__ADS_1


Elang lupa kalau harus menjemput Arkan, dia malah pergi ke rumah Dira.


"Tante, gimana keadaan Dira?" tanya Elang.


"Alhamdulilah, sudah mendingan," jawab Mamah Meri.


Elang kemudian menemui Dira yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.


"Elang, gimana Luna, apa dia masih marah?" tanya Dira, begitu melihat Elang.


"Maafkan aku, Dira. Tidak bisa membujuk Luna, dia masih kecewa," ucap Elang.


Wajah Dira tampak lesu mendengar ucapan Elang, dia merasa sangat bersalah.


"Aku harus mencari tau siapa yang merusak buku Luna," kata Dira.


"Luna tidak pernah semarah ini, Elang," ucap Dira.


"Iya, aku tau. Kamu yang sabar," kata Elang.


Telepon genggam Elang berbunyi, ternyata Arkan yang menghubunginya. Arkan meminta untuk di jemput, dia sudah menunggu Elang cukup lama. Tetapi Elang menolak dan meminta Arkan untuk pulang naik taksi online.


"Ada apa, Elang?" tanya Dira.


"Tadi aku di suruh jemput Kakak, tapi lupa," ucap Elang.

__ADS_1


"Tega kamu," kata Dira.


"Namanya juga lupa, kalau ingat pasti aku jemput," kata Elang.


Dira akhir-akhir ini jarang bertemu dengan Arkan selain di kampus, sering Arkan mengajaknya untuk keluar tetapi Dira menolak setelah tau isi hati Elang.


Dia juga sependapat dengan Elang, tidak ingin merusak persahabatan keluarga mereka.


Sampai di rumah Arkan mencari Elang, tetapi Elang masih berada di rumah Dira. Arkan kemudian menyusul Elang ke rumah Dira, kebetulan Bunda Sinta menyuruh Arkan mengantarkan kue hasil buatannya.


"Arkan! masuk Ar, itu Elang di dalam," ucap Mamah Meri yang baru saja membuka pintu.


"Tante, ini ada titipan dari Bunda," ucap Arkan.


"Apa ini Ar? Bunda kamu repot-repot aja," ucap Mamah Meri.


"Biasa Tante, kue terbaru ala Bunda," jawab Arkan.


Mamah Meri mengajak Arkan menemui Dira dan Elang, yang sedang menonton televisi.


"Ternyata kamu di sini, Elang?" tanya Arkan.


"Elang tadi sudah bilang, Kak," jawab Elang.


"Kak, duduk dulu!" ucap Dira.

__ADS_1


"Dira, bagaimana tugas kamu? apa sudah selesai?" tanya Arkan.


"Tugas apa, Kak?" tanya Dira, bingung karena tugas dari Arkan sudah diselesaikan.


__ADS_2