
"Sisil, bagaimana keadaan pelayan cafe yang pingsan itu?" tanya teman Sisil, yang menampar Dira.
"Mungkin sudah sembuh sekarang!" ucap Sisil, dengan santai.
"Kamu yakin kalau kita tidak akan ketahuan orang?" tanyanya lagi, sedikit khawatir.
"Ini di kampus, jangan bahas masalah itu lagi!" kata Sisil.
"Itu pelayan cafe datang!" ucap teman Sisil yang lain.
Dira berjalan melewati Sisil dan teman-temannya, dia terlihat sangat cantik dengan gayanya yang sederhana berbalut celana jeans dan kaos, rambut panjang lurus yang terurai menjadikan kecantikannya terpancar.
"Hai, pelayan cafe!" sapa salah satu teman Sisil.
Dira tak menjawab sapaan itu, dia tetap berjalan menuju kelas yang di tuju.
"Dira, tunggu!" kata Sisil, melangkah menuju tempat Dira berhenti.
"Apalagi?" tanya Dira singkat.
"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Sisil, seakan dia tidak bersalah.
"Udah, gak usah basa-basi! mumpung kesabaran ku belum habis!" ucap Dira, kesal dengan Sisil.
"Pelayan cafe! jangan belagu kamu, di tanya gitu aja marah!" ucap teman Sisil.
"Mau kamu apa!" bentak Dira.
Mereka semua diam, karena ada seseorang dosen yang melewati mereka. Dira lalu melanjutkan jalannya menuju kelas, di dalam kelas sudah ada Luna dan Nisa yang sedang bingung.
"Dira, akhirnya kamu datang juga!" ucap Luna, lalu berdiri dan memeluk Dira, begitu juga dengan Nisa.
"Kalian kenapa sih? main peluk saja!" ucap Dira, melepaskan pelukan Luna dan Nisa.
"Kita bingung, mau pilih tugas yang mana, Dira!"ucap Nisa.
"Nih, kamu baca dulu!" ucap Luna, memberikan sebuah kertas kepada Dira.
"Kita magang saja di perusahaan!" ucap Dira, setelah membaca kertas itu.
"Tapi, kalau kita beda perusahaan gimana?" tanya Nisa, sambil memakan makanan ringan yang dia bawa.
"Tidak masalah walaupun beda! kalau sudah selesai kita masih bisa kumpul, karena satu perusahaan pasti beda ruang!" jelas Dira.
Mereka berdua akhirnya bisa mengerti, karena mereka juga sudah besar, walaupun sahabat tetapi tidak harus kemana-mana bareng, yang penting tetep rukun dan akur.
"Dira, kenapa kamu tidak memilih ke desa saja?" tanya Nisa.
__ADS_1
"Nanti kita bisa ambil di kegiatan lain, soalnya jauh! aku juga harus kerja!" ucap Dira.
"Waktunya juga tinggal minggu depan! aku juga harus jaga ibu!" sahut Luna.
"Padahal kalau di desa kita bisa menikmati udara yang sejuk dan pemandangan yang bagus," kata Nisa.
Ide Nisa bagus juga bisa sambil liburan mereka, percakapan pun berakhir setelah ada dosen yang masuk kelas.
Setelah mata kuliah mereka selesai mereka pergi ke toko buku terdekat, sudah lama juga mereka tidak keluar bareng. Nisa mengajak Elang untuk ikut mereka ke toko buku.
"Kakak ganteng, ayo ikut kita ke toko buku!" ajak Nisa, ketika bertemu Elang di depan kampus.
"Boleh, kalian naik apa?" tanya Elang.
"Kita mau jalan kaki, dekat kok!" jawab Luna.
"Naik mobilku saja ya?" Elang memberikan tumpangan pada mereka, akhirnya mereka mau Elang dan Nisa duduk di depan sedang Dira dan Luna ada di belakang.
"Pelan-pelan ya, kakak ganteng!" ucap Nisa, yang duduk di sebelah Elang.
"Elang, kamu serasi sekali lho sama Nisa!" ucap Dira asal.
"Kamu diem napa, Dira!" ketus Elang, dia sebenarnya masih cemburu dengan Arkan dan Dira.
"Harusnya tadi Dira yang di depan!" sahut Luna, dia menebak kalau Elang suka sama Dira.
"Ikutan kamu, Luna!" ucap Dira, sambil melihat ke arah luar.
"Kakak ganteng, nanti bisa kan antar Nisa pulang ke rumah?" tanya Nisa, melihat ke arah Elang.
"Kamu pulang bareng Luna, aku masih ada perlu!" jawab Elang.
Dira dan Luna tertawa, membuat Nisa menoleh ke belakang.
"Puas kalian tertawa!" ucap Nisa.
"Kita tidak menertawakan kamu Nisa," kata Luna.
"Kalian mau ke toko buku yang mana?" tanya Elang, mengalihkan pembicaraan.
"Yang ada di mall saja, Elang!" kata Dira, dia sekalian ingin mengajak Luna dan Nisa jalan-jalan.
Elang menganggukkan kepalanya tanda dia setuju, setelah sampai tempat tujuan mereka masuk ke dalam mall itu. Tujuan utama ke toko buku, di sana banyak berbagai pilihan buku dan harga yang terjangkau.
"Buku apa yang kalian cari?" tanya Elang, dari tadi mengikuti mereka bertiga.
"Elang, bantuin aku cari buku yang sering di bawa pak Arkan!" ucap Dira, sembari memilih-milih buku yang ada di rak.
__ADS_1
"Buku yang mana, Dira?" tanya Elang, dia bingung karena buku Arkan di rumah sangat banyak.
"Tentang bisnis," ucap Dira, masih memilih buku.
"Kamu cari di sini sampai pusing gak bakal ada!" ucap Elang, lalu berjalan ke arah Luna.
"Emang dia beli di mana?" tanya Dira, melihat ke arah Elang.
"Kamu tanya aja sendiri!" ketus Elang, membuat Dira menggelengkan kepalanya.
Dira terus mencari buku yang dia mau, tetapi tetap tidak ada.
"Aku sudah dapat, Dira!" ucap Nisa, menunjukkan sebuah novel ke Dira.
"Nisa, kenapa tidak mencari buku yang berhubungan dengan kuliah kita?" tanya Dira, heran dengan teman yang satu ini.
"Aku dapat ini," kata Luna, membawa buku itu ke Dira dan Nisa.
"Nah! ini lumayan Luna, bisa nambah pengetahuan kita!" ucap Dira.
"Ini hampir mirip dengan punya kak Arkan!" ucap Elang, menyerahkan buku ke Dira.
"Mana bukunya! aku bayar dulu!" ucap Dira, meminta buku ke Luna, Nisa dan Elang.
"Nisa, kamu beneran beli novel?" tanya Luna, melihat buku yang di berikan Nisa kepada Dira.
"Iya, kan bisa aku baca sambil ngemil," ucap Nisa, yang masih memikirkan makan.
Dira lalu membayar buku itu, dan memberikan kepada Luna dan Nisa. Mereka mau menggantikan uang Dira tetapi Dira menolak.
"Tau di bayarin aku tadi ambil satu!" ucap Elang, sambil melirik ke arah Dira.
"Kenapa juga tidak ambil tadi El!" kata Dira, memasukkan buku ke dalam tas.
"Buku kakak di rumah banyak! ayo kita ke sebelah sana!" kata Elang, menunjuk tempat yang ramai di mall itu.
Mereka menuju tempat itu dan ternyata tempat makan, lalu mereka mencari meja dan memesan makanan.
Seperti biasa Nisa memesan makanan paling banyak, apalagi kalau dia lagi lapar, seberapa pun pasti habis di makan Nisa.
"Kalian makan dulu ya! aku ada perlu!" pamit Elang, yang memang dia di suruh bunda Sinta untuk membelikan sesuatu.
"Kemana El?" tanya Luna.
"Bentar aja kok! nanti aku balik lagi!" ucap Elang lalu meninggalkan teman-temanya.
"Jangan lama-lama, kakak ganteng!" teriak Nisa, di sela-sela makanya.
__ADS_1
Dira, Luna dan Nisa sudah selesai makan, mereka masih menunggu Elang yang belum juga datang.
...❤❤❤...