
...Happy Reading 📖📖📖📖📖📖...
Sisil dan teman-temannya makan malam di cafe tempat Dira berkerja.
"Dira masuk kerja tidak mbak?" tanya Sisil pada salah satu karyawan di cafe.
"Ada di belakang kak! jawab karyawan itu yang merupakan teman Dira.
"Mbak! kita mau di layani Dira dong!" ucap Sisil, dengan senyum palsunya.
"Maaf kita bergantian tugas kak! jadi tidak bisa!" jawab teman Dira.
"Kita pergi saja yuk dari sini!" ucap Sisil, mengajak temannya pergi dari cafe.
"Tunggu! kalian mau pesan apa?" tanya Dira yang tiba-tiba datang menuju meja Sisil. Dan menyuruh teman kerjanya untuk ke belakang.
"Dira, akhirnya kamu muncul juga!" ucap Sisil, sambil melihat buku menu.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Dira lagi.
Sisil menunjukkan menu yang akan dia pesan, dengan lagak sombongnya dia memberikan tips pada Dira karena sudah melayaninya. Dira segera menyiapkan pesanan Sisil dan memberikannya.
"Dira, kenapa kamu melayani teman kamu?" tanya teman kerja Dira yang bernama Mimin.
"Kalau mereka pergi gak jadi makan di sini dong, Min!" ucap Dira, sembari tersenyum ke arah Mimin.
"Tapi mereka itu tidak pantas di layani," kata Mimin.
"Kita harus...... tiba-tiba Sisil memanggil Dira.
"Dira!!! panggil Sisil dengan teriak.
"Kenapa Sil?" tanya Dira, mendekat ke arah Dira.
"Sendok aku jatuh! ambilkan yang baru cepat!" suruh Sisil pada Dira.
Dira segera menggantikan sendok Sisil yang jatuh dengan yang bersih.
"Mbak, punya ku juga jatuh! ganti ya cepat!" ucap teman Sisil, yang sengaja menjatuhkan sendok nya.
"Tidak usah sengaja mbak!" ucap Mimin teman Dira.
"Sudah! ayo kita ke belakang, Min!" ajak Dira, sambil menggandeng Mimin.
"Tapi mereka tidak sopan, Dira!" kata Mimin.
__ADS_1
"Min, jaga cafe dulu ya! aku keluar sebentar!" ucap Dira, pergi ke ruang ganti dan keluar dari cafe.
Sisil dan teman sudah selesai makan, mereka pun meninggalkan cafe tetapi saat di parkiran Dira sudah ada di sana.
"Dira! kamu kenapa di sini?" tanya Sisil, heran melihat Dira sudah ada di parkiran dan duduk di depan mobil Sisil.
"Kenapa? kaget kamu!" ucap Dira, ketus.
"Eh... ada pelayan tadi! kita gak pesan makanan di bungkus lho!" ucap salah satu teman Sisil.
"Mau kalian apa, selalu menghina orang!" ucap Dira sedikit membentak.
"Kamu mau tau? aku mau apa?" tanya Sisil, tangannya menjambak rambut Dira.
Tidak terima dengan perlakuan Sisil, tangan Dira meraih rambut Sisil dan menjambak nya juga. Salah satu teman Sisil bukannya melerai tetapi malah ikutan menampar Dira, sehingga membuat pipi Dira memar dan memerah. Sisil mendorong Dira hingga jatuh tersungkur kepala nya terkena batu, membuat Dira tak sadarkan diri. Lalu Sisil dan teman-temannya pergi meninggalkan Dira dalam keadaan masih pingsan.
####
Malam ini mamah Meri tidak bisa tidur, dia menengok kamar Dira ternyata belum pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, mamah Meri sangat gelisah. Telepon genggam Dira tidak bisa di hubungi, membuatnya mondar mandir di teras rumahnya.
Mamah Meri akhirnya pergi ke rumah Elang, mengetuk pintu tetapi tidak ada yang membukakan pintu. Mencoba lagi dia ketuk, akhirnya ada Arkan yang membuka pintu.
"Tok... tok... tok... !!! suara ketukan pintu rumah Arkan.
"Tante! silahkan masuk!" ucap Arkan, saat membuka pintu, kebetulan tadi dia haus dan mengambil air minum di dapur.
"Dira? kenapa tante?" tanya Arkan.
"Dira belum pulang! tolong antar tante ke tempat kerja Dira!" ucap mamah Meri dengan wajah cemas nya.
"Tante tunggu sebentar ya!" ucap Arkan, lalu pergi ke kamar mengambil kunci mobilnya.
Di perjalanan sangat sepi, toko-toko dan tempat makan sudah tutup semua. Sunyi sepi tidak ada aktivitas sama sekali di jalan, mobil dan motor yang lewat juga sudah tidak banyak.
Tempat kerja Dira juga sudah sepi, tak ada seorang pun di sana.
"Tante, sudah tutup! kita cari kemana lagi?" tanya Arkan, ikut cemas juga dengan keadaan Dira.
"Coba kita ke rumah Luna," ucap mamah Meri, sambil meneteskan air mata yang sudah tidak tertahan lagi.
Arkan dan mamah Meri pergi ke rumah Luna, tetapi Dira tidak juga di temukan. Karena kasihan dengan mamah Meri Arkan mengajak pulang, mamah Meri baru ingat kalau meninggalkan Vio sendiri di rumah.
"Tante di rumah saja! biar Arkan dan Elang yang mencari Dira!" ucap Arkan.
"Maaf, merepotkan!" kata mamah Meri, yang semakin cemas dengan keadaan Dira.
__ADS_1
Arkan berpamitan pulang memberi tahu Elang dan membangunkan bundanya, meminta tolong agar bunda Sinta menemani mamah Meri.
"Kak kenapa tidak bilang dari tadi?" tanya Elang dengan kesal.
"Buru-buru tadi El! tante Meri sudah sangat cemas!" jelas Arkan.
"Dira, kemana juga bikin orang panik!" ucap Elang, sambil memainkan ponselnya untuk menelpon seseorang.
"Tadi dari kampus kerja! mungkin menginap di rumah temannya!" ucap Arkan.
"Dira selalu pamit kak! gak mungkin!" ucap Elang, yang sudah lama mengenal Dira.
Hampir pagi mereka mencari Dira ke rumah teman-temannya yang di ketahui Elang, tetapi tidak membuahkan hasil. Arkan dan Elang juga bingung mau jawab apa kalau mamah Meri bertanya.
####
Dira pagi ini membuka matanya, badannya terasa sakit, saat akan mengusap mata dia kaget melihat selang infus yang terpasang di tangan kiri nya. Perlahan dia mencoba bangun dari tidurnya, betapa terkejut melihat Dhimas yang tertidur di sofa ruangan itu.
Pak Dhimas terbangun dan melihat Dira yang sudah duduk di ranjang pasien.
"Dira! syukurlah kamu sudah sadar!" ucap pak Dhimas.
"Kenapa Dira ada di sini? tadi kan ada di parkiran!" kata Dira, mengingat kejadian yang menimpa dirinya.
"Kamu terjatuh di parkiran depan cafe Dira!" jelas pak Dhimas.
"Pak! Dira belum kasih tau mamah, handphone Dira masih di loker ruang ganti!" ucap Dira, panik teringat mamah Meri.
"Kamu tenang Dira, istirahat dulu biar aku ke rumah kamu!" ucap pak Dhimas, menenangkan Dira.
"Terimakasih pak! sudah menolong Dira.. ucap Dira lirih.
Pak Dhimas tersenyum ke arah Dira, lalu pergi ke rumah Dira.
Di Rumah Dira.
Arkan, Elang, bunda Sinta dan mamah Meri sedang berkumpul di ruang tamu, mereka berencana akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
Kedatangan pak Dhimas mengejutkan mereka, pak Dhimas lalu menjelaskan kejadian yang di alami Dira.
Karena saking mencemaskan keadaan Dira mereka semua lalu berangkat ke rumah sakit tempat Dira di rawat.
Mamah Meri dan bunda Sinta langsung memeluk Dira secara bergantian, mereka sangat bersyukur Dira sudah di temukan.
...Lanjut besok lagi 🤗🤗🤗...
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan mendukung ❤