
"Dira, kenapa kamu tidak membalas pesan ku lagi?" tanya Arkan, saat bertemu dengan Dira di kampus.
"Maaf, aku lupa," jawab Dira, dia memang sengaja tidak membalas pesan dari Arkan karena tidak tau boleh apa tidak.
"Kalau bisa bilang, ya," ucap Arkan lalu pergi meninggalkan Dira.
Dira bertanya-tanya di dalam hati, kenapa Arkan minta di temani oleh dia.
"Cie, Dira sekarang saling kirim pesan sama Pak Arkan," ucap Nisa yang tidak sengaja mendengar percakapan Dira dan Arkan.
"Nisa, jangan bikin gosip," kata Dira.
"Iya juga tidak papa, Dira. Biar di antara kita bertiga ada yang punya pacar," sahut Luna.
"Luna, aku tidak memikirkan pacaran. Apalagi sama kak Arkan," kata Dira.
"Kalian cocok lho! kak Arkan cakep kamu cantik, Dira," kata Nisa.
Dira sedikit kesal dengan kedua temannya itu, dia memang sama sekali tidak mengerti apa itu pacaran. Mereka bertiga walaupun sudah kuliah tetapi masih polos. Setiap ada teman laki-laki hanya di anggap sebagai teman saja.
Tak terasa waktu kuliah sudah selesai, padahal masih siang hari.
"Hari ini kita kemana, Nisa?" tanya Dira.
"Kita langsung pulang saja, aku mau ke rumah saudaraku," ucap Luna.
"Luna, sekali-kali kita ke rumah ku," sahut Nisa.
__ADS_1
"Kalian bertiga gak ada jeranya, main terus! ujung-ujungnya di jalan ada yang ganggu, bikin panik orang tua," kata Elang yang kebetulan lewat, yang Elang maksud sebenarnya adalah Dira.
Elang berlalu begitu saja, dia tidak berhenti.
"Elang!" teriak Dira.
"Iya, kenapa?" ucap Elang, menghentikan jalannya lalu menoleh ke arah Dira.
"Kamu sebenarnya kenapa? sekarang kamu sudah berubah, tidak seperti Elang yang aku kenal," kata Dira.
Elang lalu menarik Dira agar menjauh dari Luna dan Nisa.
"Ada yang akan aku bicarakan, ayo pulang bareng!" ajak Elang.
"Aku tidak mau," tolak Dira, kesal dengan Elang.
"Aneh," gerutu Dira.
"Kakak ganteng kenapa, Dira?" tanya Nisa.
"Iya, kenapa itu Elang?" sahut Luna.
Luna dan Nisa menjadi penasaran dengan Elang yang tidak seperti biasanya.
"Aku kangen kakak ganteng seperti dulu," kata Nisa.
Luna melirik ke arah Nisa, Luna kemudian mengirim pesan pada Elang. Dia ingin bertanya sebenarnya apa yang terjadi. Elang sama sekali tidak menjawab pesan dari Luna, tetapi dia saat ini akan ke rumah Luna.
__ADS_1
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, karena tidak mungkin kalau Dira sendiri yang datang ke rumah Nisa.
Sampai di rumah Luna kaget melihat Elang yang sudah duduk di kursi teras rumahnya.
"Elang, kamu sudah lama?" tanya Luna.
"Belum, baru saja sampai," jawab Elang.
Luna kemudian duduk di kursi sebelah Elang, dia mulai bertanya dengan Elang.
"Elang, sebenarnya kamu kenapa? sekarang aku perhatikan kamu makin jauh sama kita bertiga?" tanya Luna.
"Aku tidak apa-apa, justru kalian bertiga yang aneh," kata Elang.
"Kok kita? padahal kita bertiga seperti biasanya," ucap Luna.
Elang kemudian menceritakan tentang apa yang dia resah kan selama ini, dia memang sengaja bersikap seperti itu karena Dira yang semakin dekat dengan Arkan.
"Kamu tidak boleh egois, Elang," kata Luna. Harusnya kamu tidak bersikap seperti itu pada Dira," Lanjutnya.
Elang terdiam, dia nampak sedang memikirkan sesuatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1