Sahabat

Sahabat
Bab 52


__ADS_3

Arkan datang ke rumah Dira, dia ingin menanyakan apa yang di bilang oleh bundanya.


Dira baru saja sampai saja di rumah, saat berada di dapur mengambil minum mendengar suara ketukan pintu. Dira membuka pintu, ternyata Arkan yang datang.


"Kak Arkan, silahkan masuk!" ucap Dira.


"Terimakasih Dira," ucapnya lalu mengikuti Dira duduk di ruang tamu.


"Ada apa Kak? nyari Mamah?" tanya Dira.


"Tidak, aku mau tanya sama kamu," jawab Arkan.


"Tanya apa?" Dira balik bertanya, dia merasa tidak ada apa-apa.


"Tadi kenapa kamu menolak saat di ajak pulang Bunda? dia khawatir takutnya ada apa-apa gitu," ucap Arkan.


"Sebenarnya aku tidak enak saja, Kak," ucap Dira sembari tersenyum.


"Bagaimana hari minggu, teman kamu bisa ikut?" tanya Arkan.


"Paling yang ikut Nisa, soalnya Luna tidak bisa. Bukannya Dira sudah bilang sama Kakak, ya?" ucap Dira.


"Aku juga lupa Dira," ucap Arkan, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hari minggu bukanya besok, Kak. Berati kita berangkat besok pagi?" kata Dira.


"Tentu saja, aku jemput. Besok ingat jangan lupa," ucap Arkan.

__ADS_1


Dira juga bingung sebenarnya apa tujuan Arkan mengajak dirinya, padahal Riri selalu ketus dengan Dira.


Arkan kemudian pulang ke rumah, karena hari sudah mulai gelap. Dia menghubungi Dion untuk memberi tahu kalau besok pagi akan menemaninya.


Esok harinya Dira benar lupa, dia bangun kesiangan. Nisa saat ini sudah berada di rumah Dira, dia berangkat pagi-pagi agar tidak terlambat.


Saat ini Mamah Meri sedang menyiapkan sarapan pagi, Nisa membantu Mamah Meri terlebih dahulu.


"Nisa, terimakasih sudah bantu tante," ucap Mamah Meri.


"Sama-sama, tante," ucap Nisa.


Nisa kemudian meminta Mamah Meri untuk memanggilkan Dira. Dira masih tertidur dengan pulas, Mamah Meri membangunkannya dengan pelan.


"Dira, bangun! di tunggu Nisa," ucap Mamah Meri.


"Mah, kak Arkan sudah datang?" tanya Dira.


"Belum, kenapa bangun tidur yang kamu tanya Arkan? itu ada Nisa," kata Mamah Meri.


Dira tidak menjawab ucapan Mamahnya, dia mengambil handuk lalu masuk dalam kamar mandi.


"Tunggu bentar Nisa, Dira baru mandi," kata Mamah Meri.


"Iya, tante," ucap Nisa.


Setelah selesai mandi, Dira menemui Nisa lalu mereka sarapan bersama sembari menunggu kedatangan Arkan.

__ADS_1


"Dira, lama sekali Kak Arkan," ucap Nisa.


"Kita sarapan dulu Nisa, biar Kak Arkan nanti nungguin kita kalau datang," ucap Dira.


"Arkan ada di depan itu, nungguin kalian," kata Mamah Meri.


Dira dan Nisa lalu menyelesaikan sarapan paginya, kemudian mereka menemui Arkan di depan rumah.


"Kak, sudah lama nungguin kita?" tanya Dira.


"Baru saja datang, tadi aku juga lupa," ucap Arkan.


"Kalian sama saja, aku dari pagi disini," ucap Nisa.


"Maaf Nisa, tapi beneran aku lupa kalau hari ini minggu," ucap Dira.


"Kompak kalian ngerjain aku," kata Nisa. Pokoknya aku nanti minta di traktir makanan yang enak," ucap Nisa.


"Boleh, Nisa," kata Arkan.


Kemudian mereka bertiga berpamitan pada Mamah Meri, mereka berangkat berempat dengan Dion. Dion membawa mobil sendiri karena dia sudah berada di perjalanan.


Dira duduk di depan sebelah Arkan, sedangkan Nisa berada di belakang. Nisa biasanya akan tidur kalau tidak membawa makanan.


"Hati-hati Kak, bawa mobilnya," ucap Nisa.


"Pasti Nisa, kamu tenang saja," kata Arkan.

__ADS_1


Arkan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia hanya pelan-pelan karena membawa anak orang.


__ADS_2