
Sebelum berangkat ke kampus Dira sarapan bersama Mamah Meri, pagi ini Mamah Meri memasak makanan kesukaan Dira.
"Dira, nanti pulang dari kampus ke butik Mamah ya?" ucap Mamah Meri.
"Kapan-kapan aja, Mah," ucap Dira, karena paling tidak suka ke butik.
"Pokoknya harus datang! kamu harus coba baju yang Mamah pesan dari penjahit," jelas Mamah Meri.
"Tapi, Mah!" kata Dira.
"Gak ada tapi-tapian, Dira," kata Mamah Meri.
Dira menanyakan dengan siapa dia akan dijodohkan, tetapi Mamah Meri tidak mau memberi tau. Dengan sabar Dira mendesak Mamahnya, tetapi tetap saja tidak mengatakan.
Dira semakin penasaran, lalu mengambil telepon genggamnya dan menanyakan pada Papahnya. Tidak ada jawaban, Dira kemudian berpamitan akan berangkat ke kampus.
"Dira, tunggu!" teriak Mamah Meri.
"Apalagi, Mah? Dira bisa terlambat nanti," ucap Dira.
"Barusan Tante Sinta bilang kalau Arkan mau antar kamu ke kampus, tunggu dulu," ucap Mamah Meri.
"Iya, Dira tunggu," kata Dira.
Tak lama kemudian Arkan benar datang, dia mengajak Dira untuk segera berangkat ke kampus.
__ADS_1
"Kak, kenapa mau antar Dira tidak bilang langsung? pakai nyuruh Tante Sinta lagi," ucap Dira.
"Apa? kamu yang minta di antar gak bilang, malah nyuruh Tante Meri," kata Arkan.
"Ada yang aneh," ucap Dira.
"Padahal aku hari ini tidak ada jadwal di kampus, rencana mau bangun siang," jelas Arkan.
"Nanti juga bisa tidur lagi, Kak," ucap Dira.
Arkan berniat sampai rumah akan menanyakan hal ini kepada Bundanya, karena penasaran.
"Dira, aku antar sampai depan saja gimana?" tanya Arkan.
"Itu lebih bagus, Kak," jawab Dira, takut ketauan Elang.
Di rumah Arkan menemui Bundanya yang sedang memasak, dia menanyakan soal tadi.
"Bunda, ada yang mau Arkan tanya. Boleh tidak?" tanya Arkan.
"Boleh dong, apa yang mau kamu tanya?" ucap Bunda Sinta.
"Tadi pagi kenapa Bunda bilang Dira minta di antar ke kampus? Dira tadi juga bilang kalau Arkan mau antar dia, padahal gak ada yang bilang," ucap Arkan.
"Itu ide kita, biar kalian dekat," kata Bunda Sinta.
__ADS_1
"Oh... jadi ide Bunda dan tante Meri! katanya Arkan mau dijodohkan, kenapa biar dekat sama Dira?" tanya Arkan.
"Bunda mau jodohkan kamu dengan Dira," jawab Bunda Sinta.
"Apa? Bunda, kenapa tidak tanya dulu?" ucap Arkan, tidak enak dengan Elang. Arkan sudah tau kalau Elang suka dengan Dira.
"Untuk apa tanya, kamu pasti mau," kata Mamah Meri.
"Bukan masalah mau tidak, Bunda. Tapi bagaimana dengan Elang?" ucap Arkan.
Arkan menceritakan pada Bunda Sinta soal Elang yang suka dengan Dira, tetapi Bunda Sinta tidak mau membatalkan perjodohan itu.
"Nanti Bunda bicara sama Elang," ucap Bunda Sinta. Gara-gara kamu jadi gagal rencana Bunda dan Tante Meri," Lanjutnya.
Arkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung dengan Bunda Sinta dan Mamah Meri begitu antusias untuk menjodohkan dirinya dengan Dira
Di kampus Elang menemui Dira, dia ingin menanyakan soal Arkan. Elang sudah mulai curiga dengan Arkan dan Dira.
"Dira, aku ingin bicara sebentar," ucap Elang, saat berada di kampus.
"Ada apa Elang?" tanya Dira.
Mendadak Elang tanya seperti itu, membuat Dira heran juga apa yang dimaksud Elang.
...****************...
__ADS_1
...----------------...
......................