Sahabat

Sahabat
Bab 53


__ADS_3

Hari minggu membuat heboh Bunda Sinta dan Mamah Meri, kali ini mereka berencana membuat kue lagi. Elang dibangunkan oleh Bunda Sinta, dia di suruh untuk mengantarkan ke rumah Mamah Meri.


"Bunda, ini masih pagi," ucap Elang.


"Nanti keburu siang, sekarang aja," kata Bunda Sinta.


"Biasanya juga bawa mobil sendiri," ucap Elang.


Walaupun sambil menggerutu Elang tetap mengantarkan bundanya pergi ke rumah Mamah Meri.


"Ayo kita masuk, jeng!" ajak Mamah Meri. Elang ayo!" Lanjutnya.


Mereka kemudian pergi ke dapur, ternyata Mamah Meri sudah menyiapkan semua keperluan membuat kue.


"Tante, aku pamit pulang!" kata Elang.


"Kenapa, Elang?" tanya Mamah Meri.


Elang pamit pulang karena engan di suruh bantumama membuat kue, dia masih kesal dengan Arkan dan Dira.


"Mau ke rumah Luna, tante," jawab Elang.


"Luna? oh... iya tadi dia tidak ikut pergi," kata Mamah Meri.


"Arkan pergi sama siapa, jeng?" tanya Bunda Sinta.

__ADS_1


"Tadi ada Dira sama Nisa," jawab Mamah Meri.


Elang kemudian pulang ke rumah untuk mandi, dia berencana pergi ke rumah Luna. Luna saat ini memang berada di rumah, dia menemani Ibunya yang masih terlihat lemah.


"Elang, ada apa kamu kesini?" tanya Luna.


"Kamu tanya kayak gak senang aja, Luna," jawab Elang.


"Bukan begitu, maksudnya...


"Tumben gak ikut teman kamu?" tanya Elang, Luna belum selesai bicara tetapi Elang sudah memotongnya dengan pertanyaan.


"Ibu kasian sendiri Elang, gak ada yang nemani," jelas Luna.


"Baguslah, kamu lebih mementingkan Ibu dari pada teman mu gak jelas itu," ucap Elang.


Elang tau dia salah telah menyimpan perasaan pada Dira, tetapi Dira tidak ada respon apa-apa. Begitu juga dengan Arkan, Dira tidak semudah itu menyukai.


"Elang, kenapa sekarang kamu berubah. Tidak seperti Elang yang aku kenal dulu," ucap Luna.


"Aku tidak berubah masih sama seperti dulu, mungkin perasaan kamu saja," kata Elang.


"Yang melihat dan merasakan perubahan kamu orang lain, bukan kamu sendiri," ucap Luna.


"Luna, jangan marahin aku terus! aku kesini ingin main," kata Elang.

__ADS_1


"Kamu juga jangan nyalahin Dira terus, coba tanya sama kakak kamu," kata Luna.


Elang terdiam merenungkan perkataan Luna, memang dari dulu Dira tidak pernah ada niat mendekati siapa pun.


***


Saat ini Arkan sedang berada di hotel dekat pantai, mereka menunggu Dion. Mereka akan berangkat bersama ke rumah Riri.


"Lama sekali kamu," kata Arkan pada Dion, yang baru saja keluar dari dalam hotel.


"Maaf aku tadi sedang menelpon kekasihku dulu," kata Dion.


Dion menanyakan soal Dira dan Nisa, tetapi Arkan tidak memperbolehkan mereka untuk berkenalan. Arkan sendiri tau bagaimana Dion kalau dengan wanita.


Di depan rumah Riri mereka ragu akan turun dari mobil dan menemui Riri. Karena mereka melihat ada seorang laki-laki yang baru saja keluar dari rumah Riri.


"Arkan, yakin kita akan menemui Riri?" tanya Dion.


"Kita sudah jauh-jauh dari kota, jangan buang waktu," jawab Arkan.


Arkan menyuruh Dion untuk berada di mobil terlebih dahulu, dia mengajak Dira untuk turun dari mobil.


"Kak, apa Riri mau membukakan pintu," ucap Dira.


"Kita coba dulu, ayo!" ajak Arkan.

__ADS_1


Ternyata Riri menyambut kedatangan Arkan dan Dira dengan baik.


__ADS_2