Sahabat

Sahabat
Bab 56


__ADS_3

Keesokan harinya Dion baru saja menemui Riri, dia menjelaskan masalah pekerjaan di kantor.


"Riri, aku minta maaf sebelumnya sudah membuat kamu terluka," ucapnya.


"Sebenarnya kesalahan kamu tidak perlu dimaafkan," kata Riri.


"Aku tau itu, aku juga menyesal sudah membuat kamu menderita," kata Dion.


"Tidak usah di bahas lagi, lupakan!" kata Riri.


"Sekarang kamu sudah bisa mulai kerja, ayo kita berangkat!" ajak Dion.


Dion dan Riri berangkat ke kantor bersama, di perjalanan mereka hanya diam tidak ada percakapan. Mereka masih canggung karena cerita di masa lalu antara mereka.


Di kantor Riri di tempatkan di bagian staf, karena bagian itu yang membutuhkan pegawai. Arkan juga sudah merasa lega punya teman yang mau bertanggung jawab seperti Dion.


🌾🌾🌾


Elang pagi ini akan berangkat ke kampus, dia minta bareng dengan Arkan.


"Kak, boleh berangkat bareng tidak?" tanya Elang.


"Boleh, tapi nanti pulangnya gak bisa, El. Kakak ada rapat dengan dosen dari kampus lain," kata Arkan.


"Entar pulang naik angkot," ucap Elang asal.


"Ya sudah, ayo kita berangkat!" ajak Arkan.

__ADS_1


Mereka kemudian berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil milik Arkan. Sampai di kampus Elang turun dari mobil lebih dulu, dia menghampiri Luna yang sedang menunggu Dira dan Nisa.


"Luna!" teriak Elang.


"Ada apa Elang? kamu baru datang?" tanya Luna.


"Iya, kamu ngapain sendiri?" tanya Elang.


"Nunggu Dira sama Nisa," jawab Luna.


"Ayo kita duluan aja!" ajak Elang. Yang langsung mendapatkan penolakan dari Luna.


Luna tetap menunggu Dira dan Nisa sampai mereka datang, Elang masuk ke dalam kampus lebih dulu.


"Dasar aneh gara-gara cemburu sampai segitunya," gerutu Luna setelah Elang pergi dan tak sengaja Dira yang baru datang mendengar.


"Dira!" kaget Luna.


"Luna, kamu sama siapa tadi?" tanya Nisa.


"Tidak ada yang cemburu dan aku hanya sendiri," ucap Luna.


"Aku kira ada yang cemburu sama kamu," kata Dira.


"Udah, ayo kita masuk saja!" ajak Luna, agar Dira dan Nisa tidak bertanya lagi.


Mereka bertiga lalu berjalan menuju ke kelasnya, di dalam kelas sudah ada Sisil yang menunggu Dira.

__ADS_1


"Kantin yuk!" ajak Nisa, saat melihat Sisil di dalam kelas. Dia mengajak Dira dan Luna agar tidak ribut dengan Sisil.


"Aku sudah sarapan, Nisa," ucap Luna.


"Nanti siang aja, Nisa," kata Dira.


Kedua temannya menolak, Nisa kemudian masuk ke kelas lebih dulu.


"Tukang makan, mana teman kamu?" tanya Sisil.


Nisa tidak menjawab pertanyaan Sisil, dia malah sibuk dengan ponselnya. Kebetulan Dira dan Luna baru saja masuk ke dalam kelas.


Sisil kesal dengan Nisa, hingga membuatnya mengebrak meja Nisa. Tetapi Nisa tetap diam, dia tidak mau meladeni Sisil.


"Dira, ada Sisil," bisik Luna.


"Biarin kita pura-pura tidak tau aja, Luna," kata Dira.


Sisil menghampiri Dira yang baru datang dan menanyakan keberadaan Leo.


"Dira, kamu tau tidak di mana Leo?" tanya Sisil.


"Tidak," jawab Dira singkat.


"Dia suka sama kamu, pasti kamu tau keberadaannya. Jangan pura-pura!" kata Sisil.


"Malah baru tau aku, kalau Leo suka sama aku," ucap Dira.

__ADS_1


Sisil di buat kesal oleh Dira, ingin rasanya dia mengajak Dira untuk berantem tetapi apa daya dia teringat surat peringatan itu.


__ADS_2