Sahabat

Sahabat
Bab 60


__ADS_3

Elang hari ini datang ke rumah Dira, dia mengajak Dira untuk jalan-jalan karena ada sesuatu yang akan dibicarakan. Dira akhirnya mau, karena Elang sudah meminta izin Mamah Meri dan Bundanya.


Dia mengajak Dira jalan di sebuah danau yang sangat indah, dekat dengan perbatasan kota.


"Ada angin apa Elang, kamu ngajak aku jalan-jalan?" tanya Dira, setelah sampai di danau.


"Nanti saja tanyanya, ayo kita duduk!" ajak Elang, mereka kemudian duduk di pinggir danau sambil menikmati keindahan danau itu.


"Elang, ayo jawab," kata Dira.


"Apa kamu suka dengan Kak Arkan?" tanya Elang.


Dira mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan Elang. "Maksud kamu apa tanya begitu? kita sudah seperti saudara Elang," ucapnya.


"Kalau aku yang suka sama kamu, apa kamu mau kita pacaran, Dira?" tanya Elang.


"Elang!" teriak Dira.


"Aku serius Dira, tidak sedang bercanda!" kata Elang.


Dira tak habis pikir mendengar ucapan Elang, dia tidak menjawab karena takut melukai hati Elang.

__ADS_1


"Elang, selama ini aku menganggap kamu sudah seperti keluarga sendiri. Apa jadinya kalau kita pacaran," ucap Dira, menatap Elang.


"Kalau kamu tidak mau, tolong jangan bikin hatiku sakit," kata Elang. Selama ini aku diam menahan semua, melihat kamu jalan dengan kakaku sendiri," Lanjutnya.


Dira tidak menyangka ternyata selama ini Elang menyukainya, bahkan berani mengungkapkan perasaannya.


"Elang, ayo kita pulang!" ajak Dira.


Elang menolak ajakan Dira, dia masih ingin melihat keindahan danau.


"Lupakan semua yang aku ucapkan tadi... " ucap Elang lirih.


"Di antara kita bertiga tidak boleh ada rasa Elang, karena bisa merusak persahabatan orang tua kita," kata Dira. Jadi aku akan menolak jika kamu atau kak Arkan suka sama aku," Lanjutnya.


Mereka berdua sudah akur lagi, Elang percaya dengan ucapan Dira. Semoga saja tidak ada cinta di antara ketiganya.


Di tempat lain Arkan sedang menghubungi Dira lewat pesan singkat, dia menanyakan keberadaan Dira. Dira menjawabnya dengan jujur, kalau sedang bersama Elang.


Yang menjadi pertanyaan sebenarnya Dira punya perasaan atau tidak.


Keesokan harinya di kampus Dira di panggil oleh Arkan, karena masalah tanaman yang dia injak kemarin.

__ADS_1


"Pak, kita berdua sudah merapikan tanaman itu," kata Nisa.


"Kenapa masih berantakan?" tanya Arkan.


"Mungkin ada yang menginjak lagi," jawab Dira dengan enteng.


Arkan meminta agar Dira dan Nisa merapikan lagi, kalo ini Luna ikut membantu kedua sahabatnya itu agar cepat selesai.


"Mimpi apa aku semalam, di kampus harusnya belajar malah merapikan bunga," gerutu Dira.


"Kita selesaikan saja! jangan mengeluh," kata Nisa.


"Apalagi aku yang tidak melakukan apa-apa," sahut Luna.


Setelah selesai merapikan tanaman mereka mengerjakan tugas di perpustakaan, kejadian yang dulu terulang lagi. Mereka kembali berebut buku dan di usir oleh petugas perpustakaan. Hal ini membuat Arkan jengkel melihat kelakuan Dira dan teman-temannya.


"Kalian bertiga jangan seperti anak kecil!" kata Arkan.


"Semua ini salah Bapak! kenapa menyuruh kita mengerjakan tugas di perpustakaan," kata Nisa.


"Sudah jangan ribut lagi!" kata Arkan.

__ADS_1


Kali ini Arkan tidak meminjami buku lagi, dia ingin melihat bagaimana mereka bertiga berusaha mencari buku untuk mengerjakan tugas.


Rencana mereka akan meminta tolong pada Elang.


__ADS_2