
Halo semua apa kabar hari ini🤗❤
Happy Reading📖
Buku yang mereka bertiga perebutkan akhirnya sobek, dari kejauhan ternyata mereka menjadi pusat perhatian mahasiswa lain.
"Sobek, kan," ucap Dira.
"Kalau Nisa tidak merebutnya buku ini tidak akan sobek," ucap Luna.
"Luna, kenapa jadi aku yang di salahkan," ucap Nisa.
"Kalian apa-apaan! kaya anak kecil saja!" marah Elang, merebut buku yang sobek itu.
"Kakak ganteng, kembalikan bukunya," ucap Nisa, mencoba mengambil buku dari tangan Elang.
Mereka bertiga terdiam saat Elang marah, tidak ada yang berani membantah ucapan Elang. Buku yang mereka robek di bawa Elang pergi.
"Luna, Nisa maafkan aku, ya," ucap Dira, penuh dengan penyesalan. Begitu juga dengan kedua temannya itu, mereka saling berpelukan dan minta maaf.
"Tapi, tugas kita belum selesai," ucap Luna.
"Biar nanti aku ke rumah Elang untuk ambil bukunya, besok kita kerjakan bareng lagi," sahut Dira, sembari tersenyum.
Pulang dari kuliah Dira datang ke rumah Elang, tetapi Elang belum juga pulang ke rumah. Di rumah hanya ada Arkan dan bunda Sinta. Mereka menyuruh Dira untuk menunggu kedatangan Elang.
"Elang belum pulang, sepertinya dia ke kantor Ayahnya, Dira," ucap bunda Sinta, sedang memotong sayuran di dapur.
"Kamu tunggu dulu saja, bentar lagi juga pulang," sahut Arkan, mereka memang sedang berada di dapur, saat Dira datang bunda Sinta langsung mengajak Dira ke dapur karena sedang memasak, Arkan juga baru saja selesai makan.
"Kak, tadi Dira tidak sengaja merobek buku yang di pinjam di perpustakaan kampus, terus bukunya di bawa Elang, Dira mau ambil buku itu untuk mengerjakan tugas yang belum selesai," jelas Dira, mengutarakan maksud kedatangannya mencari Elang.
"Kenapa di robek? petugas perpustakaan bisa marah Dira," ucap Arkan, dia sambil berfikir bagaimana agar Dira tidak dimarahin petugas perpustakaan yang super galak itu.
"Tidak sengaja kita berebut, kak," ucap Dira, merasa bersalah.
Tak lama kemudian Elang pulang ke rumah, dia melihat Dira ada dirumahnya kemudian menemuinya.
"Dira, tumben kamu kesini?" tanya Elang, yang baru saja datang.
__ADS_1
"Dira nungguin kamu, El," ucap bunda Sinta.
"Mana buku Dira, El?" tanya Arkan.
"Sudah aku kembalikan ke perpustakaan tadi," jawab Elang.
"Apa? Elang aku belum selesai mengerjakan tugas itu! kenapa di kembalikan?" ucap Dira.
"Kamu pinjam saja buku ke kak Arkan," kata Elang, lalu pergi meninggalkan Dira dan Arkan yang duduk di ruang makan.
"Bagaimana, kak?" tanya Dira.
"Pinjamkan saja Ar, kasihan Dira," sahut bunda Sinta.
Arkan lalu mengambilkan buku yang sama dengan apa yang di robek oleh Dira dan teman-temannya.
"Ini, jangan di robek lagi!" ucap Arkan, sembari memberikan buku itu pada Dira.
"Makasih ya, kak," ucap Dira, tersenyum ke arah Arkan.
Dira lalu berpamitan untuk pulang setelah mendapat pinjaman buku dari Arkan.
****
"Ayo kita ke perpustakaan mengerjakan tugas!" ajak Luna.
"Jangan di perpustakaan, aku gak mau," ucap Dira.
"Kenapa? disana tidak ada yang berisik," sahut Nisa.
"Yang berisik itu kita, nanti di usir lagi," ucap Dira, mengambil buku dari dalam tasnya.
"Kita kerjakan di sini saja!" kata Luna, duduk di samping Dira lalu mengeluarkan buku untuk mengerjakan tugas.
"Elang kok sekarang kelihatan cuek sama aku," ucap Dira, tiba-tiba.
"Mungkin cemburu dia, kamu dekat sama pak Arkan," ucap Nisa, asal bicara.
"Menurutku dia sedang marah sama kita kemarin, tapi kenapa dia rela di marahin petugas perpustakaan, ya?" kata Luna, dalam hatinya bertanya-tanya.
__ADS_1
"Emang kenapa kakak ganteng di marahin?" tanya Nisa, yang tidak tau apa-apa.
"Kalian tidak tau kalau kemarin Elang dimarahin petugas perpustakaan?" tanya Luna.
"Tidak!" jawab Dira dan Nisa secara bersamaan.
Luna lalu menceritakan kejadian kemarin, Elang sehabis merebut buku itu, dia langsung pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku dan mengaku kalau dia yang telah merusak buku itu. Kemudian petugas perpustakaan sangat marah kepada Elang dan melarang Elang ke perpustakaan selama satu bulan dan tidak akan meminjamkan buku lagi pada Elang. Tanpa sengaja Luna kemarin mengikuti Elang, untuk mencari tau apa yang akan dilakukan Elang pada bukunya yang robek.
"Kasihan juga kakak ganteng, bagaimana dia kalau mengerjakan tugas?" tanya Nisa,
"Ada pak Arkan, kamu tidak perlu khawatir," ucap Luna, padahal Arkan tidak pernah membantu adiknya untuk mengerjakan tugas, dia hanya meneliti apa yang sudah di kerjakan adiknya.
"Kapan selesai kalau kita ngobrol terus, ayo kita selesaikan dulu!" ajak Dira, mereka lalu kembali mengerjakan tugas, hening tidak ada lagi percakapan mereka bertiga.
###
Kejadian di panti asuhan saat ini sedang kacau, tanah yang mereka tempati saat ini di gusur oleh pemiliknya.
Anak-anak penghuni panti menangis karena ketakutan, ibu panti juga bingung mau minta bantuan pada siapa. Dira sudah tidak datang lagi saat bersama Arkan itu, jadi tidak tau keadaan panti saat ini.
"Elin, ibu minta tolong untuk mencari Dira! kamu mau, kan?" tanya ibu panti, dia berpikir Dira pasti bisa membantunya.
"Tidak bu, Elin sudah tidak mau berurusan dengan orang kaya! buktinya sekarang kita di suruh pergi, bu!" ucap Elin, semakin membenci Dira setelah kejadian ini terjadi.
"Tetapi, Dira tidak jahat, Elin," ucap Ibu panti.
"Bu, kita cari sendiri tempat untuk sementara," kata Elin, dia merasa mampu mengatasi masalah ini sendiri.
"Kalau kamu tidak mau, biar ibu sendiri yang mencari Dira," ucap Ibu panti, lalu pergi mencari keberadaan Dira.
Ibu panti tidak tau harus kemana lagi mencari Dira, dia hanya berbekal alamat kerja Dira yang ada di cafe. Ibu panti masuk ke dalam cafe dan menanyakan keberadaan Dira, saat mendengar kalau Dira sudah tidak berkerja di tempat itu, ibu panti merasa putus asa.
"Ibu, kalau boleh tau ada perlu apa mencari Dira?" tanya, salah satu teman kerja Dira dulu.
"Ini penting sekali, menyangkut kehidupan kita," ucap ibu panti.
"Bu, aku ada alamat rumah Dira, ibu bisa datang ke sana," ucapnya sembari tersenyum.
Ibu panti sangat berterimakasih kepada teman Dira, lalu dia pergi menuju alamat rumah yang diberikan tadi. Lumayan cukup dekat dengan lokasi cafe tadi, ibu panti memperhatikan rumah besar yang berada di hadapannya. Dia ragu akan masuk ke dalam gerbang rumah besar itu, lalu ibu panti memperhatikan dari jauh ada anak kecil bersama seorang wanita cantik keluar dari dalam rumah, mereka masuk ke dalam mobil. Ibu panti mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
Bersambung....
...❤❤❤❤❤...