Sahabat

Sahabat
Bab 103


__ADS_3

Pagi hari Dira sudah berangkat ke kampus, ia tidak menunggu Arkan datang menjemputnya. Karena dia akan belajar bersama Luna dan Nisa.


"Tante, Dira mana? dari tadi kok belum keluar rumah?" tanya Arkan saat menunggu Dira di depan rumah, malah yang keluar Mamah Meri.


"Tadi sudah berangkat! kirain tadi kamu udah jemput Dira," ucap Mamah Meri.


"Arkan baru datang, Tante. Kalau gitu Arkan pamit dulu! nanti di kampus juga ketemu," kata Arkan seraya menjabat tangan calon mertuanya itu.


"Iya, kamu hati-hati! kalau ketemu Dira jewer aja, berangkat gak pakai pamit," ucap Mamah Meri.


Di kampus Arkan melihat Dira, Luna dan Nisa sedang belajar di taman, tetapi ia belum sempat nyamperin mereka karena ada jam mengajar.


"Dira, kamu tumben datang pagi," ucap Luna karena biasanya Dira akan datang paling akhir di antara ketiganya.


"Aku mau nunjukin kalau nilai ku bisa bagus," kata Dira.


"Nunjukin ke siapa? Kak Arkan?" tanya Nisa.


Dira merespon ucapan Nisa dengan mengangguk, walaupun sebenarnya Arkan sudah tau nilainya.


"Harusnya kamu belajar sama Kak Arkan saja," ucap Luna.


"Namanya gak usaha sendiri kalau gitu, Luna. Aku juga gak mau, dia juga sibuk kerja gak ada waktu," jelas Dira dengan malu-malu.

__ADS_1


"Masa buat calon istrinya tidak ada waktu? kamu bercanda aja, Dira," sahut Nisa sembari merapikan bukunya.


Mereka bertiga dari tadi hanya ngobrol bukanya belajar, apalagi kalau sudah asyik ngumpul. Luna mengajak mereka untuk masuk ke kelas, karena kalau di lanjutkan ngobrolnya tidak akan ada habisnya.


***


Elang hari ini tidak ke kampus, dia mewakili Arkan meeting di kantor. Arkan tidak bisa datang karena mengajar di kampus. Saat melihat Elang yang datang Laura sangat kesal.


"Kenapa kamu yang datang! mana Pak Arkan?" tanya Laura.


"Ngajar di kampus," jawab Elang dengan santai.


"Bukanya saya sudah berpesan kalau Pak Arkan harus datang sendiri," ucap Laura dengan muka kesalnya.


"Elang!" teriak Hana yang hendak ke ruang meeting kebetulan melewati Elang dan Laura.


Elang tersenyum melihat Hana lalu mengajaknya masuk ke ruang meeting, dia akan segera memulai meeting nya.


Laura yang merasa di abaikan mengikuti mereka masuk ke dalam ruang meeting.


Setelah selesai meeting Laura menemui Elang, dia menegur Elang.


"Elang, kenapa kamu mengambil keputusan tidak menunggu Pak Arkan?" tanya Laura.

__ADS_1


"Ini urusan saya, Laura. Nanti saya pasti kasih tau Kakak," jawab Elang dengan lembut.


"Terserah kamu! pusing aku!" kata Laura lalu meninggalkan Elang yang masih mematung di tempat.


Laura sebenarnya masih meragukan kinerja Elang, padahal Arkan yang mengajari Elang.


***


Pulang dari kampus Arkan sudah menunggu Dira, ia mengajak Dira untuk pulang.


"Kak, langsung pulang ke rumah Dira aja," ucap Dira.


"Kenapa tadi pagi berangkat duluan tidak bilang?" tanya Arkan.


"Tadi buru-buru," jawab Dira sembari tersenyum ke arah Arkan.


"Lain kali bilang! jangan asal berangkat," ucap Arkan.


"Kita gak janjian, Kak! makanya Dira berangkat duluan," jelas Dira.


"Kamu kalau di bilangin gak pernah dengar," kata Arkan seraya menjewer telinga Dira seperti apa yang di katakan Mamah Meri.


Arkan kemudian melajukan kendaraannya menuju ke kantor terlebih dahulu, sehingga membuat Dira mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2