Sahabat

Sahabat
Bab 105


__ADS_3

Dira pulang dari kampus mengajak Luna dan Nisa pergi ke bioskop, ia hendak menonton film kartun kesayangannya yaitu Tom and Jerry.


"Dira, mau nonton tikus saja pakai acara ke bioskop," sahut Elang yang mendengar ucapan Dira. Kebetulan dia lewat mau pulang ke rumah.


"Jangan ngeledek napa? sebenarnya aku ingin jadi calon kakak ipar yang baik, tapi kamu yang gak ada akhlak," ucap Dira.


"Ayo Dira! gak usah dengerin kata Elang," ucap Luna.


"Iya Dir, kalian berdua saja sudah seperti tikus dan kucing," sahut Nisa.


"Apa kamu bilang?" tanya Elang melotot ke arah Nisa.


"Ayo kita berangkat!" ajak Dira kepada kedua temanya lalu mereka bertiga melangkahkan kaki meninggalkan Elang.


"Tunggu! aku ikut!" teriak Elang berlari mengejar ke tiga gadis cantik itu.


"Yes! Kakak ganteng ikut. Nanti bisa beliin kita popcorn," kata Nisa begitu gembira.


Mereka akhirnya berangkat dengan menaiki mobil Elang, entah ada apa Elang mau ikut nonton dengan ke tiga gadis itu.

__ADS_1


Setelah sampai Dira di temani Luna yang membelikan tiket untuk mereka semua, sedangkan Elang dan Nisa membeli minuman serta camilan.


Mereka benar memilih film kartun Tom and Jerry, membuat Elang terkejut. Elang berfikir kalau Dira sedang bercanda dengannya tadi.


"Dira, kenapa film anak-anak?" tanya Elang seraya menyentuh tangan Dira.


"Emang dari tadi kita mau nonton kartun, masuk yuk!" ajak Dira.


"Kakak ganteng, aku duduk di sebelah kamu ya," ucap Nisa seraya menggandeng tangan Elang.


"Nisa, kamu sebelah ku," sahut Luna, tadi mereka sudah mengatur tempat duduk waktu di kampus.


"Kamu cemburu, Lun?" tanya Elang.


Elang lalu menjambak rambut panjang Dira. "Kalau bukan calon istri Kakak sudah aku buang di kebun binatang," ucap Elang melepaskan rambut Dira karena Dira menginjak kaki Elang.


"Elang! aku bilang Kak Arkan nanti," kata Dira sembari mengerucutkan bibirnya dan merapikan rambut.


Luna melerai mereka karena bisa kena usir orang, kalau mereka ribut terus.

__ADS_1


Dira duduk di samping Luna sedang Elang bersama Nisa, Luna sebagai pemisah antara Elang dan Dira karena kalau tidak pasti ribut lagi.


"Kakak ganteng, pegang tangan Nisa dong! biar seperti di film-film itu," ucap Nisa seraya memasukkan popcorn ke dalam mulutnya.


"Yang kita lihat film anak-anak, Nisa. Kalau romantis gitu pasti aku pegang erat-erat tangan kamu," kata Elang menatap Nisa jengah.


"Jangan berisik! udah mau mulai," kata Dira sembari melihat ke arah Nisa dan Elang yang sedang berbicara.


***


Di kampus Arkan menunggu Dira, tetapi sudah tidak ada. Ia juga baru membaca pesan dari Dira yang bilang kalau sedang berada di bioskop.


📩 "Kak, Dira sekarang di bioskop lagi nonton film kesukaan.


📩 "Sama siapa? kenapa gak ngajak? film apa?"


📩 "Biasa sama Luna, Nisa dan adik kamu yang sok kegantengan!


📩 "Yasudah kalau sama mereka, Kakak kerja dulu.

__ADS_1


Kiranya seperti itu isi pesan Dira dan Arkan, jauh dari kata mesra. Mereka memang masih canggung, terutama Dira.


Arkan akhirnya pergi ke kantor, ia merasa tenang kalau Dira sudah bersama kedua sahabatnya itu dan Elang. Dia juga bisa fokus berkerja, tidak terlalu kepikiran Dira lagi. Kebetulan kerjaan Arkan di kantor sangat banyak.


__ADS_2