
"Nisa mana, Dira?" tanya Luna, karena belum melihat Nisa yang dari tadi mereka ikuti.
"Kita kehilangan jejak," jawab Dira.
"Dira, Luna lebih baik kalian pulang, biar aku yang mencari Nisa," ucap Elang.
Mereka berdua tidak mau pulang, sebelum Nisa ketemu. Karena kalau di tinggal pulang, Sisil dan Keke akan menggangu Nisa.
"Kita cari Nisa lagi!" ajak Dira.
Dira, Luna dan Elang mencari Nisa di depan ruang dosen, mereka mondar-mandir di tempat itu.
"Nisa!" teriak Dira.
"Dira, kamu ngapain teriak-teriak?" tanya Arkan, yang tiba-tiba keluar dari ruangannya.
"Cari Nisa, Kak," jawab Dira. Tadi Nisa menghilang di sini," Lanjutnya.
"Kalian boleh nyari Nisa di sini, tapi jangan teriak gitu," kata Arkan.
"Apa Bapak tidak melihat Nisa?" tanya Luna.
"Tidak, Luna! aku baru datang," jawab Arkan.
Nisa mendengar teriakan Dira, tetapi dia tidak bisa keluar karena takut dosen yang ada di ruangan itu melihatnya.
__ADS_1
Nisa tidak tahan menahan lapar, saat dosen yang berada di ruangan itu sedang fokus dengan kertas di meja Nisa keluar dengan mengendap-endap. Begitu sampai di depan pintu dia berlari dan menabrak dosen perempuan yang galak.
"Apa yang kamu lakukan di sini? mau mencuri, ya!" kata Dosen galak.
"Tidak, Bu! Nisa pergi dulu," ucap Nisa.
"Nisa, kamu kemana aja? kita dari tadi cari kamu," ucap Luna.
"Untung kalian datang," kata Nisa.
Dosen galak itu masih berdiri di depan pintu, dia masih melihat ke arah Nisa. Arkan kemudian mengajak bicara dosen itu dan mengisyaratkan agar Nisa, Dira, Luna dan Elang segera pergi. Elang paham dengan maksud Kakaknya, lalu dia berbisik mengajak temannya pergi.
"Nisa, lain kali kalau takut sama Sisil jangan bikin masalah," kata Elang.
"Kakak ganteng, aku tidak takut tadi hanya terpaksa lari. Kalau mereka tidak aku siram air mungkin kepala Dira sudah botak," ucap Nisa.
"Jangan ribut terus! pusing aku dengar kalian berisik," kata Elang.
Nisa kemudian mengajak teman-temanya ke kantin, karena dia sudah tidak tahan menahan lapar. Di kantin Nisa kembali memesan makanan banyak.
"Dira, Luna, Kakak ganteng, kalian pesan makanan apa?" tanya Nisa.
"Aku lihat kamu makan sudah kenyang, Nisa," ucap Elang.
Dira dan Luna memesan minuman, karena mereka tidak lapar. Setelah dari kantin mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
***
"Jeng, kamu setuju tidak kalau kita jodohkan anak kita," ucap Bunda Sinta.
"Baru mau bilang jeng, takut di tolak," kata Mamah Meri.
"Tapi, Elang melarang karena takut merusak persaudaraan keluarga kita," kata Bunda Sinta.
"Kalau Elang tidak mau, bagaimana kalau Arkan saja," kata Mamah Meri.
"Elang masih harus meneruskan pendidikannya jeng, saya juga setuju kalau Arkan sama Dira," kata Bunda Sinta.
Menurut Bunda Sinta Arkan sudah mapan dan sudah siap untuk berkeluarga, kalau soal Dira memang dari dulu tidak di izinkan untuk berkerja.
"Nanti saya bicarakan dengan Papah Dira dulu jeng, semoga saja setuju," kata Mamah Meri.
"Iya, jeng. Saya juga harus membicarakan dengan keluarga juga," ucap Bunda Sinta.
Bunda Sinta juga khawatir kalau Arkan menolak, dia dan Mamah Meri berencana tidak akan bilang dulu siapa yang dijodohkan dengan Dira maupun Arkan.
"Bagaimana dengan Elang?"
...----------------...
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...