Sahabat

Sahabat
Bab 101


__ADS_3

"Kak, buka pintunya," pinta Dira.


"Nanti saja! pulang bareng aku," kata Arkan masih fokus dengan laptopnya.


Dira bingung nanti mau jawab apa kalau di tanya Luna dan Nisa. Ia masih memaksa Arkan untuk membukakan pintu yang di kunci oleh Arkan.


"Luna sama Nisa kalau nyariin gimana, Kak?" tanya Dira mencari alasan agar bisa keluar dari ruangan itu.


"Tinggal kirim pesan, udah beres," ucap Arkan dengan santai.


"Bukan begitu, tapi...


"Udah gak usah nyari alasan," sahut Arkan.


Arkan lalu meminta ponsel Dira dan mengirimkan pesan pada Luna dan Nisa, kalau Dira pulang bareng dengannya.


"Luna, ayo kita pulang! Dira bareng kak Arkan," ucap Nisa setelah membuka pesan dari Dira.


"Aneh Dira, biasanya juga gak ! kirim pesan," kata Luna sembari melihat layar ponselnya.


Luna dan Nisa kemudian keluar dari dalam kampus, mereka hendak menunggu angkot lewat.


Di dalam ruangan Arkan, Dira masih merengek minta dibukakan pintu. Dira beralasan kalau ada dosen datang bagaimana, Arkan tidak peduli dengan ucapan Dira dia fokus pada laptopnya.


"Kenapa lama sekali Kak? Ayo kita pulang!" ajak Dira.


"Sebentar, sabar ini sebentar lagi juga sudah selesai," ucap Arkan.


"Dari tadi sebentar terus," protes Dira.


"Ya kamu yang nggak sabar, jadinya lama," kata Arkan sembari merapikan meja.


Kali ini beneran sudah selesai Arkan kemudian mengajak Dira untuk pulang, tetapi dia tidak mengajaknya pulang ke rumah Mamah Meri ataupun ke rumah bundanya. Arkan mengajak pulang ke rumahnya, setelah sampai Dira bertanya pada Arkan.


"Kenapa pulang ke sini,Kak?" tanya Dira.


"Kamu tidak suka kalau kita pulang ke sini?" ucap Arkan.


"Bukan begitu tapi, kita di sini cuma berdua aja," terang Dira.


"Sayang, kamu jangan khawatir, kita juga tidak ngapa-ngapain kan?" ucap Arkan lagi.


Arkan lalu mengajak Dira masuk ke dalam rumah, lalu menyuruhnya untuk beristirahat kemudian ia masuk ke dalam ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


Dira bukannya istirahat, dia malah gelisah kemudian mencari Arkan di ruang kerjanya.


"Kak, Dira keluar dulu cari angin," ucap Dira ingin keluar rumah dan keliling kompleks.


"Jangan lama-lama," sahut Arkan.


Saat hendak keluar dari rumah Dira bertemu Elang dan Bundanya yang baru datang. Dira kemudian mengurungkan niatnya untuk keliling kompleks.

__ADS_1


"Dira, kamu sudah datang?" tanya Bunda Sinta.


"Baru saja, Tante," ucap Dira malu-malu.


"Kakak mana?" tanya Elang sembari menerobos masuk ke dalam rumah.


Dira belum sempat menjawab pertanyaannya, Elang sudah melangkah masuk ke dalam rumah. Kemudian Bunda Sinta dan Dira ikut masuk ke dalam rumah.


Elang kemudian masuk ke ruang kerja Arkan,dia hendak meminta ganti rugi karena sudah mengantarkan Dira mengambil tugas.


"Bukannya kamu tadi masih di kampus! Kenapa sudah datang ke sini?" tanya Arkan.


"Oh... aku tadi pulang duluan, di suruh sama Bunda antar ke sini," jelas Arkan.


Arkan menyuruh Elang untuk duduk, lalu menyuruhnya untuk memeriksa berkas dari kantor.


"Jangan lupa ganti rugi, Kak," ucap Elang mengingatkan Arkan.


"Sama calon Kakak ipar perhitungan kamu, El," kata Arkan tanpa melihat Elang.


"Dira yang mulai duluan! gak ada yang gratis buat dia," ucap Elang.


"Dasar kamu, El! di minta tolong gak ikhlas, lagian tadi juga ada Leo yang mau antar," sahut Dira mengantarkan dua cangkir teh untuk Arkan dan Elang lalu menaruhnya di meja.


"Ini urusan ku sama Kakak, keluar kamu!" ketus Elang.


Dira kemudian kembali ke dapur, dia menemani bunda Sinta memasak.


Beberapa saat kemudian saat Dira sedang memotong sayuran, Elang berteriak memanggilnya.


"Biar Bunda yang kesana," ucap Bunda Sinta hendak berdiri.


"Tante, biar Dira," ucap Dira lalu menuju ke ruang kerja Arkan lagi.


Dira berdiri mematung di pintu dan bertanya pada Elang, kenapa dia berteriak.


"Apa, Elang? teriak-teriak seperti di hutan saja!" ucap Dira.


"Tehnya pahit," ucap Elang.


"Iya sayang, tolong ambilkan gula," sahut Arkan dengan lembut.


"Ada jomblo, Kak. Jangan panggil sayang," kata Dira lalu mengambilkan gula.


"Perutku mendadak mual," ucap Elang.


Arkan lalu memukul Elang dengan buku, dia kesal karena Elang mengejeknya.


Dira mengambil gula di dapur, saat akan kembali Bunda Sinta bilang kalau tadi lupa memberi gula. Kemudian Dira memberi gula ke dalam teh Arkan dan Elang.


***

__ADS_1


Luna saat ini sedang berada di perpustakaan kota dengan Nisa, mereka membaca buku di sana.


"Luna, suruh Dira datang ke sini biar seru," ucap Nisa.


"Dira lagi sama Kak Arkan entar ganggu lagi," kata Luna. Bagaimana kalau Elang saja," Lanjutnya.


"Boleh juga! nanti kita pasti di traktir," ucap Nisa.


Elang yang mendapat pesan singkat dari Luna, hendak pamit menemui Luna. Tetapi Arkan memintanya untuk mengambil berkas di kantor. Elang bingung mau yang mana dulu yang di utamakan.


Kemudian Elang mengambil berkas terlebih dahulu lalu akan menemui Luna.


Di kantor Elang menemui Laura yang seksi itu, dia tidak suka dengan Laura dari dulu karena penampilannya.


"Laura, mana berkasnya!" kata Elang dengan ketus tanpa melihat Laura.


"Ini! bilang sama Pak Arkan besok pagi ada meeting penting, harus bisa datang," ucap Laura sembari memberikan berkas itu pada Elang.


"Kalau meeting pakai pakaian yang sopan!" kata Elang.


"Pergi sana! bocah mana tau fashion," kata Laura mengusir Elang karena pasti mengomentari pakaian yang digunakan.


"Aku juga akan pergi! muak lihat kamu," ucap Elang kemudian meninggalkan Laura.


"Dasar ganteng-ganteng gila!" gerutu Laura saat Elang pergi.


"Ada apa, Bu? kelihatannya bete gitu?" tanya Aldi saat akan memberikan berkas yang selesai dia kerjakan.


Laura kemudian meminta berkas yang di bawa Aldi, dan menyuruhnya untuk pergi dari pada menambah dia bete. Aldi pun pergi dengan tersenyum, dia senang kalau melihat Laura marah-marah.


"Aldi, kena omel Bu Laura ya?" tanya Hana.


"Dia bete sama Elang sepertinya," jawab Aldi.


"Mereka gak pernah akur sepertinya, Elang juga pakaian saja jadi masalah," ucap Hana.


"Gimana gak masalah seksi, bikin gemes lagi," kata Aldi.


"Aldi!" teriak Hana seraya melotot ke arah Aldi.


Aldi kemudian mengajak Hana untuk pulang, karena sudah waktunya pulang kerja.


Elang saat ini menuju ke perpustakaan kota, dia kemudian mengajak Luna dan Nisa ke rumah Arkan. Luna dan Nisa menolak karena tidak enak dengan Arkan dan Dira, mereka takut mengganggu.


"Elang, kita suruh kamu ke sini buat menemani baca," kata Luna.


"Ini berkas Kakak gimana? entar keburu mau dikerjakan," jelas Elang.


"Kenapa tadi gak bilang kalau sibuk?" sahut Nisa.


"Bukannya aku selalu ada buat kalian bertiga? terutama calon kakak ipar ku yang ngeselin," kata Elang.

__ADS_1


"Ya udah, ayo ke rumah Kak Arkan! dari pada nanti kamu di marahin," ucap Luna.


Mereka berdua akhirnya setuju pergi ke rumah Arkan dengan Elang.


__ADS_2