Sahabat

Sahabat
Bab 97


__ADS_3

Arkan mengajak Elang dan Aldi untuk ke rumahnya, tetapi Elang tidak mau karena masih kesal dengan Dira dan teman-temannya.


"Elang, bisa-bisanya kamu marah sama cewek," ucap Aldi.


"Mereka sudah keterlaluan," kata Elang.


"Beneran marah kamu, El?" tanya Arkan.


"Tidak cuma kesal aja," jawab Elang.


Arkan kemudian berpamitan, ia akan menjemput Dira dan teman-temannya di mall. Dira dan teman-temannya sudah menunggu dari tadi, tetapi Arkan tak kunjung datang. Mereka bertiga sudah menunggu di pinggir jalan. Tak lama kemudian akan baru datang.


Mereka semua langsung menuju ke rumah Arkan, ternyata sudah ada Bunda Sinta yang sedang memasak.


Dira protes ke Arkan, kenapa tidak bilang kalau Bunda Sinta sudah ada di rumahnya. Dira jadi malu sendiri karena tidak ikut membantu memasak.


"Tante belum lama juga, kok," kata Bunda Sinta. Ayo kalau mau bantu masak," Lanjutnya.


"Untung masih bisa bantu, Tante," ucap Dira.


Mereka bertiga lalu membantu memasak Bunda Sinta, agar cepat selesai.


"Tante, Kakak ganteng datang kesini gak ya?" tanya Nisa.


"Gak tau, Nisa. Tadi bukanya mau antar kalian?" ucap Bunda Sinta.

__ADS_1


"Kita tinggal pergi, Tante. Soalnya lama banget keburu tutup mall nya," kata Dira.


"Elang tadi marah sama kalian bertiga," sahut Arkan.


"Marah kenapa? salah dia lama," ucap Luna.


"Mobilnya kalian coret-coret," kata Arkan.


"Siapa suruh malas nyuci. Sebenarnya kita itu baik sama Elang, biar dia jadi anak yang rajin," ucap Dira.


"Kalian tega sama anak Tante," ucap Bunda Sinta.


"Dira, tadi yang ngajakin kita," ucap Nisa dengan polosnya.


Sebenarnya Bunda Sinta hanya bercanda, dia tidak pernah ikut campur urusan anak-anaknya dengan temannya.


"Dira!" teriak Elang yang baru saja datang dengan Aldi.


"Ada apa, Elang?" sahut Dira.


"Kenapa kamu coret-coret mobil ku?" tanya Elang.


"Terpaksa! kamu lama banget di tunggu," jawab Dira.


"Aku nunggu Kakak mandi, jadi lama! kalian aja yang gak sabar," kata Elang

__ADS_1


Di sela-sela Elang berbicara dengan Dira, Nisa mendekati Aldi dan berkenalan. Aldi pun mau karena Nisa menurutnya ramah, berbeda dengan Luna yang hanya diam.


"Makan yuk!" ajak Arkan mencairkan suasana.


"Aku gak lapar!" ucap Elang dan Dira secara bersamaan.


"Kompak kalian! jangan-jangan jodoh," kata Aldi.


"Beruntung aku sama Kakaknya bukan sama dia, bisa-bisa piring di dapur melayang," kata Dira menunjuk ke arah Elang.


Bunda Sinta, Arkan, Luna dan Nisa mereka sudah berada di meja makan.


"Ayo Aldi ikut makan!" ajak Nisa. Ini aku ambilkan," Lanjutnya.


"Nisa, kamu baik banget! baru juga kenal udah ambilkan makan," sahut Luna.


Dira dan Elang mereka tidak ikut makan, karena Dira masih kenyang sedangkan Elang masih kesal.


Setelah selesai makan mereka beristirahat, sambil menonton televisi. Bunda Sinta pamit akan pergi ke butik Mamah Meri sebentar, mereka ada janji dengan temannya.


"Dira, minta maaf dulu sama Elang," ucap Arkan dengan lembut.


"Kak...


"Ayo buruan! dari pada nanti Kakak hukum," kata Arkan menyuruh Dira agar meminta maaf pada Elang, karena dia yang salah.

__ADS_1


Dira lalu mendatangi Elang dan meminta maaf, Elang pun memberi maaf ke Dira. Mereka seperti anak kecil saja.


__ADS_2