Sahabat

Sahabat
Bab 23


__ADS_3

...🇮🇩Happy Reading 🇮🇩...


"Kak, terimakasih sudah mengantarkan Dira pulang," ucap Dira, Arkan menganggukkan kepalanya lalu melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.


Kemudian Dira masuk ke dalam rumah, ternyata bunda Sinta sedang ada di rumah Dira. Bunda Sinta dan Mamah Meri belajar membuat kue.


"Dira, kamu baru pulang?" tanya Mamah Meri.


"Iya mah, tadi Dira pergi dengan kak Arkan," ucap Dira, melihat ke arah bunda Sinta.


"Arkan juga sudah minta izin kemarin," ucap mamah Meri.


"Gak papa Dira, tante juga sudah tau," sahut bunda Sinta.


"Hehe... iya tante," kata Dira.


"Jeng Meri, ini mau pakai toping apa kuenya?" tanya bunda Sinta.


"Enaknya buah aja ya, jeng," jawab mamah Meri.


"Strawberry saja tante," sahut Dira.


"Boleh juga, Dira," kata bunda Sinta.


"Dira bantu potong buahnya, boleh kan tante?" tanya Dira.


"Boleh banget, Dira," jawab bunda Sinta, tersenyum ke arah Dira.


Kemudian Dira mengambil buah strawberry di kulkas, lalu dia memotongnya dan menghias kue buatan bunda Sinta dan mamah Meri.


"Enak ya jeng, punya anak gadis bisa bantu masak," ucap bunda Sinta.


"Sebentar lagi kamu juga punya anak gadis, jeng," kata mamah Meri.


"Dira saja aku bawa pulang boleh tidak, jeng?" tanya bunda Sinta, sambil bercanda dengan mamah Meri.


"Tukeran saja jeng," balas mama Meri.


"Mamah sama tante yang benar saja, masa Dira di tuker," sahut Dira.


Mereka bertiga tertawa, membuat kue sambil bercanda, hingga tak terasa kue yang mereka buat sudah jadi.


"Dira, besok pulang dari kampus kamu langsung ke butik ya," ucap mamah Meri.


"Tapi mah," kata Dira, dia masih belum mau untuk belajar bisnis seperti mamahnya.


"Gak ada tapi-tapian!" tegas Mamah Meri.


"Kebetulan tante juga mau ke butik mamah kamu, Dira," sahut bunda Sinta.


"Tante, Dira belum siap kalau harus belajar di butik," kata Dira.


"Jeng Sinta, tadi aku masak banyak, panggil Arkan dan Elang kesini, kita makan malam bareng!" ajak mamah Meri.


"Iya, nanti jeng kalau mereka mau," jawab bunda Sinta.

__ADS_1


"Tidak menerima penolakan, jeng," ucap mamah Meri.


"Mamah, kenapa sekarang suka maksa?" tanya Dira.


"Mamah kamu tidak memaksa, Dira," ucap bunda Sinta.


Bunda Sinta pamit untuk pulang dan membersihkan diri dulu, setelah itu nanti akan kembali lagi mengajak Arkan dan Elang.


Sementara saat ini Dira dan mamahnya sedang mempersiapkan makan malam mereka, mamah Meri terlanjur memasak makanan yang sangat banyak, karena tadi ada saudara yang mau datang tetapi tidak jadi.


****


Bunda Sinta mengajak anak-anaknya untuk ke rumah Dira, tetapi Elang tidak mau ikut karena mengerjakan tugas.


"Elang, beneran kamu tidak ikut ke rumah Dira?" tanya Arkan, sengaja ingin meledek adiknya.


"Tidak kak, tugas Elang banyak," ucapnya sambil mengerjakan tugas yang menumpuk di meja belajar.


"Kita berangkat dulu, El!" pamit bunda Sinta.


Bunda Sinta dan Arkan meninggalkan Elang di rumah sendiri, karena sudah di tunggu mamah Meri dan Dira.


Elang menjadi tidak konsentrasi dalam mengerjakan tugas, dia penasaran ada acara apa di rumah Dira, dia berencana untuk menyusul bunda dan kakaknya.


****


Bunda Sinta mengetuk rumah Dira, kebetulan mamah Meri yang membukakan pintu, dan menyuruh mereka ke ruang makan.


"Elang mana, jeng?" tanya mamah Meri.


"Sedang mengerjakan tugas kuliah, jeng," jawab bunda Sinta.


"Paling nanti juga nyusul, tante," sahut Arkan.


"Kak Arkan sengaja itu kasih tugas banyak buat kita," ucap Dira.


"Buat kebaikan kalian juga," jawab Arkan, tersenyum ke arah Dira.


"Tuh... dengerin, Dira," kata mamah Meri.


"Jangan mau mengerjakan, Dira," ucap bunda Sinta.


"Ayo kita mulai makan!" ajak mamah Meri.


Saat mereka baru akan menyendok nasi terdengar ketukan pintu dari luar.


Tok... tok... tok...


"Biar Dira yang buka," ucap Dira, bangkit dari duduknya lalu membuka pintu, ternyata Elang yang datang membawa beberapa buku.


"Elang," ucap Dira.


"Iya aku," jawab Elang.


"Ayo kita masuk!" ajak Dira, mengajak Elang masuk menuju ke ruang makan.

__ADS_1


Kedua keluarga itu lalu makan malam bersama, setelah selesai Elang mengajak Dira untuk mengerjakan tugas bersama. Bunda Sinta dan mamah Meri membereskan meja makan.


"Ini semua gara-gara kak Arkan tugas kita jadi banyak," gerutu Elang.


"Kok aku yang di salahkan, El?" tanya Arkan.


"Kakak kan yang kasih tugas," sahut Dira.


"Kakak Arkan, ayo kita belajar sendiri!" ajak vio, adik Dira yang masih SD, sambil membawa buku.


"Vio, sini!" panggil Arkan, lalu mendekat ke arah Arkan.


"Kakak ini Vio tidak bisa," ucap Vio. Sementara Dira dan Elang mengerjakan tugas sambil mendengar celotehan Vio.


Arkan mengajari Vio pr matematika, Vio memperhatikan cara Arkan mengajarinya.


"Terimakasih kakak Arkan, sudah bantu Vio," ucap Vio.


"Sama-sama Vio," jawab Arkan.


"Kakak, kalau Vio tidak bisa lagi besok ajarin ya," ucap Vio.


Arkan mengiyakan perkataan Vio, karena sudah malam Vio kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Sekarang giliran Dira yang merengek untuk di ajari, tetapi Arkan menolak dengan alasan itu tugas harus di kerjakan sendiri.


"Kakak, giliran Dira minta tolong tidak mau," gerutu Dira.


"Itu harus di kerjakan sendiri, Dira," kata Arkan.


"Sudah kita kerjakan sendiri, Dira," sahut Elang.


Arkan tersenyum melihat Dira dan Elang yang sedang mengerjakan tugas. Tugas yang dia berikan memang tidak sulit tetapi banyak.


Bunda Sinta dan mamah Meri sudah selesai beres-beres, mereka datang membawa minuman dan kue yang di buatnya tadi.


"Elang, Dira berhenti dulu tugasnya, kita minum dan makan kue!" ajak bunda Sinta.


"Biar Arkan yang menghabiskan kuenya tante, kelihatannya enak," ucap Arkan pada mamah Meri.


"Boleh, ini buat kamu saja, Elang sama Dira kan tidak mau," kata mamah Meri, sembari memberikan sepiring kue ke Arkan.


"Arkan, sudah jangan meledek adikmu terus," ucap bunda Sinta.


Arkan hanya tersenyum ke arah bunda nya, Dira dan Elang masih fokus dengan tugasnya. Mereka akhirnya tergoda juga dengan kue itu, dan berhenti mengerjakan tugas.


Kedua keluarga itu memang sangat akur dari dulu, sudah seperti saudara tetapi, akankah ada cinta di antara mereka bertiga? yang tau hanya perasaan mereka sendiri hehe....


Semoga selalu akur sampai kapan pun, karena yang paling utama adalah kebersamaan dan kerjasama serta kerukunan.


Waktu semakin larut malam, membuat Arkan, Elang dan bunda Sinta berpamitan untuk pulang. Besok mereka juga harus bangun pagi dan melanjutkan aktivitas seperti sedia kala.


Bersambung......


Terimakasih buat yang sudah membaca dan mendukung ❤🤍

__ADS_1


Mohon di maafkan atas keterlambatan up nya 🙏🤗🤗


Jangan lupa nantikan kelanjutannya 🖤🖤🖤


__ADS_2