Sahabat

Sahabat
Bab 74


__ADS_3

Bunda Sinta mengajak Arkan untuk ke butik hari ini, karena Mamah Meri sudah menyiapkan semua.


"Arkan, nanti dari kampus ke butik Tante Meri ya," ucap Bunda Sinta.


"Di kantor ada meeting, Bunda," kata Arkan.


"Bunda gak mau tau! pokoknya nanti kamu harus datang," ucap Bunda Sinta.


Arkan tidak mau membuat Bundanya kecewa, dia berjanji akan datang tetapi setelah dari kantor. Elang dari tadi hanya diam, dia tidak berkomentar apapun. Ada rasa kecewa tapi dia sadar kalau Kakaknya juga berhak bahagia.


"Elang, ayo berangkat bareng!" ajak Arkan.


"Kakak, duluan saja," tolak Elang. Arkan akhirnya berangkat ke kampus sendiri, karena Elang tidak mau bareng.


***


Dira, Luna dan Nisa saat ini sudah sampai di butik milik Mamah Meri.


"Dira, kamu coba gaun yang ini," ucap Mamah Meri.


Mamah Meri memberikan gaun yang sangat cantik dengan warna putih tulang, gaun model terbaru yang di desain oleh seorang desainer terkenal. Dira mengambil gaun itu dan hendak mencobanya.


"Cantik banget gaunnya," ucap Nisa.

__ADS_1


Gaun itu sangat pas di tubuh Dira, warna yang cocok dengan kulitnya yang putih bersih semakin menarik saat digunakan. Dira memutar-mutar tubuhnya lalu meminta pendapat Mamah Meri dan kedua sahabatnya.


"Wah... cantik sekali calon mantu ku," sahut Bunda Sinta, yang baru saja datang. Dira, Luna dan Nisa melihat ke arah Bunda Sinta, mereka terkejut mendengar ucapan Bunda Sinta.


"Calon mantu?" ucap Dira.


"Kenapa pada kaget?" tanya Mamah Meri.


"Jeng Dira belum di kasih tau?" tanya Bunda Sinta pada Mamah Meri.


"Belum jeng," jawab Mamah Meri.


"Dira mau menikah sama Pak Arkan, ya?" tanya Nisa.


Luna lalu mencubit lengan Nisa, mengisyaratkan agar diam. Karena Dira kelihatan sangat kaget.


Bunda Sinta lalu mengajak Dira untuk berbicara di luar, untuk menjelaskan semuanya.


"Dira, maafkan Tante sama Mamah kamu. Semua itu rencana kita sudah lama," ucap Bunda Sinta.


"Kenapa Kak Arkan tidak jujur, Tante? Dia hanya bilang kalau mau menikah," ucap Dira.


"Saat itu Arkan memang belum mengetahui semua, kita sengaja merahasiakan. Tapi Arkan mendesak Tante, jadi ketauan," jelas Bunda Sinta.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Elang? pantas saja dia marah dengan Dira," kata Dira.


"Kamu tenang saja, biar Tante yang menjelaskan. Sekarang apa kamu mau menerima Arkan?" tanya Bunda Sinta.


Dira sebenarnya ingin menolak tetapi takut membuat kecewa, dan menghancurkan persahabatan kedua keluarga. Akhirnya Dira mau menerima.


Bunda Sinta lalu mengajak Dira untuk kembali ke butik, ternyata Arkan sudah datang. Dira menjadi sangat malu ketika bertemu dengan Arkan, dia hanya menundukkan kepala.


"Arkan, ayo coba baju kamu!" kata Bunda Sinta.


"Tidak usah, Bun! pasti sudah pas," ucap Arkan.


"Dira tadi sudah mencoba, sekarang giliran kamu," kata Mamah Meri.


"Arkan coba di rumah saja, Tante," ucap Arkan.


Mamah Meri tidak memaksa Arkan, dia membungkus bajunya untuk di bawa pulang Arkan.


Suasana menjadi canggung, Luna dan Nisa mendadak jadi pendiam. Apalagi Dira sangat malu dengan calon suaminya itu.


"Ayo kita pulang! ini sudah selesai," ajak Dira pada kedua sahabatnya.


"Dira, aku sama Nisa pulang sendiri saja! kita ada perlu," bohong Luna.

__ADS_1


"Kalian kenapa? kita pulang bareng saja!" ucap Dira.


Arkan hanya tersenyum melihat ketiga gadis itu, dia menawarkan diri untuk mengantar Luna dan Nisa tetapi di tolak. Luna dan Nisa kemudian berpamitan lalu pulang berdua.


__ADS_2