Sahabat

Sahabat
BONUS


__ADS_3

Arkan dan Dira yang berada di rumah Bunda Sinta, mereka harus menginap. Bunda Sinta tidak menerima penolakan dalam bentuk alasan apapun, padahal rumah mereka juga tidak terlalu jauh.


Kebetulan Arkan hari ini sudah kerja lagi, jadi di rumah Dira hanya sendiri. Elang mengantarkan Bunda Sinta memasak kue di tempat Mamah Meri. Dira sengaja di suruh untuk menjaga rumah, padahal biasanya juga gak ada yang jaga.


Dira bingung di rumah mau ngapain, karena semua pekerjaan rumah sudah selesai semua. Arkan berjanji akan pulang lebih awal, agar bisa menemani istrinya. Kebetulan hari ini pekerjaan tidak terlalu banyak seperti biasanya.


Akhirnya Arkan pulang juga dari kantor, Dira langsung membuatkan minum untuk suaminya dan menyiapkan makanan. Setau Dira tugas seorang istri hanya melayani saja, untuk yang lain dia belum begitu paham.


"Terimakasih sayang, kamu perhatian sekali," ucap Arkan sembari menerima secangkir kopi yang Dira buatkan.


"Perasaan tiap hari Dira juga begini, Kak," kata Dira.


"Ini beda, sayang," kata Arkan.


Dira kemudian mengajak Arkan untuk makan, setelah selesai makan ia hendak mengajak ke rumah Mamah Meri tetapi Dira takut.


*

__ADS_1


*


Di rumah Mamah Meri mereka sedang membuat kue, karena hari ini adalah ulang tahun Arkan. Mereka sengaja tidak memberitahukan pada Dira, mereka semua juga sudah menyiapkan kado spesial untuk Arkan dan Dira.


"Jeng, sudah siap semua belum?" tanya Mamah Meri.


"Sudah, ini kuenya bagus sekali! Vio sama Elang yang menghiasi," kata Bunda Sinta.


Karena sudah malam Elang mengajak untuk segera memberikan kue itu pada Arkan, takutnya Arkan sudah tidur.


Dira yang mendengar suara keributan terkejut, lalu menghampiri mereka semua. Dia sangat malu, karena sama sekali tidak mengetahui kalau suaminya sedang berulang tahun.


Dira menahan semua, dia tidak ingin merusak moment bahagia suaminya. Satu persatu mereka mengucapkan selamat untuk Arkan, lalu berpamitan untuk beristirahat. Kini giliran Dira yang akan mengucapkan tetapi Arkan memintanya nanti saja.


"Kak, maafkan Dira! pasti Kakak kecewa dengan Dira," kata Dira dengan sedih.


"Sayang, kamu jangan sedih. Aku saja juga lupa kalau hari ini ulang tahun," kata Arkan.

__ADS_1


"Setidaknya Dira bisa menyiapkan kado untuk, Kakak," ucap Dira mengerucutkan bibirnya.


"Belum terlambat kalau mau kasih kado," kata Arkan sambil tersenyum.


Dira kemudian mengucapkan selamat ulang tahun untuk suaminya, dia juga memeluk Arkan dengan erat. Arkan sudah tidak mau menahan lagi hasrat yang terpendam selama ini, dia lalu mengangkat tubuh mungil istrinya kemudian melakukan hal yang biasanya suami istri lakukan pada umumnya.


Setelah pergumulan itu terjadi, Arkan membantu Dira untuk membersihkan tubuhnya.


"Terimakasih sayang, kado terindah dari mu," ucap Arkan seraya mencium kening istrinya.


Kebahagiaan yang tersirat pada keduanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Dira sangat bahagia walaupun harus menahan rasa sakit.


"Kak, Dira malu! kalau besok tidak bisa jalan gimana?" tanya Dira dengan wajah paniknya.


"Bisa sayang, sakitnya sementara kok. asal kamu mau melakukannya lagi," ucap Arkan modus.


Dira melotot ke arah suaminya, lalu menutup tubuhnya yang masih polos dengan selimut. Arkan tersenyum melihat istrinya, dia kemudian memeluknya. Kedua insan itu tidur dengan rasa bahagia, yang selama ini mereka pendam akhirnya terlampiaskan juga.

__ADS_1


__ADS_2