
Luna dan Nisa hari ini datang ke rumah Dira, mereka memberitahu Dira kalau besok ada ujian. Sudah hampir satu minggu Dira tidak mau berangkat kuliah, dia sudah putus asa karena akan menikah. Jadi dia berfikir untuk apa lagi kuliah kalau ujungnya menikah dan tidak bekerja lebih dulu.
"Dira, besok kita sudah mulai ujian. Kita harus lulus dengan nilai yang memuaskan," ucap Luna.
"Gak mungkin bisa, Luna. Aku sama Dira sudah mentok," ucap Nisa.
Dira hanya tersenyum mendengar kedua temanya, dia sudah tidak ada niat lagi untuk masuk kuliah. Yang ada dipikirannya sekarang bagaimana agar acara pernikahannya berjalan lancar, karena tinggal menghitung hari.
Arkan datang ke rumah Dira bersama Elang, dia tadinya juga akan membujuk Dira agar mau kuliah lagi. Tetapi sudah ada Luna dan Nisa, Elang kali ini di larang meledek Dira. Arkan sudah berpesan di rumah tadi, karena kalau tidak mereka hanya akan berdebat.
"Kakak ganteng, akhirnya datang kesini juga," ucap Nisa kegirangan saat melihat Elang datang.
"Eh, Nisa ternyata sudah di sini," sapa Elang kemudian duduk di sebelah Nisa.
"Ada apa ini kumpul di sini?" tanya Arkan sembari melirik Dira.
"Kita mau ajakin Dira untuk ikut ujian besok," jawab Luna.
"Kalian semua harus ikut ujian, biar bisa lulus," kata Arkan.
__ADS_1
Mereka bertiga setuju dengan apa yang dikatakan Arkan, hanya Dira yang diam tidak berpendapat apapun. Arkan lalu mengajak Dira berbicara berdua, karena dia tidak ingin mempermalukan Dira di depan sahabatnya.
"Sayang, besok kamu ikut ujian ya," ucap Arkan dengan lembut seraya memegang tangan Dira.
"Kak, jangan paksa Dira lagi," kata Dira.
"Ini semua demi kebaikan kamu juga! biar tidak di ejek teman-teman kamu," kata Arkan.
"Percuma Dira lulus juga gak boleh kerja," kata Dira.
"Sayang, kamu tidak mau kan membuat orang tua malu?" tanya Arkan menatap Dira.
"Baiklah, Dira besok ikut ujian," ucapnya sembari tersenyum.
"Jangan khawatir mulai nanti malam aku akan membantu mu belajar," kata Arkan seraya mengacak-acak rambut Dira.
"Kenapa tidak dari dulu, Kak," kata Dira menatap Arkan kesal.
Dulu Arkan memang sengaja tidak mau membantu belajar, karena biar tidak ketergantungan. Elang saja jarang di bantu, apalagi Dira yang dulu hanya berstatus sebagai tetangga.
__ADS_1
"Dira sama Kak Arkan malah berduaan, kita di tinggalin," ucap Luna.
"Kak Arkan kesini emang ada perlu sama Kakak ipar," jelas Elang lalu memakan makanan milik Nisa.
"Jangan Kak! beli sendiri dong," kata Nisa.
"Pelit banget kamu! awas saja kalau minta di traktir lagi," kata Elang tetap memakan camilan milik Nisa.
Luna dan Dira jarang meminta makanan yang di bawa Nisa, karena menurut mereka rasanya sangat aneh dan tidak sesuai selera mereka.
Dira dan Arkan kembali menemui mereka, dengan membawa minuman dan sepiring kue buatan Bunda Sinta dan Mamah Meri.
"Kue itu lagi, gak ada yang lain apa?" tanya Arkan.
"Ini enak sekali, Elang! cobain nih," kata Dira sembari menyodorkan kue ke Elang.
"Aku aja yang coba," sahut Nisa mengambil kue yang di piring.
Elang tidak mau makan karena kemarin dia ikut membantu membuat kue, dia tidak bilang karena malu.
__ADS_1