
"Hapus air matamu!" ucap Arkan, sembari memberikan Luna tisu.
Luna menoleh ke arah Arkan, dan menerima tisu itu. Kemudian menghapus air matanya lalu mengucapkan terimakasih.
"Kamu kenapa, Luna? mana teman-teman kamu?" tanya Arkan.
Luna kemudian menceritakan apa yang tadi terjadi, tetapi Arkan kurang yakin dengan apa yang dikatakan oleh Luna.
"Kamu yakin kalau Dira dan Nisa yang merobek buku kamu?" tanya Arkan.
"Mungkin mereka berebut, Pak. Aku masih tidak menyangka kenapa mereka tega," ucap Luna.
Baru kali ini Luna benar-benar kecewa dengan Dira dan Nisa, dia berusaha tidur larut malam hanya untuk mengerjakan tugas itu. Tujuannya untuk membantu teman-temannya, karena tidak mungkin Dira dan Nisa akan mengerjakan tugas sendiri.
Dira, Nisa dan Elang kembali ke kampus mencari keberadaan Luna, dia tanya ke teman-teman yang mereka temui tetapi tidak ada yang tau. Mereka semakin bingung dan merasa bersalah dengan Luna.
"Ayo kita pulang saja!" ajak Elang.
"Tapi, Luna pasti marah sekali sama kita," kata Dira.
"Salah kalian juga! kenapa pergi bukunya tidak diberesin dulu," ucap Elang.
"Kita tidak berfikir sampai situ, Dira sudah kebelet, aku laper banget," jelas Nisa.
__ADS_1
"Lain kali buat pelajaran aja, jangan meninggalkan barang milik orang begitu saja," kata Elang.
Mereka kemudian masuk ke dalam perpustakaan untuk mencari Luna, tetapi juga tidak ada. Dira sangat sedih dan merasa bersalah dengan Luna.
"Dira, badan kamu panas sekali," ucap Nisa.
"Aku gak papa, Nisa. Ayo kita cari Luna lagi!" ajak Dira.
"Ini sudah sore, biar aku saja nanti yang cari Luna. Aku antar kalian pulang!" kata Elang.
Dira dan Nisa kemudian mengikuti apa kata Elang, mereka mau di antar pulang oleh Elang.
"Dira, bagun! udah sampai rumah kamu," ucap Elang, membangunkan Dira yang tertidur di dalam mobilnya. Saking lelapnya dia tertidur Nisa turun, Dira tidak tau.
Perlahan Dira mulai membuka matanya, rasa ngantuk masih dia rasakan hingga kembali tidur. Elang kembali membangunkan Dira, tak sengaja menyentuh tangan Dira. Elang sangat panik, suhu tubuh Dira sangat panas.
"Iya, ada apa Elang? kok teriak-teriak?" tanya Mamah Meri, kebetulan dia yang membuka pintu.
"Dira Tante, badannya panas," ucap Elang.
"Dira di mana? dia belum pulang dari kampus," kata Mamah Meri.
"Ada di mobil Elang, Tante," jawab Elang.
__ADS_1
Perlahan Mamah Meri membangunkan Dira dengan pelan, Dira mulai membuka matanya.
"Masih ngantuk, Mah," ucap Dira.
"Pindah ke dalam rumah, ayo!" ajak Mamah Meri.
Dira kemudian turun dari mobil Elang, di bantu oleh Mamah Meri.
"Dira, kamu baik-baik aja kan?" tanya Elang.
"Iya, aku ke kamar dulu! kepala ku tiba-tiba pusing," ucap Dira.
Mamah Meri mengantarkan Dira ke dalam kamar, agar putrinya itu beristirahat.
"Elang, kamu makan dulu! Tante tadi sudah masak banyak," ucap Mamah Meri.
"Makasih Tante, tapi Elang ada perlu," ucap Elang.
Elang kemudian pulang ke rumah, untuk mandi dan berganti pakaian. Kemudian dia berencana pergi ke rumah Luna.
"Elang, aku pinjam mobil sebentar," kata Arkan.
"Tidak bisa! Elang ada perlu, Kak," ucap Elang.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo antar kakak!" ajak Arkan.
Elang kemudian mengantar Arkan lebih dulu ke tempat temannya, lalu dia pergi ke rumah Luna.