Sahabat

Sahabat
Bab 91


__ADS_3

Arkan masih berusaha membangunkan Dira, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil. Dia juga sudah merasa sangat mengantuk, lalu menyelimuti Dira dengan selimut. Kemudian Arkan pergi ke kamar yang ada di sebelahnya.


Keesokan harinya Dira mulai membuka matanya, dia mengingat-ingat berada di mana.


" Aku ketiduran di sini lagi, Kak Arkan ninggalin aku pasti," ujarnya lalu membuka selimutnya dan turun dari tempat tidur.


Dira lalu menuju ke dalam toilet untuk mencuci muka, setelah selesai dia mencari Arkan yang ternyata tidur di kamar sebelah.


"Kak... Kakak di mana!" teriak Dira.


Arkan terbangun dari tidurnya, karena mendengar teriakan Dira. Ia lalu membuka pintu dan keluar dari kamar.


"Iya, kenapa teriak? masih ngantuk," ucap Arkan hendak kembali ke kamar tetapi Dira memanggilnya lagi.


"Kakak! Ayo pulang!" ajak Dira.


"Aku libur hari ini, ngantuk banget," kata Arkan.


"Kak, Dira hari ini pertama kali masuk magang," ujar Dira.


Arkan akan mengantar Dira dari rumah yang baru, tetapi Dira belum mandi dan tidak membawa baju.


"Yaudah, ayo kita pulang! kamu yang bawa mobilnya," ucap Arkan sembari memberikan kunci mobil.


"Dira takut, Kak," tolak Dira.

__ADS_1


Dira terpaksa mengikuti permintaan Arkan, karena Arkan terus memaksanya. Mereka akhirnya pulang ke rumah Dira terlebih dahulu.


"Pelan-pelan, Dira," ucap Arkan.


"Tidak bisa, Kak! nanti Dira bisa telat," ucapnya sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Arkan ketakutan sendiri, tadinya ia mengantuk sekarang tidak.


"Dira!" teriak Arkan.


"Pejamkan mata, Kak!" kata Dira agar Arkan tidak ketakutan.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Dira, mereka berdua turun dan masuk ke dalam rumah. Dira langsung berlari menuju kamarnya untuk mandi dan ganti baju, Arkan di tinggalkan begitu saja di ruang tamu.


"Nanti saja, Tante," ucap Arkan lalu duduk di kursi.


"Kamu kenapa, Arkan?" tanya Mamah Meri melihat Arkan seperti orang ketakutan.


"Habis senam jantung, Tante," jawab Arkan.


Mamah Meri mengambilkan segelas air putih, lalu meminta Arkan untuk meminumnya.


"Sekarang jelaskan pelan-pelan, ada apa?" tanya Mamah Meri dengan lembut.


"Dira, Tante! bawa mobilnya ngebut," kata Arkan.

__ADS_1


"Kenapa juga dia yang bawa? Tante saja tidak pernah meminta Dira gantiin bawa mobil, soalnya pasti ngebut," terang Mamah Meri.


"Kak, ayo berangkat!" ajak Dira yang sudah selesai mandi dan bersiap untuk magang.


"Mana kuncinya? aku saja yang bawa," kata Arkan.


"Dira, kamu jangan bawa mobilnya," larang Mamah Meri.


"Tadi Kak Arkan yang nyuruh," ucap Dira.


Mamah Meri lalu menasehati Dira, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Mereka lalu berangkat ke tempat magang Dira, Luna dan Nisa juga sudah menunggu Dira dari tadi.


"Nanti pulangnya aku jemput, aku pulang dulu!" ucap Arkan.


"Pulang ke mana, Kak?" tanya Dira.


"Ke rumah Bunda," jawab Arkan. Sudah sana turun!" Lanjutnya.


Dira lalu turun dan menutup pintu mobil dengan keras, Arkan tersenyum melihat tingkah Dira.


"Dira, kenapa kamu baru datang?" tanya Luna.


"Maaf, nanti aku cerita. Ayo kita masuk dulu!" ajak Dira.


Kali ini mereka tempatkan di bagian staf, mereka benar-benar magang dan sudah diberikan pekerjaan kantor. Untuk pertama kali mereka di bimbing oleh Dhimas sendiri.

__ADS_1


__ADS_2