
Ujian telah tiba Dira, Luna dan Nisa sudah mempersiapkan diri sejak tadi, mereka sudah belajar di rumah masing-masing.
Begitu juga dengan Sisil yang sudah berada di kampus, saat ini dia terlihat diam saja saat melihat Dira.
Ujian akhirnya di mulai, semua mengerjakan dengan tenang. Nisa mengerjakan dengan terburu-buru karena lapar, kebetulan materi tidak sulit. Dira mengerjakan dengan tenang, ia meneliti lagi jawabannya. Luna mengerjakan paling cepat, karena sudah di luar pemikiran.
Setelah selesai mengerjakan ujian mereka berkumpul di taman, mereka menceritakan saat mengerjakan ujian tadi.
"Dira, Nisa kalian bisa mengerjakan tidak?" tanya Luna masih memikirkan sahabatnya.
"Bisa, soalnya tidak sulit," jawab Nisa sembari memegang perutnya.
"Soalnya mudah kebetulan," sahut Dira, sambil memasukkan buku ke dalam tas.
"Aku lapar," ucap Nisa.
"Nisa!" teriak Dira dan Luna secara bersamaan.
Mereka bertiga kemudian pergi ke sebuah cafe yang dekat dengan kampus, karena Nisa sudah tidak bisa menahan laparnya.
"Elang mau kesini," kata Luna sembari memainkan ponselnya.
"Suruh cepat, Lun," kata Dira sembari membolak-balik kertas bertuliskan menu makanan yang di pegangnya.
"Pasti kita nanti di bayarin kalau Kakak ganteng datang," kata Nisa.
__ADS_1
Tak lama kemudian yang datang ke tempat itu bukan Elang, melainkan Leo yang dari tadi mengikuti mereka.
"Leo!" kaget Luna.
"Boleh aku gabung? ada yang ingin aku bicarakan," kata Leo lalu duduk di kursi yang masih kosong.
Mereka memperbolehkan Leo, kebetulan mereka memilih meja yang panjang muat untuk sepuluh orang.
"Kirain Kakak ganteng yang datang," kata Nisa yang paling tidak sabar menunggu makanan datang.
"Nanti aku bayar! kalian boleh makan banyak," kata Leo tersenyum ke arah Nisa.
Nisa dengan genit mengedipkan sebelah matanya pada Leo, membuat Leo tersenyum karena lucu.
"Foto? kalian kapan foto?" tanya Luna yang belum mengetahui foto Dira dan Leo.
"Kebetulan kamu tanya, Dira. Aku merasa tidak pernah foto sama kamu, kenapa ada foto kita? apa mungkin Sisil yang edit semua," kata Leo. Sebenarnya ia sudah mengetahui kalau foto itu memang editan.
Dia hanya ingin memperpanjang topik pembicaraan dengan Dira, karena jarang momen begini ia temui.
"Bisa jadi begitu, kita di cafe yang ada di foto juga berempat," kata Dira.
"Dira, kamu sudah mau menikah! kenapa foto sama Leo?" tanya Nisa yang tidak menyimak dengan jelas pembicaraan mereka.
"Nisa, makan kamu datang tuh!" kata Luna seraya menunjukkan pelayan yang datang.
__ADS_1
Luna dan Nisa kemudian menikmati makanan mereka yang sudah datang, sedangkan Leo dan Dira masih membicarakan soal foto.
Dira menjelaskan pada Leo, kalau Arkan sudah mengetahui semua. "Sisil mungkin sengaja mau menghancurkan hubungan kita," ucapnya.
"Aku tau Dira. Jangan dipikirkan lagi kalau Sisil yang bicara," kata Leo.
Luna kemudian menyuruh Dira dan Leo untuk makan, karena ngomongin Sisil tidak akan ada habisnya.
"Kalian sudah makan?" tanya Elang yang baru saja datang.
Di antara mereka berempat hanya Leo yang menjawab pertanyaan Elang, lainnya sibuk menikmati makanan.
"Elang, ini makan dulu! kebetulan aku pesan dua tadi," kata Leo.
"Makasih, Leo! mereka bertiga kalau makan lupa teman," kata Elang kemudian memakan makanan yang di beri oleh Leo
"Habis enak banget," sahut Nisa.
"Kamu apa yang gak enak, Nisa. Batu di goreng aja doyan," ucap Elang.
"Kakak ganteng bisa saja! batu gak enak," ucap Nisa.
Setelah selesai makan mereka pergi ke rumah Dira, mereka belajar bersama. Elang dan Leo juga ikut ke rumah Dira.
Dira memberi tau Arkan kalau mereka berada di rumah Dira, tak lupa ia juga bilang kalau ada Leo.
__ADS_1