
Hai semua apa kabar 🤗🤗
Lanjut lagi ya📖
Happy Reading 🌹🌹🌹
"Elang, telur harganya naik! kenapa kamu buang-buang begitu!" marah bunda Sinta.
"Maaf bun, Elang tidak fokus jadi isi telur ke sampah cangkang masuk adonan kue," ucapnya, sambil melanjutkan kembali membuka telur.
"Tidak apa-apa jeng, kuenya belum tentu jadi," sahut mamah Meri, kadang mencoba membuat sesuatu harus melalui kegagalan terlebih dahulu.
"Tuh mah, tante Meri aja gak marah," ucap Elang, merasa ada yang bela dirinya.
"Coba Vio yang salah taruh telur, pasti juga diomelin sama mamah," ucap gadis kecil yang duduk di sebelah Elang.
Mereka semua tertawa mendengar ucapan Vio, mamah Meri melirik ke arah gadis kecil yang sangat lucu dan mengemaskan itu.
Tak lama kemudian Dira dan Arkan datang, Dira mengajak Arkan untuk masuk ke dalam rumah, ternyata di dapur sangat ramai.
"Dira, sudah pulang kamu?" tanya bunda Sinta, yang memang saat ini sedang membuat kue bersama mamah Meri, Elang dan Vio.
"Nah, yang bikin telur masuk tempat sampah datang," sahut Elang, membuat bingung Dira ucapan Elang.
"Aku baru datang kok, udah disalahin aja," ucap Dira, menghirup aroma kue yang sedang di panggang.
"Mana Arkan, Dira?" tanya mamah Meri.
"Ada di depan, mah," jawab Dira, hendak membuatkan minum untuk Arkan.
Mamah Meri lalu ke depan, dia memanggil Arkan agar ke ruang makan berkumpul bersama-sama.
"Silahkan duduk, Arkan!" ucap mamah Meri.
"Terimakasih, tante," ucap Arkan, lalu duduk di sebelah Elang yang nampak diam melihat kedatangan kakaknya.
Kedua keluarga itu nampak menikmati kue yang baru saja di buat dan minuman yang di buat oleh Dira.
__ADS_1
Di kampus.
Pagi ini semua mahasiswa berkumpul karena ada pengumuman mendadak dari dosen. Setelah selesai Dira, Luna dan Nisa berdiskusi di taman kampus. Mereka bingung akan magang di kantor mana, karena selama ini belum ada pengalaman.
"Aku bingung magang dimana," ucap Luna, karena hanya orang tua Luna yang tidak berkerja di perusahaan.
"Nanti biar aku yang nyari, Lun," sahut Dira, dia tau apa yang dipikirkan oleh temannya.
"Sekalian kita bareng, ya," kata Nisa, dia yang paling tidak bisa lepas dari mereka berdua.
"Kalian bisa magang di kantor ayahku saja," ucap Leo, yang tiba-tiba datang menghampiri mereka bertiga.
"Kamu serius, Leo?" tanya Luna, yang begitu girang mendengar tawaran dari Leo.
Dira hanya diam mendengarkan Leo bercerita panjang lebar soal perusahaan ayahnya, karena dia belum mau menentukan magang di mana.
"Leo, kenapa kamu ajak mereka?" tanya Sisil, yang tiba-tiba datang.
"Kenapa emang? mereka juga teman kita semua," ucap Leo.
"Ayo ikut aku, Leo!" ajak Sisil, menggandeng tangan Leo, mengajak pergi dari teman-teman Dira. Leo yang di gandeng oleh Sisil nurut saja, dia tidak protes atau menolak.
"Sisil, kok Dira dari tadi diam saja? sama sekali tidak cemburu sama kamu," ucap Leo.
"Dira tidak suka sama kamu, jangan ngarep!" kata Sisil, sedikit kesal dengan Leo.
Sementara Dira dan teman-temannya masih berdiskusi, mereka tidak tau kalau pihak kampus sudah menyiapkan di mana mereka magang nanti.
"Ayo kita ke kantin! aku sudah lapar!" ajak Nisa, membuat Dira dan Luna saling berpandangan.
"Nisa, coba kamu gak ke kantin sehari aja," ucap Luna.
Dira mengeluarkan tempat makan yang berisi kue dari dalam tasnya, kue buatan mamah Meri dan bunda Sinta. "Kita makan ini saja!" ajak Dira.
"Dari tadi dong, Dira cantik," puji Nisa, lalu mengambil potongan kue itu. "Enak banget ini kue," ucapnya.
Luna hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat temannya yang satu ini, hobi makan, tidak pernah kenyang, tetapi tidak gemuk.
__ADS_1
"Ayo ambil, Luna!" ucap Nisa, menawarkan kue pada Luna.
Luna lalu mengambil kue itu, saat mereka asyik menikmati kue datanglah Elang.
"Dira, buku kakak mana yang kemarin kamu pinjam?" tanya Elang.
"Ada di rumah tidak aku bawa, nanti kamu ambil aja!" ucap Dira.
"Kamu antar saja nanti!" kata Elang, sedikit kesal dengan Dira karena cemburu dengan Arkan.
"Kakak ganteng, ayo makan kue dulu! ini Dira bawa kue enak banget," ucap Nisa.
Elang diam saja, dia tidak menjawab ucapan Nisa. Wajahnya terlihat murung, entah ada apa dengan Elang saat ini.
Dira, Luna dan Nisa heran melihat sikap Elang yang tidak seperti biasanya, tetapi mereka diam saja tidak menyapa Elang lagi.
"Ayo kita pulang saja!" ajak Luna, mereka lalu meninggalkan tempat itu padahal Elang masih berada di sana. Mereka pulang bareng dengan naik angkot seperti biasanya.
Sesampainya di rumah Dira langsung mencari buku yang di tanyakan oleh Elang. Setelah itu dia mengantarkan buku itu ke rumah Elang, tetapi Elang belum ada di rumah, hanya ada bunda Sinta yang dia temui.
"Tante, nitip buku ini buat Elang," ucap Dira, memberikan buku itu ke bunda Sinta.
"Kamu tidak menunggu Elang dulu, Dira? sebentar lagi pulang," ucap bunda Sinta, menerima buku dari Dira.
"Dira ada tugas di rumah, tante," ucap Dira.
"Kenapa tidak di kerjakan di sini saja?" tanya bunda Sinta.
Dira mencari alasan agar bisa pulang dari rumah Elang, karena setiap ke sana pasti bunda Sinta mengajak ngobrol Dira.
Bersambung......
Maaf baru bisa up sedikit 🤧
Terimakasih buat yang sudah membaca dan mendukung karya ini 🥰🤗
...❤❤❤❤...
__ADS_1