Sebuah Kesalahan

Sebuah Kesalahan
Adik Ipar


__ADS_3

Feli ternyata tipe orang yang ramah dan senang bercerita, apalagi ketika dia menceritakan masa lalunya kala pertama kali dia bertemu dengan Hans. Dira sampai tidak punya kesempatan untuk sekedar mengucapkan sepatah kata sebagai respon terhadap ceritanya. Dsn pada akhirnya Dira hanya pasrah untuk menjadi seorang pendengar yang baik.


Feli ternyata adalah adik Vera sahabat Jessica, yang teman sekelas dan seangkatan Hans waktu SMA. Dia juga merupakan salah satu mahasiswi Hans ketika Hans menjadi dosen di universitas tempat dia kuliah dulu... tempat Dira kuliah juga. Jadi Feli ini juga merupakan salah satu senior Dira di kampusnya.


"Oya, lu kesini karena juga pingin ngantor di sini? Kalo iya, kita bisa jadi teman nantinya.... ya kan? Pasti bakal seru deh, apalagi kalo nanti gue sudah resmi jadi kakak ipar lu, kita pasti akan menjadi ipar yang sangat kompak..."ucap Feli PD.


"Maaf kak... apa kakak tidak tau jika Kak Hans sudah beristri?"


"Tau... tapi istrinya itu kan sudah lama pergi tanpa tau sekarang berada dimana..."


"Bagaimana kalau istrinya Kak Hans pulang...?"


"Kalau wanita itu tiba-tiba saja pulang, gue yakin Kak Hans akan segera memberikan berkas perceraian untuk dia tanda tangani. Sebab apa yang bisa Kak Hans harapkan dari wanita yang sudah lima tahun lamanya meninggalkannya tanpa ada pesan? Lima tahun itu waktu yang lama Dira, bukan tidak mungkin wanita itu sudah tidak sendiri lagi, dalam arti dia sudah mempunyai laki-laki pengganti kakak lu..." Feli mendekati Dira dengan duduk disampingnya..."Memangnya lu bisa terima jika wanita yang tidak bertanggungjawab itu kembali sama kakak lu?"


"Kalau ternyata mereka masih saling cinta dan mereka pun selama ini masih saling setia, apa salahnya? Toh mereka yang menjalani hidup mereka sendiri... Memangnya selama ini kakak pernah melihat Kak Hans bersama wanita lain?"


Feli terdiam sejenak, dari sorot matanya terlihat jika dia sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Gue bekerja di perusahaan ini sudah tiga tahun lamanya, walaupun berada di posisi sekarang ini baru gue jalani selama sebulan ini. Itu pun karena Kak Desi sepupu gue yang selama ini menjadi sekretaris Kak Hans, sedang cuti melahirkan selama tiga bulan. Tapi seingat gue memang Kak Hans tidak pernah menggandeng seorang wanita hingga detik ini. Beberapa kali Kak Jessica, mantan pacar Kak Hans datang pun selalu di usir oleh Kak Hans...."


"Na... kalo begitu, apakah menurut Kak Feli itu bukan menunjukkan bahwa Kak Hans masih mencintai dan masih setia dengan istrinya?" tanya Dira. Feli kembali diam dan tampak kembali berfikir.


"Bisa jadi sih, tapi... menurut gue, selama istrinya itu belum muncul dan mereka belum saling bertemu, wajar kali jika gue berusaha untuk mendekatinya..."


'Iihh... cewek ini kenapa begitu tidak tau diri sih. Sebegitukah pesona suamiku hingga menyihir para wanita untuk menunggu status dudanya...' gumam Dira dalam hati.


"Menurut saya kakak ini cantik, tubuh kakak juga seksi, di tambah lagi dengan penampilan kakak yang sangat modis dan fashionable. Kenapa kakak justru menunggu Kak Hans menjadi duda? Seseorang yang belum pasti menjadi duda dan belum tentu kakak dapatkan. Kenapa kakak tidak membuka hati untuk laki-laki lain, yang statusnya lebih jelas seorang lajang... entah duda atau pun perjaka. Dira yakin jika Kak Feli ini pasti banyak penggemarnya di luar sana. Kenapa kakak harus buang-buang waktu untuk menunggu Kak Hans sekian lama..." ucap Dira panjang lebar.


"Karena gue udah terlanjur cinta dan sayang sama kakak lu... Dulu gue sudah mencoba mencari cinta yang lain tapi ternyata hati gue nggak bisa berbohong jika hati gue telah penuh dengan nama Kak Hans sehingga tidak ada lagi tempat buat nama orang lain."


"Tapi bagaimana jika Kak Hans kembali dengan istrinya, apa kakak akan mundur?"


"Mungkin... tapi gue akan berjuang dulu sebelum akhirnya gue nanti akan menyerah." Feli diam sesaat... "Lu tau nggak? Menurut gue, tiba-tiba saja gue mendapat kesempatan menjadi sekertarinya saat ini, mungkin ini cara Tuhan memberikan gue kesempatan pula untuk mendekati Kak Hans, atau bisa jadi juga justru kesempatan gue untuk mendapatkannya..."


Sedang serius-seriusnya mengobrol, tiba-tiba notifikasi pesan di ponsel Feli berbunyi.

__ADS_1


"Wah tumben boss ngajak seluruh karyawan makan siang bersama di hotel sebrang kantor. Ada acara apa ini ya? Lu tau nggak?" Dira menggeleng. Dia juga heran kenapa tiba-tiba suaminya mengajak semua karyawannya makan siang di hotel? Perasaan tidak pernah ada obrolan apa-apa.


"Oke calon adik ipar gue yang cantik... gue lanjut kerja dulu ya...? Gue nggak mau makan gaji buta... he he he... Soalnya gue udah mangkir dari rapat nih...daa..." Feli melambaikan tangan ke arah Dira dan Dira hanya membalasnya dengan senyuman.


Tak berapa lama Hans masuk ke ruang kerjanya dan tidak mendapati istrinya berada di situ.


"Sayang... kamu di..." Hans tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat istrinya tengah tertidur pulas di dalam kamar tidur di kantor Hans. Hans pun kemudian mendekati istrinya lalu berbaring di sampingnya, setelah melepas baju dan celana kerjanya. Dira yang seperti tau ada suaminya didekatnya, langsung memeluk Hans dan menyembunyikan wajahnya di ketiak suaminya.


"Mas jangan tinggalin Dira..." gumam Dira dalam tidurnya dengan mata yang masih terpejam. Hans tersenyum melihat tingkah istrinya. Hans yang tadinya merasa geli jika Dira menyembunyikan wajahnya diketiaknya sekarang sudah mulai terbiasa.


"Tidak akan pernah sayang..." diciumnya pucuk kepala Dira sambil membelai lembut rambut istrinya.


"Sayang, sudah waktunya makan siang...bangun yuk..." Hans menggeser kepala istrinya lalu mencium bibir istrinya dengan lembut, membuat Dira menggeliat pelan. "Ayo bangun dong... semua karyawan sudah menunggu loh..." Setelah Hans mengusili istrinya, akhirnya Dira pun bangun dari tidurnya.


"Dira laper..." ucapnya.


"Makanya ayo bangun, mandi terus kita siap-siap makan bareng karyawan kita. Kamu kan bintang utamanya kali ini... Ayo mandi, nanti bakal ada penata rias yang akan mendandanimu..."


"Mau makan siang aja pake dandan segala..."


"Boleh tapi mandi bareng sambil satu ronde ya...?" tanya Hans menggoda, tapi tidak di sangka Dira mengangguk mengiyakan. Hans pun langsung tersenyum bahagia dan tak menunggu waktu lama lagi, Hans langsung menggendong istrinya ke kamar mandi.


🌹🌹🌹


"Anda cantik sekali nyonya... riasan natural sangat pas dengan dress pilihan tuan untuk nyonya..."


"Dress ini pilihan suami saya?"


"Iya nyonya... tadi pagi kami merekomendasikan beberapa dress dan tuan memilihkan warna ini untuk nyonya. Tuan sepertinya begitu menyayangi nyonya, semua terlihat ketika tuan memilihkan dress untuk nyonya. Tuan tampaknya tau betul dress yang cocok untuk nyonya, padahal nyonya tidak mencobanya terlebih dahulu..."


"Begitukah menurut mbak? Saya malah tidak tau..." ucap Dira sambil tersenyum.


"Nah semua sudah beres, kalau begitu kami pamit pulang dulu..."


"Oke terimakasih ya mbak..."

__ADS_1


"Sama-sama nyonya...'


Hans tidak bisa berkedip menatap wajah cantik istrinya, di tambah dengan dress pilihannya yang sangat cocok dengan pemakainya.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Dira kepada suaminya yang tengah terbengong-bengong melihat penampilannya.


"Mas...mas..." Dira menepuk pundak suaminya.


"Eh...iya... Sayang... kamu cantik sekali..." Hans meraih tubuh istrinya lalu mencium kening Dira. "Pingin cium yang itu,tapi takut luntur lipstiknya."


'Cup' Dira mencium bibir Hans sekilas. "Terimakasih buat semuanya mas...I love you..."


"Sama-sama sayang...I love you too... Kamu cantik sekali...kita keluar sekarang..."


Sebagian karyawan kantor sudah berangkat ke hotel di sebrang kantor. Hotel bintang lima itu ternyata juga merupakan salah satu aset milik SS GRUP yang kini di bawah kepemimpinan Hans Hendra Saputra.


Hans dan Dira memasuki hotel dengan bergandengan tangan, semua mata tertuju pada mereka berdua, terutama kepada Dira yang baru pertama kali mereka lihat. Wanita cantik yang sedari pagi tidak pernah jauh dari boss mereka, bahkan baru kali ini mereka melihat boss mereka tampak begitu posesif memperlakukan wanita cantik itu. Membuat puluhan pasang mata wanita-wanita di hotel itu iri melihatnya.



.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2