
Selama bermain di game area, Dira benar-benar memanfaatkan kebersamaannya dengan Hara. Walaupun tidak bisa dipungkiri, sesekali wajah cantik Dira terlihat murung. Dira mematikan ponselnya, dia tidak mau bunyi notifikasi ponselnya mengganggu kegiatannya bersama Hara dan Bi Asih. Puas bermain, mereka pun masuk ke food court area untuk makan sambil beristirahat.
"Kakak masih mau main lagi?"
"Enggaklah ma... kasian mama dan dedek nanti kecapean..." Hara mengelus-elus perut mamanya.
"Iya neng, betul apa kata Hara... selain Neng Dira butuh istirahat, Hara besok kan masih berangkat sekolah..."
"Alah bilang aja... Nenek Asih juga udah capek.. ya kan... Betul kan kak..." goda Dira membuat mereka bertiga tertawa.
* Di Singapura *
"Br*******k... ponselnya dimatiin lagi... berarti foto-foto yang gue kirim belum bisa dilihatnya..." geram seseorang yang tengah meneror Dira dengan foto-foto kebersamaan Hans dan Jessica. "Lu boleh insyaf Jess tapi lu harusnya inget siapa yang bantu lu dahulu. Sekarang giliran gue butuh elu, insyaf jadi alasan lu... mentang-mentang lu sekarang sudah jadi nyonya boss terus lu nggak mau bantu gue. Br*******k lu... asal lu tau aja, laki lu juga jadi target gue. Gue nggak akan biarin lu hidup bahagia, sementara gue dan adik gue menderita... Biarpun nggak ada yang mau bantuin gue." geram wanita cantik yang penuh dengan rasa dendam itu. Dendam kepada Hans dan juga dendam kepada Jessica yang sebenarnya dua-duanya adalah sahabat wanita cantik itu. Wanita itu tak lain adalah Vera, kakak dari Felisha.
Sementara itu...
"Thank you ya Jess, kamu udah anterin aku ke hotel... makasih juga buat traktiran makan siangnya...he he he..."
"Lu kayak sama siapa aja Hans... gue cuma sekedar menjalankan pesan suami gue... Kalo lu butuh apa-apa, lu bisa hubungi gue..."
"Cieee yang sekarang udah punya suami..." goda Hans yang mampu membuat pipi Jessica merona merah jambu. "Aku senang melihat kamu banyak berubah Jess, aku juga senang melihat kamu benar-benar jatuh cinta dengan Rico... Aku do'ain semoga kalian bahagia selalu..." ucap Hans tulus.
"Gue banyak belajar dari ketulusan hati istri lu Hans, Dira benar-benar wanita yang baik. Selain itu... gue juga mendapat banyak bimbingan dari Mas Rico. Gue nggak mau jadi manusia jahat terus Hans, apalagi gue sekarang udah punya Erik dan adik Erik yang mungkin akan hadir beberapa bulan lagi... Maafin gue ya Hans, maafin gue yang pernah berbuat jahat sama lu dan istri lu..."
"Santai saja Jess... Insya Allah kami sudah memaafkan semuanya. Eh tunggu... tadi kamu bilang beberapa bulan ke depan adik Erik akan hadir? Apa itu berarti kamu sekarang sedang..." Jessica mengangguk.
"Alhamdulillah... baru enam minggu..."
"Suami lu udah tau?" tanya Hans.
"Kalo dia tau, gue nggak bakalan diijinin ngurusin proyek kita di sini Hans..." Jessica pun tersenyum bahagia... "Seminggu lagi dia dan Erik akan menyusul gue ke sini... Udah deh Hans... lu istirahat dulu gih... jangan lupa kabari istri lu kalo lu udah sampai, jangan bikin bumilmu cemas..."
"Siap... sekali lagi thank you ya..." Jessica menjawab ucapan Hans dengan acungan jempol.
* Di Indonesia *
Sepulang dari jalan-jalan Hara tidur karna kecapekan, sementara Dira sepertinya juga tertidur di kamarnya karena sejak tadi belum terlihat turun.
'Kriiiing... kriiiing...' Terdengar suara telpon rumah berdering. Bi Asih yang sedang membantu Mbak Ani memasak masakan untuk makan malam pun segera beranjak dari duduknya. Ya, Mbak Ani adalah putri Pak Mus, dan karena Pak Mus di minta Anita untuk memasak buat Amirah maka Ani lah yang menggantikan Pak Mus memasak untuk keluarga Hans. Bi Asih buru-buru mengangkat gagang telpon yang sedari tadi berdering.
📞 "Assalamu'alaikum... kediaman Keluarga Saputra... ada yang bisa di bantu ?"
📞 "Wa'alaikumsalam... Bi Asih ya... ini Hans bi..."
__ADS_1
📞 "Oh tuan..."
📞 "Bi, Dira saat ini sedang apa? Apa dia sedang pergi? Kok dari tadi aku hubungi ponselnya tapi ponselnya mati?"
📞 "Ada di rumah tapi sejak pulang dari jalan-jalan tadi Neng Dira tampak murung..."
📞 "Bi bisa minta tolong sambungkan telponnya dengan telpon di kamar?"
📞 "Bisa tuan... tunggu sebentar..." Bi Asih bergegas memberitahukan kepada Dira jika ads telpon dari suaminya.
"Terimakasih bi... telpon bawah tolong di tutup ya bi..."
"Iya neng..."
📞 "Assalamu'alaikum..." salam Dira seperti orang yang malas-malasan. Hans pun mengerutkan dahinya ketika mendengar suara istrinya.
📞 "Wa'alaikumsalam sayang... Oya, ponselmu rusakkah?"
📞 "Tidak... memangnya kenapa?"
📞 "Tapi kenapa dari tadi tidak bisa dihubungi?"
📞 "Akh, Dira lupa menyalakannya lagi..." gerutunya.
📞 "Ada orang rese..." jawab Dira ngasal.
📞 "Siapa?"
📞 "Entah... nomernya tidak Dira kenal... tapi mengganggu... Mas..."
📞 "Iya sayang..."
📞 "Boleh Dira tanya sesuatu?"
📞 "Kenapa? Mau tanya kapan mas pulang? Sudah kangen ya...?" goda Hans tapi sepertinya Dira sedang enggan menanggapinya.
📞 "Mas, tadi sesampainya di bandara... apa mas di jemput Kak Jessica?"
📞 "Iya... dari mana kamu tau? Kamu sekarang jadi cenayang ya? He he he..." goda Hans berusaha mencairkan suasana, tapi sepertinya Dira masih belum puas dengan jawaban suaminya.
📞 "Kak Jessica sendiri atau sama suaminya?"
📞 "Jessica sendiri di sini sayang... katanya minggu depan Rico akan menyusul ke sini bersama Erik. Selain karena Erik masih masuk sekolah, saat ini masih ada masalah dalam perusahaan mereka yang sedang ditangani oleh Rico. Kamu kenapa sayang? Kamu curiga mas macam-macam dengan Jessica?" Dira terdiam, setidaknya Hans masih berbicara jujur padanya... begitu yang terlintas dipikirannya, walaupun dalam hati kecilnya, Dira tetap merasa was-was jika mereka berada dalam satu lingkungan. Tangan Dira menyalakan ponselnya dan dia pun dikejutkan oleh banyaknya pesan gambar dari nomer yang sama yang pertama kali meng-upload foto Hans dan Jessica tadi.
__ADS_1
📞 "Sayang... kenapa kamu diam saja... kamu tidak sedang mencurigai mas macam-macam dengan Jessica kan?" tanya Hans khawatir.
📞 "Nggak tau... hiks hiks hiks..." Dira tiba-tiba menangis melihat foto Hans dan Jessica yang menurutnya terlihat mesra.
📞 "Hei sayang... kenapa kamu menangis? Sayang, kamu harus percaya jika tidak akan pernah terjadi apa-apa antara mas dengan Jessica atau pun dengan cewek lain. Mas di sini kerja sayang... kamu harus percaya itu..."
📞 "Tapi... tapi foto-foto ini menyakiti hati Dira... hiks hiks hiks... "
📞 "Foto apa?" Bukannya menjawab pertanyaan suaminya, Dira justru menangis tersedu-sedu. "Sayang bisa kamu kirim foto-foto itu ke ponsel mas?" Dira segera mengirim foto-foto itu sesuai titah suaminya.
📞 "Astaghfirullah... sayang...mas ingin melihat wajahmu... telponnya di ganti dengan video call ya..." Tanpa mengiyakan permintaan suaminya, Dira pun menutup sambungan telpon rumah dan di ganti dengan panggilan video call lewat ponselnya. Dira terlihat sibuk menghapus sisa air mata yang masih tertinggal di pipi mulusnya.
📞 "Belum juga ada sehari semalam berpisah, mas udah kangen kamu..." Dira masih diam tapi sorot matanya tidak pernah lepas dari wajah tampan suaminya.
Hans pun kemudian menceritakan semua kejadian dari awal sampai di bandara internasional Singapura sampai sekarang dia sudah berada di hotel.
📞 "Sepertinya ada orang yang dengan sengaja membuat resah hatimu. Mungkin dia tidak suka dengan pertaubatan Jessica, mungkin juga orang ini punya dendam dengan mas. Ini barusan Jessica mengirim pesan jika Rico juga mendapat kiriman foto yang sama. Mas akan usut hal ini secepatnya. Yang terpenting bagi mas saat ini... kamu tidak berfikiran buruk tentang mas dengan Jessica. Mas sangat sangat mencintai kamu sayang... Mas berani sumpah demi Allah demi Rasulullah, jika mas tidak akan tergoda oleh wanita manapun selain istri mas yang tercantik di dunia... he he he..."
📞 "Gombal..." Dira mulai memperlihatkan senyum manisnya yang terlihat tersipu malu karena rayuan maut suaminya.
📞 "Na... gitu dong... mas kan jadi tambah semangat kerjanya. Kalo mas semangat kerjaan mas cepet selesai dan mas pun akan cepat pulang... Do'ain mas selalu ya sayang? Abaikan saja orang yang iseng itu, yang penting mas tidak akan macam-macam dengan yang lain. Mas mau satu macam saja sama kamu..."
📞 "Janji?"
📞 "Mas tidak akan janji tapi mas akan buktikan padamu. Sudah dulu ya... jangan matiin ponselnya lagi, biar mas gampang menghubungimu..." Dira mengangguk patuh. "Assalamu'alaikum... I love you sayang..."
📞 "Wa'alaikumsalam... I love you too..."Dira tersenyum sambil memeluk ponselnya.
'Memang tidak seharusnya aku meragukan cinta dan kesetiaanmu mas...' gumam Dira sambil mencium foto suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...