Sebuah Kesalahan

Sebuah Kesalahan
Aditya


__ADS_3

Dira memandang Sila yang mulai menjauh meninggalkan halaman kampusnya,Dira sadar bahwa apa yang dikatakan Sila tadi memang tidak ada yang salah,sepertinya Dira kini mulai menyadari betapa tidak adilnya dia dalam memperlakukan Hans yang kini sudah menjadi suaminya.


Sedetik kemudian,Dira pun mengambil ponsel dari dalam tasnya untuk memesan ojek online,dia masih ragu untuk menghubungi Hans dan meminta dia menjemputnya... Tapi baru saja dia hendak memencet tombol ponsel untuk memesan ojek online,Adit sudah berhenti didepannya lalu membukakan pintu mobilnya dengan posisi masih di belakang setir.


"Nggak usah pesan ojek online...ayo biar gue antar..."


"Tapiii..."


"Nggak ada tapi...liat langitnya sudah mulai gelap oleh mendung"


Dira menengadahkan wajahnya,dan benar saja...bahkan langit pun sudah mulai menitikkan air hujannya. 'Tapi apa tidak akan jadi masalah ya jika gue di anter pulang sama cowok lain,sementara gue kan udah bersuami?' gumam Dira dalam hati.


"Eh ayoo...buru jangan kebanyakan bengong,udah mulai gerimis tuh...Lu nunggu basah kuyup?" teriak Adit membuyarkan lamunannya.


"Eh iya...oke..." Dira segera masuk ke dalam mobil Adit.


'Nggak akan apa-apa kan,toh cuma di anter pulang kok,lagian Mas Hans juga sedang sibuk di tambah lagi Adit kan sahabat gue dan Sila dari sejak jaman SMA...hanya sebatas itu kok,nggak lebih...' hibur Dira yang mulai merasa punya hati sungkan jika di antar pulang oleh laki-laki lain.


"Heeh bengong aja...gue anter lu kemana nih? Rumah papa lu atau ke ruko?" tanya Adit yang memang belum tau jika kini dia sudah menikah dan tinggal di rumah keluarga besar Hans.


"Ke ruko aja...keluarga gue sedang pergi umroh,jadi rumah sepi:"


"Wuis keren...termasuk Angel?" Dira mengangguk.


"Kok lu nggak ikut?"


"Gue kan lagi nyelesein skripsi...dan kata Kak Anton,minggu depan sepertinya gue juga udah bisa sidang,bareng sama Sila juga..."


"Serius?"


Dira mengangguk sambil tersenyum,Adit pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kampus mereka. Dan tanpa mereka sadari,mobil mereka melewati mobil Hans yang tengah terparkir di pinggir jalan karna hendak menjemput istrinya.


Sementara Hans terbelalak melihat istrinya berada di mobil laki-laki lain sedang asik dan bercerita dengan laki-laki itu tanpa memperhatikan sekelilingnya,hingga dia tidak sadar bahwa suaminya menyaksikan kelakuannya itu.


'Kenapa dia selalu tampak bahagia jika bersama laki-laki itu...ada hubungan apa sebenarnya. Laki-laki itu selalu saja ada di setiap Dira membutuhkannya,aku ingat betul...dulu laki-laki itu juga muncul saat Dira di tindas oleh Damar. Dia rela babak belur demi melindungi Dira...Akh,siapa dia?'


Hans pun mulai melajukan mobilnya mengikuti mobil yang ditumpangi Dira dari jarak yang agak jauh. Dia ingin tau,kemana Dira akan pulang. Begitu dia tau Dira turun di ruko milik Dira,dan laki-laki itu langsung pamit pulang,Hans pun segera memacu mobilnya untuk kembali ke kantornya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Hans menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan sebelah milik Alex,membuat Alex terkejut karna dia sedang konsentrasi pada pekerjaannya.


"Busyet dah,bikin kaget gue aja lu...Kenapa lagi sih? Eh,bukannya tadi kamu bilang mo jemput istri lu ya? Tapi kok perasaan cepet amat lu ngejemputnya? Lu anter kemana tuh istri lu?" Alex memberondong Hans dengan segala pertanyaan tanpa memperhatikan perubahan raut muka sahabatnya.


"Keduluan orang..." jawab Hans ngasal dengan membuang nafas kasar sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa dengan kedua tangan yang di tumpuk dijadikan bantal untuk kepalanya.


Mendengar jawaban Hans,Alex lalu meletakkan pekerjaannya,menutup laptopnya kemudian duduk di depan Hans. Dia sadar ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada sahabatnya itu.


"Cerita yang benar dong...apa yang telah terjadi..." bujuk Alex.


Hans masih menatap langit-langit ruangan Alex,perlahan dia mulai mengatur nafasnya,mendamaikan hatinya yang sedang dilanda cemburu yang hebat. Sementara Alex dengan setia menunggu penjelasan dari sahabatnya itu.


"Lex..."


"Yaa..."


"Apa aku ini laki-laki bejat yang tak pantas untuk dicintai?" tanya Hsns tiba-tiba.


"Memangnya siapa yang bilang begitu?" Bukannya menjawab,Alex malah justru balik bertanya dan dengan malas Hans pun menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya,tapi kemudian...


"Ngaco...lu abis minum apa sih? Ngomong kok kaya orang mabuk...Setahu gue hanya Jessica si perempuan matre itulah yang dengan tidak tau dirinya tega khianati elu,selain dia wanita mana lagi yang lu maksud?"


"Emangnya kamu tau aku berhubungan dengan berapa wanita? Wanita yang lain itu ya Dira lah...adik angkatmu itu..." ucap Hans sedikit kesal.


"Dira? Dira istri lu maksudnya?" tanya Alex nggak mengerti.


"Emang Dira yang mana lagi dodol..." Hans melempar Alex dengan bantal sofa.


"Eh tunggu-tunggu...ini pasti ada kesalahfahaman...Dira adik angkat gue yang sekarang jadi bini lu,nggak mungkinlah bersikap begitu. Gue tau betul karakter dia seperti apa. Gue kenal dia udah hampir 10 tahun...dari sejak dia SMP...dan gue yakin dia adalah tipikal cewek yang lugu dan setia. Lu tau sendiri kan? Saking lugunya,dia bahkan tidak tau kalau dia telah di tikung oleh adiknya sendiri. Lu jangan asal nuduh dulu...su'udzon itu namanya...coba lu konfirmasi dulu dech,jangan asal berprasangka..." jelas Alex mencoba menenangkan hati Hans.


"Tapi sudah berkali-kali aku liat Dira selalu bersama dengan laki-laki itu dan yang lebih membuatku sedih...kecewa...atau apalah artinya adalah ketika melihat Dira selalu tampak bahagia jika berada di samping laki-laki itu..." ucap Hans.


"Berkali-kali? Berarti lu sudah pernah liat Dira bersama laki-laki itu lebih dari sekali?" Hans mengangguk.


"Lu tau nama laki-laki itu siapa?" Hans kembali mengangguk.

__ADS_1


"Siapa namanya? Jangan hanya mengangguk dan menggeleng aja lu dari tadi..."


"Adit...setauku nama laki-laki itu Adit..."


"Adit...?!" ulang Alex yang lalu di jawab dengan anggukan oleh Hans.


"Bua ha ha ha ha...Adit? Laki-laki itu bernama Adit?"


"Iya...Adit...memangnya kenapa? Jangan bikin aku penasaran dengan ketawamu itu bro..." ucap Hans dengan nada kessl.


"Oke-oke...maaf bos...Jadi si Adit itu adalah..."


Alex pun kemudian menceritakan semua tentang sosok seorang Adit ini,yang sebenarnya tidak hanya akrab dengan Dira saja tapi juga akrab dengan Sila...adiknya,karna memang mereka bertiga sudah bersahabat dari sejak SMA. Hans memperhatikan setiap kata yang keluar dari bibir Alex dan kini hatinya pun sudah menjadi lega.


"Lu nggak sedang merasa krisis percaya diri kan bro?"


"Tentu saja tidak...walaupun Dira saat ini belum bisa mencintaiku dengan tulus ikhlas tapi aku yakin,suatu saat nanti Allah pasti akan membalikkan hati Dira hingga membuat Dira tidak lagi mampu sedetik pun berpaling dariku..." ucap Hans dengan rasa penuh percaya diri.


"Bagus...! Itu baru sahabat gue... Asal lu tau ya jika Dira itu adalah wanita yang berhati lembut,perlakukan dia juga dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dengan begitu gue yakin,lu nggak akan butuh waktu lama untuk bisa mendapatkan hatinya..."



Aditya


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2