Sebuah Kesalahan

Sebuah Kesalahan
Cemburu


__ADS_3

'Drrttt...' ponsel Hans bergetar. Hans memang semgaja men'silent' ponselnya dan memasang mode getar untuk sekedar mengetahui jika ada panggilan atau pesan masuk.


📥 "Kak,Sila sudah berhasil menghiburnya dan kini dia sudah nggak sesedih tadi,dia pun sekarang mau Sila ajak keluar dan kami mau ke warung sate langganan kami kira-kira 100 meter dari toko Dira. Di ujung gang sebelah timur..."


📥 "Chat Sila nggak usah di balas dan nanti pun jangan dekat-dekat dengan kami,takut Dira tau lalu menuduh Sila sekongkol sama kakak terus nanti Dira jadi nggak percaya lagi sama Sila...cukup kakak tau aja..."


Hans terlihat senyum-senyum sendiri ketika membaca pesan diponselnya,membuat Alex begitu penasaran.


"Pesan dari siapa sih...segitu senangnya..." tanya Alex pada akhirnya karna dia belum pernah melihat Hans bertingkah aneh seperti ABG yang sedang jatuh cinta. Tapi Hans mengabaikan pertanyaan Alex itu.


"Dia mau keluar..." jawab Hans nggak nyambung.


"Siapa yang mau keluar?"


"Dira...dia sudah nggak sedih lagi..."


"Allahu Akbar...Huuh dasar lu yaaa...udah bangkotan aja kaya ABG kasmaran,timbang di kasih tau Dira mo keluar rumah aja girang amat..." ucap Alex sambil menepuk jidatnya sendiri.


Alex memang heran seharian ini dengan sahabat sekaligus bossnya itu,karna sudah sejak pagi tingkahnya sangat membingungkan. Seharian ini Hans memang bertingkah berbanding terbalik dengan kebiasaannya sehari-hari.


Dari mulai menunda rapat,mengcancel pertemuan dengan klein sampai dengan tiba-tiba dia ingin memakai mobil kantor untuk pulang kerja,padahal mobil sportnya tidak mengalami kerusakan apa-apa. Nggak sampe di situ,sebelum akhirnya mereka malem-malem ngejogrok di pinggir jalan,Hans sempet minta di antar ke rumah Anton salah satu sahabat mereka.


Anton yang kini berprofesi sebagai seorang dosen di tempat kuliah mereka dulu,adalah dosen pembimbing Sila juga Dira. Dan sebagai salah satu pemegang saham di universitas itu,Hans yang dulu juga pernah menjadi dosen muda di sana,meminta Anton untuk mau digantikan olehnya sebagai dosen pembimbing Sila dan Dira.


FLASHBACK ON


"Please Ton...bantuin aku dong..." ucap Hans ketika memohon pada Anton.


"Akh lu Hans...mentang-mentang sekarang lu punya saham di sana,terus seenak-enaknya aja..."


"Gue aja yang tiap hari nemenin dia juga kali ini gagal paham sama tingkah ni bocah..." sahut Alex.


"Ayolah bro...Sebagai gantinya kamu aku kasih tiket liburan berikut uang sakunya,buat kamu dan keluargamu ke Jepang...Tuh keren nggak tuh..." rayu Hans dengan bangganya.


"Muke gile...gue yang tiap hari capek ngurusin elu,kagak pernah ditawarin tiket liburan plus uang saku...ke luar negri lagi...Nah ini si Anton yang baru sekali mau lu mintain tolong udah lu janjiin traveling gratis?" protes Alex.


"Ha ha ha...Rejeki anak sholeh...Jangan ngiri dong Lex...nganan aja...ha ha ha..." kelakar Anton.


"Br*******k lu..." ucap Alex yang masih sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Jadi gimana Ton?" tanya Hans yang sudah nggak sabar ingin mendengar jawaban Anton.


"Huuh,cinta...cinta...bener-bener bikin orang jadi gila..." gerutu Anton.


"Gimana Ton...please bantu aku ya? Aku kan juga pengen seperti kalian,punya istri dan anak... Emang kalian tega liat aku ngejomblo terus?" rengek Hans seperti anak kecil yang minta dibeliin permen.


"Hans...Hans... Lu ganteng,pinter,tajir dan mapan...cewek manapun bisa lu dapet...Kenapa harus ribet ngejar Dira sih?"


"Aduuuh...aku kan tadi udah ceritain alasannya,pokoknya aku hanya mau Dira...dan hanya Dira. Bukan karna aku sudah merenggut kegadisannya tapi ternyata dia cewek yang selama ini aku cari-cari...Aku benar-benar dibuat jatuh cinta olehnya..."


"Oke deh...iye...iye...gue mau..."


"Na gitu kek dari tadi,make muter-muter segala kaya komedi puter...he he he...Makasih ya Ton..." ucap Hans bahagia.


"Iya,sama-sama...tapi terus pekerjaan kantormu bagaimana?"


"Tenaaang...kan ada Alex yang gantiin gue...he he he...O ya Lex,besok aku kan ke kampus,kamu sekalian urusin semua keperluan liburan Anton ya... "


"What??? Busyet dah,giliran susah aja gue langsung di sebut..." gerutu Alex yang langsung menaruh ponselnya.


"Ha ha ha...Tabahkan hatimu Lex...ha ha ha..."ejek Anton.


Dan deal...mulai besok Anton akan memasukkan nama Hans sebagai penggantinya sebagai dosen pembimbing Sila dan Dira. Anton pun secara resmi besok akan memperkenalkan Hans pada Sila dan juga Dira,entah bagaimana reaksi mereka berdua jika tau bahwa dosen pembimbing mereka digantikan oleh Hans. Karna Alex pun tidak berkeinginan memberitahukan hal ini pada adiknya.


"Lex...lihat...tuh Dira keluar...Di lihat dari jauh aja,dia nampak sangat cantik...apalagi jika dia tertawa begitu..." Entah setan mana yang merasuki pikiran Hans,hingga kini dia benar-benar tergila-gila oleh pesona Dira.


"Bro,mau sampe kapan kita ngejogrok di sini? Ni liat,bini gue udah ngechat gue terus dari tadi...nanyain kapan gue pulang..." omel Alex sambil ngeliatin chattingan dia dengan istrinya.


"Tunggu bentar lagi deh...tunggu sampai Dira dan Sila masuk ke dalam rumah lagi..." jawab Hans tanpa melihat layar ponsel Alex karna sedari tadi netranya tidak pernah lepas dari sosok Dira. Alex pun hanya bisa membuang nafas kasar karna sudah mulai jengkel dengan kelakuan sahabatnya itu.


"Br*******k...!!! Kurang ajar..." ucap Hans tiba-tiba mengejutkan Alex yang baru saja memejamkan matanya.


"Ada apa???" tanya Alex terkejut.


"Ada brandalan yang mencoba menggoda Dira...ayo kita harus ke sana Lex...Akan ku hajar dia,berani-beraninya..." jawab Hans geram.


Hans sudah membuka pintu tapi di tahan oleh Alex.


"Lu mo kemane? Lu mau ketahuan kalo lu nguntitin Dira? Lu mau tar Dira marah sama Sila?"

__ADS_1


"Tapi..."


"Tapi...tapi... Tuh lihat,cowok itu sudah diingetin sama Cak Gendut si tukang sate. Lu nggak usah kuatir,tukang sate itu langganan mereka berdua,jadi selama mereka di sana,dia pasti akan ngejagain mereka berdua. Kalo ngegodanya ngebahayain,baru kita bertindak..."


"Hmm" jawab Hans yang seolah belum bisa menerima penjelasan Alex.


"Pacaran aja belum,udah cemburuan..." gumam Alex.


"Apa katamu?"


"Eh enggak...tuh lihat,mereka dah pulang..." jawab Alex gugup.


"Eh tapi kok mereka dianterin cowok? Siapa cowok itu?" tanya Hans nggak suka melihat Dira berjalan di samping laki-laki lain.


"Aduh boss,cowok itu karyawannya Cak Gendut. Palingan dia di suruh bossnya nganter Sila dan Dira sampai rumah,biar nggak di ganggu sama cowok brandalan tadi..." jelas Alex.


"Eh...emang kamu tau dari mana dia karyawan si tukang sate itu?"


"Gue kan juga langganan sate di situ boss,gue juga sering beliin sate di situ buat mama mertua gue...rumah mertua gue kan deket-deket sini juga..."


"Ooo...kirain cowok itu juga mau godain Dira...tapi kenapa dia milih jalan disamping Dira,kenapa nggak di samping Sila aja?" protes Hans yang masih belum bisa menurunkan level kecemburuannya.


"Tauk Hans...stress lama-lama gue mikirin elu. Perasaan dulu waktu lu ngejar Jesica,lu nggak gini-gini amat...capek deh..."


Untuk kesekian kalinya Hans tak menggubris ucapan Alex dan untuk kesekian kalinya juga,Alex hanya bisa menepuk jidatnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2