
Sebulan tlah berlalu sejak kejadian di toilet resto waktu itu. Hans sudah mengultimatum pada Jessica untuk tidak mendekati Dira,jika dia berani melanggar maka Hans tidak akan segan-segan melaporkan semua kelakuannya pada Tuan Hendrik suaminya. Hans juga bilang pada Jessica,jika dia berani mengintimidasi Dira,Hans akan membuat Jessica di cerai oleh suaminya dan pergi tanpa membawa harta suaminya sepeserpun.
Kelihatannya ancaman Hans cukup berhasil karna sudah sebulan ini Jessica tidak terlihat batang hidungnya. Meeting dengan perusahaan Hans yang biasanya dihadirinya pun kini kembali dihadiri oleh Laura asisten suaminya. Menurut pengintaian orang kepercayaan Hans,Jessica tengah mendampingi suaminya berobat di luar negri sekalian janjian liburan bersama teman-teman sosiolitanya.
Dan dengan ketidakberadaan Jessica itu,dimanfaatkan Hans untuk mempercepat pernikahannya. Sebuah pesta pernikahan sangat-sangat sederhana dilaksanakan di rumah keluarga Dira. Pernikahan ini memang sangat timpang dengan latar belakang Hans sebagai seorang ceo muda,tapi demi Dira,apapun akan Hans jalani walaupun itu hal yang mustahil sekalipun,asal Dira mau menjadi istrinya.
🌹🌹🌹
"Silahkan masuk ke rumah kami kakakku tersayang dan kakak iparku yang cantiiiikkk..." ucap Hanna mempersilahkan Dira dan Hans masuk.
"Terimakasih adikku sayang..."ucap Hans dan Dira bersamaan.
Sejenak mereka saling berpandangan karna mereka tidak menyangka bahwa mereka akan mengucapkan kalimat yang sama bersamaan.
"Cie...cie...Kak Hans dan Kak Dira ini memang sudah ditakdirkan berjodoh oleh Allah,sampai-sampai ngomong aja bisa samaan loh...kompak amat sih..." goda Hanna membuat Dira tersipu malu.
"Eeeh udah dong...Kak Diranya jangan digodain aja,biarkan Kan Dira istirahat...Kak Diranya kan capek..." bela Hans.
"Oya dek...jadi kalian semua berangkat bulan depan?"
"Iya...papa,mami dan adiknya Kak Dira juga ikut...Om Tio sama Tante Ina juga lho...pokoknya kita pergi umroh beramai-ramai. Kakek bilang umroh kali ini adalah wujud syukurnya karna Kak Hans sudah menikah dan umroh kali ini juga sebagai wujud nadzarnya kakek. Makanya umroh kali ini juga akan sekalian liburan...jadi nanti lamanya bisa dua minggu atau malah satu bulan,baru kami pulang ke Indonesia. Biar kakak dan Kak Dira nggak ada yang ganggu,kan itung-itung bisa nyicil bulan madu biarpun cuma di rumah aja...he he he..."
"Iih ni anak...dari tadi godain kakaknya mulu..."
"Eeh...Hanna ngomong bener kali... Mudah-mudahan pas Kak Dira wisuda nanti kami sudah pulang,tapi kalo kami belum bisa pulang...kakek akan bikin syukuran buat wisuda Kak Dira,begitu sampai di rumah..."
"Akh tidak perlu syukuran tapi terimakasih sebelumnya karna keluarga ini begitu perhatian padaku... Kuliah sampai wisuda itu memang sudah seharusnya begitu...tidak perlu dilebih-lebihkan,itu sudah menjadi kewajiban seorang anak kepada orang tuanya yang menguliahkan..." sahut Dira sambil tersenyum.
"Kak Dira kok baik banget sih...jadi tambah sayang dech..." ucap Hanna sambil memeluk Dira.
"Eeh apa-apaan ini...main peluk-peluk sembarangan,istri gue ni..."
__ADS_1
"Huu...kakak pelit..."
Hanna pun menjebikan bibirnya sambil terus memeluk Dira. Tapi Hans nggak mau kalah,dia terus mencoba memisahkan keduanya,membuat Hanna ngambek terus ngeloyor pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ih mas kok gitu sih sama adeknya...ngambek tuh..." ucap Dira ketika melihat Hanna pergi.
"Biarin...mulai sekarang kamu milikku dan tidak boleh ada yang meluk-meluk selain aku. Sudahlah sekarang kita istirahat dulu yuk..."
Dira hanya mengangguk,dia pun kemudian membiarkan Hans menggandeng tangannya menuju kamar mereka.
"Masuklah..."
"Ini kamar kita,tapi sesuai perjanjian...kita tidak akan tidur seranjang kan...?"
Dira mengangguk.
"Lalu mas akan tidur dimana?"
"Kamar ini terhubung dengan ruang kerjaku dan di sana pun ada sebuah tempat tidur. Aku akan tidur di sana,agar aku tidak melanggar perjanjian kita... Baju-bajumu ada di situ...Bi Asih sudah menatanya dengan rapi. Pergilah mandi lalu kau bisa istirahat. Kalo butuh apa-apa,aku ada di kamar sebelah..." ucap Hans yang kemudian membalikkan badan untuk meninggalkan Dira.
"Mas..."
Panggilan lembut Dira menghentikan langkahnya,dalam hatinya jelas berharap Dira menahannya pergi dan mengatakan untuk membatalkan perjanjian yang terjadi di antara mereka. Hans menoleh ke arah Dira.
"Ada apa?"
"Maaf dan juga terimakasih..."
"Untuk...?"
"Untuk semuanya... Maaf karena Dira belum bisa memenuhi kewajiban Dira sebagai istri dan terimakasih untuk keikhlasan mas menikahi saya dengan deretan syarat perjanjian yang mungkin sangat tidak masuk akal. Tapi Dira janji Dira akan secepatnya menyelesaikan skripsi Dira agar Dira bisa secepatnya di wisuda. Jika sudah di wisuda...InsyaAllah Dira siap menjadi istri mas seutuhnya..."
__ADS_1
Hans membalikkan badan,kembali mendekati Dira lalu merengkuh tubuh mungil Dira ke dalam pelukannya.
"Aku tau,kamu gadis yang baik. Aku juga. yakin jika aku tidak pernah salah memilihmu menjadi pendampingku. Aku sangat-sangat mencintaimu...kau tau itu kan?"
Dira mengangguk dalam pelukan Hans.
"Untuk itu,syarat apapun akan ku jalani asal kau tetap disisiku...Egois ya...? Tapi aku tak bisa hidup tanpa kamu... Sekarang istirahatlah...kalau kamu butuh sesuatu atau akan minta tolong sesuatu...ketuk pintu itu,aku ada di kamar sebelah..."
Hans menujuk sebuah pintu penghubung antara kamarnya dan ruang kerjanya yang sekilas orang melihat tidak akan menyangka jika itu adalah pintu penghubung. Desain interior pada dinding kamar Hans memang terlihat sangat istimewa,selain dinding kamar yang dilapisi lapisan kedap suara...bahkan pintu penghubung pun tak terlihat keberadaannya,terkecuali oleh orang yang sudah di kasih tau. Dira menjawab ucapan Hans dengan anggukan lalu Hans pun telah menghilang di balik pintu penghubung itu,setelah melepas pelukannya pada Dira dan mencium pucuk kepala Dira begitu lama.
HANS POV ON
Aku menjatuhkan tubuhku di tempat tidur yang berada di ruang kerjaku,setelah aku selesai membersihkan diri. Rasanya segar sekali bisa setelah bertemu dengan yang namanya air.
"Sebuah pernikahan ternyata cukup menguras energiku. Apalagi pernikahan ini terasa sangat melelahkan hati dan pikiranku... Karna bukan sebuah pernikahan rahasia seperti ini yang aku mau. Aku ingin mengatakan pada semua dan pada dunia jika Dira adalah istriku dan kami pun sudah menikah secara sah...di mata hukum ataupun di mata agama.
Tapi aku tidak boleh mengeluh,ini mauku...apa yang terjadi setelahnya pun atas kerelaanku,demi cintaku padanya dan demi mengikat dia agar selalu berada disampingku. Mungkin terdengar sangat egois tapi aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa Dira,apalagi jika sampai ada yang memilikinya. Toh kesepakatan yang tertulis itu tidak mengikat kami selamanya. Setidaknya semua akan berakhir setelah Dira selesai di wisuda... Dan aku yakin,semua akan indah pada waktunya..."
HANS POV OFF
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...