Sebuah Kesalahan

Sebuah Kesalahan
Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

"Jadi selama ini Damar tidak hanya sekedar ingin dekat dengan calon adik iparnya,tapi mereka memang telah berpacaran?" tanya Pras seolah tak percaya.


"Malam itu yang Dira lihat dan yang Dira dengar dari obrolan mereka,sepertinya memang mereka telah berhubungan di belakang Dira sudah sejak lama..."


"Tapi sayang...seandainya memang betul Damar sudah sejak lama mempunyai hubungan dengan Angel,apakah kau mau melepas Damar untuk adikmu?" Pras memegang kedua tangan Dira,seolah dia sedang memohon pada Dira.


"Maksud papa? Apakah papa sedang memohon untuk kebahagiaan Angel lagi?" Dira melepas pegangan tangan papanya dan menggeser tubuhnya menjauhi papanya,Pras berusaha meraih tangan Dira kembali. Tapi dengan tersenyum sinis Dira pun langsung berdiri menghindari papanya.


"Dira nggak nyangka papa selalu memikirkan perasaan Angel tapi papa tidak pernah memikirkan perasaan Dira...Huh...harusnya Dira sadar diri...karna sampai kapan pun bagi papa Angel memang segala-galanya...dan Dira bukan apa-apa..." Hati Dira tiba-tiba merasa sangat sakit...Dira kecewa dan nggak menyangka kalau papanya akan memohon padanya tanpa memikirkan perasaannya,hanya demi kebahagiaan Angel adiknya.


"Bukan begitu sayang...maksud papa,kalau memang Damar telah mengkhianatimu,berarti dia bukan laki-laki yang baik untukmu. Dan kamu justru harus bersyukur sebab kamu lebih cepat terhindar dari laki-laki yang tidak baik seperti dia...Karna kamu berhak mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari pada dia..."


Dira terdiam,kalau di pikir dengan kepala dingin,memang ada betulnya juga apa yang diucapkan papanya itu. Lagi pula saat ini,Dira toh sudah memutuskan hubungannya dengan Damar. Dira pun akhirnya kembali duduk di samping papanya,tapi dengan jarak yang tak sedekat tadi.


"Sayang...maafin papa...selama ini papa sering sekali mengecewakanmu. Tapi sayang,kamu harus tau jika papa sangat sayang padamu..." Pras diam sejenak,lalu...


"Oya sayang...sebenernya,selain papa kangen sama kamu...papa juga ingin meminta bantuanmu karna hanya kamu yang bisa bantu papa..."


"Bantuan untuk siapa? Untuk Angel lagi? Atau untuk Mami Sonya?" tanya Dira sinis.


"Bantuan untuk kita semua...perusahaan papa bermasalah..."


Pras pun kemudian menceritakan kondisi perusahaan yang dia rintis bersama mamanya Dira dulu dari hasil menjual warisan orangtua Dewi,mamanya Dira... Perusahaan itu kini sedang dalam keadaan kritis dikarenakan kecurangan yang lakukan oleh Farel adik dari Sonya. Farel sudah dipenjara dengan bukti-bukti yang valid,tapi perusahaan yang sudah diambang bangkrut itu membutuhkan investor besar untuk bisa kembali berjalan seperti sedia kala. Pras menceritakan bahwa saat ini ada investor besar yang mau menanamkan modal ke perusahaannya tapi dengan satu syarat yaitu dia diijinkan untuk meminang Dira,putri sulung Pras.


"Untuk itu,papa mengharap kamu mau berkorban untuk menyelamatkan perusahaan yang telah lama papa rintis bersama mamamu..."


Dira terkejut bukan kepalang,dia benar-benar tak habis pikir dengan permintaan papanya itu.


"Jadi,dengan kata lain papa ingin menjual Dira? Ya Allah...sebegitu tidak berhargakah Dira di mata papa?"


"Sayang,jangan bicara begitu...seandainya Pak Sasongko mempunyai syarat lain,pasti papa tidak akan melibatkanmu. Tapi beliau sangat menyukaimu dan syaratnya tidak mau digantikan dengan syarat yang lain. Walaupun sebenarnya papa juga berat mengabulkan permintaannya tapi ini jalan satu-satunya nak. Dia memang terlalu tua untukmu,tapi setidaknya Pak Sasongko orang baik,beliau bukan jenis pria hidung belang. Papa jamin dia pasti akan memperlakukanmu dengan baik dan kau pun akan tercukupi segala-galanya..."

__ADS_1


"Astaghfirullahhaladziim..." Dira beristighfar dalam gumamannya.


"Sayang...papa tau jika permintaan papa ini sangat berat,tapi mau bagaimana lagi...toh hubunganmu dengan Damar juga sudah berakhir kan?"


"Ini nggak ada hubungannya dengan Damar papa... Dulu papa mendirikan perusahaan ini dengan modal warisan dari orangtua mama Dewi dan sekarang ketika perusahaan ini bangkrut karna kejahatan adik dari mami Sonya,kenapa papa nggak minta ganti rugi dari keluarga mami Sonya,kenapa harus Dira anak mama Dewi yang harus berkorban lagi? Tega papa melakukan itu pada kami..."


Dira berlari keluar dari area taman dan langsung masuk ke dalam taksi yang kebetulan habis menurunkan penumpang di resto,Pras berulang kali memanggil putrinya itu tapi Dira tak menyahut,sementara untuk mengejar Dira,Pras seperti sudah kehabisan tenaga. Dengan langkah gontai,Pras pun berjalan menuju mobilnya lalu pulang ke rumahnya.


🌹🌹🌹


Dira berdiri di depan gedung megah yang menjulang tinggi. Berulang kali dia meyakinkan dirinya bahwa tidak akan ada apa-apa jika dia masuk ke apartemen tempat tinggal Sila itu. Dira menyeka sisa air mata yang menetes di pipi mulusnya dengan kasar. Dan dengan langkah panjangnya Dira segera masuk ke lift khusus lantai 7 gedung apartemen itu. Seketika jantung Dira berdegup kencang,ketika lift yang mengantarnya ke lantai 7 berhenti dan terbuka pintunya karna itu berarti dia sudah sampai ke lantai yang di tuju. Ya...ini memang kali pertama dia kembali datang ke tempat tinggal Sila tersebut,setelah peristiwa malam itu.


Dira menundukkan wajahnya karna memang arah ke unit apartemen Sila dari lift tinggal lurus terus belok kiri. Dan...'bruk'...Dira kembali menabrak seseorang. Karna Dira sedang dalam keadaan tidak stabil,maka tabrakan itu membuat Dira jatuh terduduk di lantai.


"Hei...liat-liat dong kalo jalan..." ucap seorang perempuan dengan congkaknya.


Dira mengangkat wajahnya dan seorang cewek berpakaian sexy berdiri didepannya sambil mengomel-ngomel tanpa henti. Sepertinya dia baru saja keluar dari apartemen Hans.


"Ma...maaf mbak,saya buru-buru..." ucap Dira sambil berdiri.


"Maaf...maaf..."


Cewek cantik itu memperhatikan Dira dari ujung rambut sampai ujung kaki,membuat Dira merasa risih.


"Maaf...apa ada yang salah dari saya mbak?" tanya Dira heran.


"Mbak...mbak...emang gue keliatan kaya mbak-mbak pembantu ya..? Eh,lu mau kemana? Lu mau ke tempat Hans ya?" tanyanya dengan congkak sambil melipat tangannya di dada mo*****knya.


Dira menggelengkan kepalanya.


"Saya mau ke apartemen sahabat saya di sebelahnya...."

__ADS_1


"Apartemen Alex? Tapi lu tau kalo apartemen yang ini punya Hans?"


Dira mengangguk.


"Good...kenal?"


Dira menggeleng...Dira nggak mau terlibat lebih jauh dengan semua urusan yang berhubungan dengan Hans kecuali urusan skripsinya.


"Good...kalo gitu,lu jangan coba-coba berkenalan dengannya,karna dia terlalu ganteng buat lu. Dan jika lu ketemu dia,jangan coba-coba cari perhatian dia ya...karna 'dia milik gue'...mengerti?"


Lagi-lagi Dira hanya mengangguk.


"Very good..." ucapnya sambil menyentuh dagu Dira dengan ujung jari telunjuknya yang lentik,lalu cewek itu pun melangkah dengan langkah genit ke arah lift.


'Huuh...ternyata cewek-cewek macam begitu yang ada di sekelilingnya...menjijikkan...' gumam Dira dalam hati.


Dira pun segera kembali menuju tujuan semula,yaitu apartemen Sila.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2