Sebuah Kesalahan

Sebuah Kesalahan
Makan Siang


__ADS_3

"Kak Hans....! Kak Hans kok ninggalin aku sih?"


"Astaghfirullah...duh sori-sori kakak lupa kalo tadi kakak ke sini sama kamu... Sini-sini...naik ke sini..." ucap Hans sambil menepuk jidatnya.


Sementara dari sejak Hanna memanggil Hans tadi,Dira sudah mengamati kehadiran Hanna yang di antar oleh Agni. Dia seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Tunggu...tunggu...cewek cantik ini siapa mas?" tanya Dira terang-terangan.


"Kenapa? Cemburu ya?" ucap Hans sambil meraih tubuh Dira untuk dipeluknya.


"Aish...jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya..." Dira pun melepaskan diri dari pelukan Hans.


"Ha ha ha..."


"Maaf...sepertinya kita sudah pernah ketemu sebelumnya...tapi kapan dan dimana ya?"


"He he he...Kak Dira lupa ya? Kita pernah ketemu setahun yang lalu waktu aku mau beli bunga tapi dompetku kecopetan di angkot..."


"Ah yaaa...kamu gadis yang nangis di depan tokoku karna dimarahi oleh kondektur angkot kan?"


"Iya-iya...senang dengernya karna Kak Dira masih mengingatku... Jadi Kak Dira ini calon kakak iparku ya...duuh senangnya..."


Hanna pun langsung menghambur ke pelukan Dira.


"Jadi kamu adiknya Mas Hans?"


Hanna mengangguk lalu kembali memeluk Dira.


Obrolan pun akhirnya mengalir di antara keduanya,menceritakan tentang masa lalu dan tentang kegiatan mereka di masa sekarang. Tanpa sengaja mereka telah mengabaikan keberadaan Hans di sana.


"Ehem...hem...mau sampai kapan kalian akan mengabaikan aku?" tanya Hans akhirnya setelah melihat Hanna dan Dira benar-benar tidak memperdulikan dirinya.


"Eh maaf..." ucap keduanya bebarengan di susul dengan tertawa mereka yang juga bebarengan.


"Mas mau minum apa? Atau mau makan?"


"Kak aku lapeeerrr..."


"Akh iya...kamu belum makan siang ya...ini udah jam 2 siang lagi...kamu mau makan apa? Mau Kak Dira masakin atau mau Kak Dira pesenin sesuatu?"


"Heh kamu tadi nawarin aku minum tapi ujung-ujungnya kamu malah kembali asik ngobrol lagi dengan Hanna...Tau cuman dicuekin,tadi nggak ku ajak Hanna ke sini" ucap Hans kesal.


"Idih...Kak Hans cemburuannya nggak pandang bulu...segala adik perempuannya juga dicemburuin...he he he..." ledek Hanna.


"Iya deh maaf ya om...sekarang om mau minum apa...he he he..." Dira pun ikut-ikutan Hanna ngeledek Hans lalu Dira dan Hanna pun kembali tertawa meledek Hans yang sedang ngambek.


"Apa kamu bilang? Sekali lagi kamu panggil 'om',aku cium kamu sekarang juga..."


"Iih dasar mesum...jadi mau dibikinin minum apa ni..."

__ADS_1


"Nggak usah...kamu cepet ganti baju aja terus kita jalan cari makan di luar..."


"Yeeaaa...asik kita jalan bertiga..." teriak Hanna seperti anak kecil.


Dira tersenyum melihat tingkah Hanna,sambil mengusap pucuk kepala Hanna kemudian Dira pun masuk ke kamarnya untuk ganti baju.


🌹🌹🌹


Mobil Pajero Sport milik Hans pun memasuki halaman parkir sebuah mall dan tak lama setelah memarkir mobilnya,tampak mereka bertiga memasuki gedung megah itu.


"Hallo...mau lapor nyonya...Tuan Hans memasuki Mutiara Mall bersama kedua perempuan yang fotonya saya kirimkan tadi..." lapor seorang laki-laki yang ternyata telah memata-matai Hans sejak tadi.


"Pantau terus agar tau mereka pergi kemana...aku segera kesana..." ucap seorang perempuan yang di panggil nyonya oleh laki-laki itu.


'Br*******k...berani-beraninya cewek murahan itu ingkar janji. Mau main-main lu sama gue...tunggu aja...apa yang bisa gue lakukan...' ucap perempuan itu dalam hati.


Sementara Dira,Hanna dan Hans tengah memasuki sebuah resto di mall itu untuk makan siang. Hans tampak celingukan waspada,dia sudah tau jika sejak dia keluar kantornya ada seseorang yang tengah membuntutinya.


"Mas...mau makan apa?" tanya Dira,tapi rupanya Hans tidak mendengar pertanyaan Dira,sebab dia justru sibuk melihat ke kanan dan ke kiri...celingukan seperti ada yang di cari.


"Mas...mas kenapa sih?"


"Eeh apa? Kenapa-kenapa?" tanya Hans gugup.


"Di tanya kok malah balik nanya..." gerutu Dira.


"Oh...sori sayang lagi kurang konsen...he he he..."


"Sayang...sayang...sejak kapan mas panggil saya sayang?"


"Ya sejak sekarang dan selamanya...he he he..."


"Huuu...Kak Hans sok romantis..." ucap Hanna sambil mengerucutkan bibirnya.


"O ya Kak Dira...Kak Dira ini kan calon istri Kak Hans...kok berkali-kali Hanna dengar kakak menyebut ke diri sendiri,saya...saya...kedengarannya nggak asik tau,rasanya aneh...kayak sama majikannya aja..."


"Nah betul tuh kata Hanna,hari ini sebut dirimu dengan 'aku'...jangan 'saya...saya' terus...."


"Tapi mas nggak pernah protes sebelumnya..."


"Sebenarnya telingaku risih juga...tapi aku nggak mau nanti di bilang banyak ngatur...he he he..."


"Udah pokoknya mulai sekarang nggak boleh bilang saya lagi...biar kalian semakin akrab...oke?"


"Iya deh...karna kamu yang minta,kakak akan turutin..."


"Yeeaaa...Kak Dira memang baik deh... Tapi ngomong-ngomong sekarang aku udah lapeeeer..." rengek Hanna seperti anak kecil.


"Mas dan Hanna bisa pesan dulu,punyaku samain aja dengan Hanna... Aku permisi ke kamar kecil dulu..." pamit Dira.

__ADS_1


"Ya..."


Dira berjalan menuju toilet mall yang tampak sepi. Dira sedang membasuh tangan di wastafel ketika seseorang tiba-tiba masuk dan menarik tubuhnya kemudian merapatkan tubuhnya di dinding kamar kecil.


"Eh..."


Dan...'Plaaak...' sebuah tamparan keras menyambar pipi Dira.


"Argh..."


"Dasar wanita munafik,wanita pembohong... Kemaren lu bilang lu nggak tertarik sama Hans tapi kenapa sekarang lu malah nempel-nempel sama dia. Lu juga mulai berani pendekatan sama adiknya... Maksud lu apa?"


Jessica memegang dagu Dira dengan setengah menekan,membuat Dira sedikit meringis kesakitan.


"Aku...aku..."


"Sudah gue bilang jauhi Hans ya jauhin Hans..." ucap Jessica sambil melepas pegangan pada dagu Dira dengan kasar.


"Argh..." teriak Dira tertahan karna tidak ingin menimbulkan keributan.


"Sekali lagi gue peringatin sama lu..jangan sekali-kali lu dekati Hans lagi..."


Jessica mendorong tubuh Dira hingga tubuh mungil itu terbentur di dinding,kemudian dia meninggalkan kamar mandi itu.


Sepeninggal Jessica,tubuh Dira yang bersandar di dinding pun merosot ke bawah sampai dia terduduk di lantai kamar mandi yang dingin. Sorot matanya redup memandang jauh ke depan,sementara air matanya pun mengalir tanpa henti dan tanpa suara. Dira terpuruk untuk yang kedua kalinya.


'Dira kok lama ya dan perasaanku kok juga tiba-tiba jadi nggak enak...' bathin Hans.


"Han...kakak tinggal ke toilet dulu sebentar ya nyusul Kak Dira. Dari tadi kok dia nggak balik-balik..."


"Iya...ngapain aja sih kok Kak Dira nggak balik-balik ke meja kita..."


Hans pun berdiri lalu melangkah menuju ke toilet resto tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2