Sebuah Kesalahan

Sebuah Kesalahan
Pertengkaran Di Rumah Prasetya


__ADS_3

Dira sedikit heran melihat Sila senyum-senyum sendiri sambil serius mengutak atik ponselnya,hingga mengabaikan mie instant bikinannya.


"Lu lagi WhatsApp an sama siapa sih sampe segitunya...tuh keburu dingin mie instant lu..." tegur Dira.


"Emmhh...iya... Eh Dir,habis ini kita keluar yuk..."


"Keluar kemana?"


"Jalan-jalanlah...biar suasana hatimu agak enakan gitu..."


"Hmm...tau gitu tadi nggak bikin mie instant..." gumam Dira menggerutu.


"Beresin aja...kita cari makan di luar..."


"Eit tidak bisa...jangan suka buang-buang makanan...Kita habisin dulu mienya,baru kita keluar...oke?!"


"Hmm...oke boss..."


🌹🌹🌹


Rumah Prasetya


Pras memarkirkan mobil sedan warna hitamnya di depan garasi rumahnya lalu dengan langkah gontai dia memasuki rumah. Sonya yang tengah duduk sambil membolak balikkan majalah fashionnya pun segera bangkit menyambut kedatangan suaminya.


"Capek pi..." ucapnya sambil mencium tangan suaminya dan membawakan tas kerja Pras.


"Hmm..." jawab Pras tak bersemangat. Pras melemparkan tubuhnya di sofa dengan posisi duduk setengah terlentang dan mata yang terpejam.


"Mami buatin minum dulu ya pi..."


Pras tidak menjawab,sementara Sonya segera berlalu untuk membuatkan teh manis hangat untuk suaminya. Ya...terlepas dari ketidaksukaan Sonya dengan keberadaan Dira,tapi Sonya adalah seorang istri yang baik dan setia pada suaminya.


"Ini tehnya..."


"Yaah terimakasih..." Pras membenahi duduknya dan mulai menikmati teh buatan istrinya.


"Hari ini...papi jadi ketemu Dira?" tanya Sonya ragu dan sangat berhati-hati.


"Iya..."


"Lalu..."


"Dia terlihat kecewa padaku...Dia merasa diperlakukan tidak adil kalau dia yang harus menanggung akibat dari kesalahan yang tidak pernah dia perbuat..."


"Aku tau perasaannya,tapi...Apa dia langsung menolak permintaan papi?"


"Tidak...dia memang tidak menerimanya,tapi dia juga tidak menolaknya...Dia hanya langsung berlari pergi,meninggalkan aku sendiri sesaat setelah kami berdebat hebat..."


Pras kembali membaringkan tubuhnya ke sandaran sofa dan memejamkan kedua matanya,tampak dengan jelas raut wajah penyesalan karna telah membuat Dira kecewa padanya. Sonya mendekati suaminya,kemudian jari-jari lentiknya merapikan anak-anak rambut suaminya yang berantakan di kening Pras.

__ADS_1


"Maafkan aku dan keluargaku ya pi...Karna perbuatan Farel,perusahaan yang telah di rintis papi sejak dulu,kini di ambang kebangkrutan..."


Pras diam dengan mata yang masih terpejam.


"Dira anak yang baik dan sangat berbakti,aku menyesal karna kurang memperlakukan dia dengan baik selama ini. Dan kini di saat kita butuh bantuan,dengan tidak tau malunya aku mengharapkan dia mau membantu kita,menyelamatkan perusahaan yang telah di buat kacau oleh adikku. Tapi mau bagaimana lagi,syarat yang di ajukan Pak Sasongko adalah meminang Dira. Andai Pak Sasongko menginginkan Angel,aku pasti akan berusaha membujuk Angel untuk mau menerima pinangan Pak Sasongko..."


Pras masih tetap diam,otaknya berfikir keras mencari cara bagaimana agar bisa membujuk Dira supaya mengiyakan permohonannya. Sementara Sonya masih setia disampingnya,namun tiba-tiba Angel keluar dari kamarnya dengan dandanan rapi.


"Mi...pi...aku mo keluar ya..."


"Mau kemana kamu?" tanya Pras.


"Aku mau pergi sama Kak Damar pi..."


"Duduklah sebentar,papi mau tanya sesuatu..."


"Tapi bentar lagi Kak Damar mo dateng pi..."


"Duduk...!" titah Pras dingin. Angel pun langsung duduk dengan wajah cemberut.


"Papi mo tanya apa?" ucapnya kesal.


"Angel...!" Sonya berusaha mengingatkan tingkah tidak sopan Angel pada papinya.


"Seperti apa sebenarnya hubunganmu dengan Damar? Kenapa semenjak kakakmu tidak ada di rumah,kamu makin sering pergi dengan Damar. Padahal kamu sudah tau kan,jika Damar adalah pacar kakakmu...? Mereka berhubungan pun nggak cuma baru setahun 2 tahun,tapi mereka berhubungan sudah hampir 7 tahun..."


"Angel...Angel...Angel sayang Kak Damar pi...kami sudah resmi pacaran selama 5 bulan terakhir..."


"Tapi kami saling mencintai pi..."


"Lalu bagaimana dengan kakakmu Dira?"


"Kak Damar janji akan mutusin Kak Dira pi tapi Kak Damar masih menunggu sampai Kak Dira selesai wisuda dan Angel setuju,Angel mau menunggu kok..."


"Apa hubungannya pengkhianatan kalian dengan wisuda kakakmu?"


"Kata Kak Damar,kalau Kak Dira diputusin sekarang,Kak Damar takut Kak Dira stress lalu kuliahnya yang tinggal selangkah lagi selesai,akan buyar semuanya..."


"Dan kamu percaya? Laki-laki kalau sudah berani mengkhianati pacarnya yang satu,bukan tidak mungkin dia juga akan mengkhianati pacarnya yang lain...Papi heran,kenapa sih kamu selalu menyukai apa yang menjadi milik kakakmu? Apa kamu tidak bisa punya pedoman hidup sendiri?" ucap Pras dengan nada sedikit keras,sementara Angel tertunduk tak berani mengangkat wajah di depan papinya.


"Papi...sabar pi..." ucap Sonya mengingatkan.


"Kurang apa kakakmu sama kamu. Kamarnya sudah kamu minta,mobilnya kamu pakai dan sekarang pacarnya pun kamu rebut darinya..."


"Tapi pi..."


"Papi nggak mau tau,mulai sekarang kamu harus tinggalin Damar..."


"Angel nggak bisa pi..."

__ADS_1


"Denger Angel,kamu masih muda,kamu cantik,kamu juga terkenal sebagai seorang model...Kamu bisa cari laki-laki yang lebih baik dari Damar..."


"Maaf Angel nggak bisa pi..."


"Apa yang membuat kamu nggak bisa meninggalkan Damar? Tidakkah kau pikirkan perasaan kakakmu jika tau kau dan Damar mengkhianatinya? Pokoknya papi nggak mau tau,mulai hari ini kamu harus putus dengan Damar! Papi tidak akan membiarkan kamu bertemu dengan dia lagi...Papi tidak ingin kalian...anak-anak papi bertengkar hanya karna seorang laki-laki..."


"Maaf pi...Angel nggak bisa pisah dengan Kak Damar pi,Angel nggak bisa hidup tanpa Kak Damar..."


"Tapi kenapa? Kenapa sebegitu keras kepalanya kamu mempertahankan Damar tanpa memikirkan perasaan saudaramu?"


"Karna...karna Angel dan Kak Damar sudah berhubungan sangat jauh dan mungkin saat ini...saat ini Angel tengah mengandung anak Kak Damar pi..."


"Apa...?!"


'Plak...' Sebuah tamparan reflek melayang ke pipi Angel...tamparan amarah dari seorang ayah yang merasa telah dikecewakan oleh anaknya.


"Papi...!!! Kenapa papi harus menampar Angel?" teriak Sonya sambil memeluk Angel.


"Kenapa katamu? Apa kau tak dengar apa yang dikatakan oleh anakmu tadi haa...? Kemana saja dan ngapain saja kamu selama ini...Astaghfirullah..."


Pras memegangi dadanya membuat Sonya cemas dan bingung,dia berusaha mendekat tapi Pras menghadang dengan tangannya.


"Papi...maafin mami pi...hiks hiks hiks..."


"Papi nggak habis pikir,diusiamu yang semuda ini kenapa kamu sudah kehilangan kehormatanmu,kenapa kamu tidak bisa mencontoh kakakmu yang sudah pacaran sekian lama tapi masih bisa mempertahankan kegadisannya..." ucap Pras sambil terus memegang dadanya.


"Kata siapa Kak Dira masih gadis? Papi hanya bisanya menyalahkan aku saja. Padahal anak kebanggaan papi itu sudah tidak perawan lagi..."


"Tutup mulutmu Angel..." teriak Pras yang langsung meringis kesakitan.


"Ini buktinya kalo papi tidak percaya...papi bisa dengerin sendiri percakapan anak papi itu..."


Angel pun memutar rekaman yang waktu itu dia ambil dari percakapan Dira dan Sila. Dan tanpa mereka sadari,ada sepasang telinga yang ikut mendengarkannya di teras rumah mereka.


'Br*******k...ternyata ini alasan sesungguhnya yang membuat dia memutuskan aku,teryata dia sudah selingkuh dariku,bahkan ternyata dia sudah memberikan kegadisannya pada laki-laki itu. Padahal selama hampir 7 tahun bersamaku,dia tidak mau aku sentuh sedikit pun...dasar perempuan munafik...' gumam Damar geram dalam hatinya.


Damar yang semula datang untuk menjemput Angel pun dengan sedikit tergesa diam-diam pergi meninggalkan rumah itu menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2