
"Jess, bisa bicara sebentar? Aku tunggu kamu di ruang kerjaku sekarang..." titah Hans kepada Jessica yang sedang bermain dengan putranya.
"Oh oke..."
Tak lama kemudian...
'Tok tok tok...'
"Masuk..."
'Ceklek...'
"Ada apa sih Hans...? Serius amat..." Jessica mendekati Hans dan ingin mengelus lengan Hans. Tapi dengan cepat Hans menghindar.
"Jaga sikapmu Jessi... duduklah..." Jessica tersenyum lalu duduk di depan meja kerja Hans.
"Kenapa sih Hans? Mau bicara tentang apa?"
"To the point aja... Apa maksudmu mengatakan hal yang tidak masuk akal kepada Hara hingga membuat anakku itu ketakutan dan menangis?"
"Mengatakan apa sih?" Jessica mencoba meraih tangan Hans tapi lagi-lagi Hans menarik tangannya kemudian menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kerjanya, agar jarak mereka sedikit jauh sehingga Hans tidak tersentuh oleh Jessica.
"Jangan pura-pura Jessi... kau tau betul apa yang sudah kamu katakan kepada anakku, hingga membuat dia begitu ketakutan sampai menangis tersedu-sedu. Apa sih yang kamu mau...?"
"Kamu..." ucap Jessica lembut menggoda dan langsung berjalan menghampiri Hans yang kebetulan sedang membalas sebuah chat di ponselnya. "Aku mau kamu Hans..." bisik Jessica yang sedikit membungkukkan badannya ke depan, sehingga terlihat dengan jelas belahan dadanya yang montok itu. Jessica juga dengan sengaja mendekatkan bibirnya di telinga Hans. Hans pun sangat terkejut ketika mendengar suara Jessica yang terasa begitu dekat padanya, dan dengan reflek Hans pun menoleh ke arah Jessica. Tapi karena gerakan yang tiba-tiba itu, justru membuat bibir mereka tanpa sengaja bersentuhan dan dengan nakalnya Jessica menarik kepala Hans dan me*******t bibir Hans. Hans pun segera mendorong tubuh Jessica sampai Jessica hampir terjatuh, tapi bukannya marah Jessica justru malah tersenyum puas.
"Gila kamu Jess...!" teriak Hans sambil menggosok-gosok bibirnya berkali-kali dengan tangannya.
"Ha ha ha... Hans... Hans... munafik lu..., selama ini kamu seolah membangun dinding penghalang di antara kita, padahal sebenarnya kamu masih mencintai aku kan? Selama kita bersama kamu selalu menolak berciuman denganku... kini kena kau... ha ha ha..."
"Dasar wanita gila... Ingat Jess, jangan sekali-kali kamu coba-coba menjadi orang yang tidak tau diri dirumahku... Asal kamu tahu aja, bahwa sebenarnya dari awal aku tidak pernah mau membantumu menyelesaikan masalah kamu. Tapi Dira... istriku yang dengan kebaikan hatinya memohon padaku untuk menolongmu sekaligus memintaku menampungmu sementara di rumah ini. Jadi ku harap kamu bisa menjaga sikap dan jangan coba-coba berulah lebih gila lagi... Keluarlah...!" usir Hans di akhir ucapannya.
"Tapi Hans..."
"Keluar ku bilang..." teriak Hans penuh amarah membuat nyali Jessica menciut.
"Dengar Jess... jangan berani-berani lagi kamu memprovokasi anakku apalagi sampai mengganggu istriku, jika kamu masih butuh bantuanku..."
"Oke... oke... tapi jangan larang aku untuk tetap mencintaimu dan terimakasih atas ciuman hangatnya..." Jessica tersenyum menggoda dan langsung keluar ruangan, meninggalkan ruang kerja Hans.
'Br*******k...' umpat Hans dalam hati.
Sepeninggal Jessica, Hans kemudian menelpon seseorang beberapa saat, sampai sebuah ketukan pintu pun terdengar.
__ADS_1
"Ya masuk..."
"Mas sibuk? Dira bikinin teh anget..."
"Eh sini sayang..." Hans menerima cangkir yang berisi teh anget dari Dira tapi bukannya di minum, Hans malah menaruh cangkir berisi teh itu di atas meja kerjanya, lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
"Mas kenapa? Kok tehnya nggak di minum...?" tanya Dira heran dengan sikap suaminya.
"Biarkan maa begini sebentar sayang..." Hans menyandarkan kepalanya ke bahu Dira.
'Astaghfirullah... Maafkan mas sayang, mas tidak mungkin mengatakan apa yang telah terjadi... Maafkan mas yang telah mengkhianatimu...' gumam Hans dalam hatinya.
"Sayang I love you... Apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin mas lagi ya..." bisik Hans seperti orang yang memelas.
"I love you too tapi kenapa akhir-akhir ini mas selalu begini sih... Jangan begini dong mas... jangan bikin Dira tambah takut..."
"Maafkan mas ya sayang..." Hans mengeratkan pelukannya kepada Dira
"Hei... memangnya mas sudah melakukan kesalahan apa?" tanya Dira bingung. Dira mengangkat kepala suaminya dan menangkup wajah Hans dengan kedua tangannya.
"Dira tidak tau apa kesalahan yang telah mas lakuin ke Dira, tapi karena besarnya cinta Dira ke mas maka... Dira akan selalu memaafkan kesalahan yang telah mas perbuat,.." Dira memajukan wajahnya hendak mencium bibir suaminya, tapi Hans menghindar.
"Kenapa?" tanya Dira dengan mimik wajah yang kecewa dan sedih. "Mas sudah nggak mau dicium Dira ya..."
'Maaf sayang tapi bibir ini belum mas bersihkan, bibir ini kotor... bibir ini menjijikkan karna bibir ini baru saja mengkhianatimu dengan bibir wanita gila... Tapi sungguh itu bukan sengaja aku lakukan... Maafkan mas sayang...' bathin Hans.
"Beneran sariawan?" Hans mengangguk... "Bukan karena habis mencium seseorang kan?"
'Deg'
'Ya Allah, kenapa Dira harus bertanya seperti itu? Astaghfirullah... beginikah rasanya jika kita sedang berbohong dan merasa bersalah sama orang yang kita cintai? Aku seperti orang yang tengah berselingkuh dengan wanita lain, sungguh tidak nyaman sekali...' bathin Hans lagi.
"Mas kok bengong... Dira nggak papa kok kalo mas nggak mau di cium bibirnya... kan lagi sariawan, pasti sakit tapi cium pipi boleh kan?" Hans mengangguk seperti anak kecil yang sedang di bujuk ibunya.
"Tapi pelan ya..." ucap Hans untuk menyempurnakan kebohongannya.
"Kok ada bau seperti parfum perempuan yang nempel..."
"Iih... parfum perempuan mana lagi... mas kan habis sholat tadi langsung ke sini... nggak kemana-mana...?" ucap Hans dengan wajah sedikit panik.
"He he he... o iya ya... kebanyakan nonton sinetron perselingkuhan jadi kebawa alur ceritanya deh..." ucap Dira terkekeh sendiri. "O ya, karena mas sedang sariawan, biar Dira bikinin bubur ya... takutnya nanti akan terasa sakit jika harus makan nasi..."
"Nggak perlu sayang, mas nggak mau kamu kecapekan... asal makannya pelan-pelan nggak papa kok..." ucap Hans. "Sayang ciumannya mana? Tadi katanya mau cium pipi mas..." rengek Hans. Dan 'cup' sebuah ciuman mendarat pelan di pipi Hans. Tapi entah karena Hans masih merasa bersalah atau karena Dira masih kecewa Hans tidak mau di cium bibirnya, ciuman Dira kali ini terasa hambar bagi Hans... tidak sehangat biasanya.
__ADS_1
"Oke... sekarang kita makan malam dulu yuk mas, habis itu kita obati sariawannya ya..." ucap Dira sambil tersenyum lembut.
Sementara hati Hans seketika panik mendengar ucapan istrinya, dia bingung mau menjawab bagaimana... dan pada akhirnya dia hanya bisa mengangguk.
FLASH BACK ON
DIRA POV
Akhirnya Hara tertidur kembali setelah beberapa saat bermain di kamarku. Ini sudah waktunya makan malam, aku pun keluar kamar hendak membantu Bi Asih. Tapi tiba-tiba saja netraku melihat Kak Jessica keluar dari ruang kerja Mas Hans. Dan ketika melihatku dia tampak kaget dan sambil membenahi bajunya tiba-tiba saja dia memelukku sambil menangis.
Dan... 'duaaar'... bagai di sambar petir di siang hari, hatiku terasa sakit sekali ketika Kak Jessica menceritakan perlakuan Mas Hans kepadanya di dalam ruang kerjanya. Jantungku seakan berhenti tiba-tiba, untung Bi Asih segera datang, lalu mengambilkan obatku setelah memintaku duduk.
Setelah jantungku kembali normal, aku menguatkan hati untuk mencari kebenaran dari cerita Kak Jessica. Bagaimana pun juga aku tidak mungkin percaya begitu saja dengannya, mengingat apa yang telah dilakukannya kepada Hara. Dan kini setelah aku berusaha menjebak sikap suamiku dengan caraku... aku jadi sedikit yakin dengan kebenaran cerita Kak Jessica.
Astaghfirullah haladziim... mungkinkah suamiku telah mendua? Tapi entah kenapa sisi bathinku tidak bisa menerima itu? Apakah karena kini aku sudah mulai dibutakan oleh cinta Mas Hans, hingga sisi bathinku yang lain mengatakan jika cerita Kak Jessica tidak seutuhnya benar.
Oke... sepertinya aku harus mulai bersandiwara untuk menguak kebenaran dan mencari siapakah di antara mereka berdua yang telah berbohong padaku. Mas Hans kah atau Kak Jessica yang masih belum bisa menerima kenyataan jika Mas Hans kini adalah suamiku.
FLASH BACK OFF
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Maaf ya friends... update nya telat-telat mlulu...
Terimakasih buat kamu yang masih setia mengikuti cerita ku...
Yuk tambah lagi like, komen,vote N giftnya...
Diantos nya...😘😘😘
__ADS_1