
**SELAMAT MEMBACA.
LIKE, COMEN, VOTE, DAN RATENYA JANGAN LUPA YAHHH 😘**
.
.
para emmak emmak cantik nan masih awet itu setelah menenangkan perasaan mereka dan memberi anak anak mereka waktu untuk membersihkan diri.. sekarang mereka kembali ke kamar itu..
Devano sudah mengenakan pakaiannya, dan juga Kiana sudah berpakaian dengan pakaian baru yang dipesan Mama Ellena.
sekarang Devano duduk disofa bersama Mami Ningrum, sedangkan Kiana duduk dibibir ranjang dengan mom Elle yang memeluknya.
mereka semua terlihat canggung, kecuali Mom Elle yang terlihat lebih lapang dan menenangkan Kiana yang terlihat tertekan dan mengusap punggung wanita muda itu.
"Kiana katakan apa salah kami? kenapa kamu tega menyakiti kami dan kakak kamu sendiri? apa yang ada diotakmu itu?? Mami tidak mendidikmu untuk seperti ini." Mami Ningrum meluapkan emosinya dan sudah menangis, entah apa yang harus dilakukannya sekarang.
ia tidak sanggup melihat Kiana menerima hukuman dari suaminya, disisi lain dia sendiri sangat geram ingin memukul putri yang ia besarkan dengan penuh cinta itu. yah itulah seorang ibu.
Kiana bergetar menangis dipelukan Ellena ia bahkan tidak sanggup berbicara sepata katapun, bahkan menatap wajah Mami saja ia tidak sanggup. ia memang salah apalagi kepada Balqis yang sudah menyayanginya selama ini.
"maaf Mi, ini kesalahan kita berdua jangan salahkan Kiana saja! tolong beri Devano kesempatan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi!" yah Devano sudah memanggil Ningrum dengan panggilan Mami sejak acara pertunangannya dengan Balqis.
__ADS_1
Ningrum hanya menatapnya isyarat memberi Devano kesempatan menjelaskan semuanya.
"semalam sepertinya ada yang ingin menjebak Kiana dan memberinya obat perangsan sampai ia tidak sadar seorang pria asing membawanya kesini. dan kebetulan semalam Devano juga mesen kamar sebelah karena Devano mabuk dan tidak bisa kembali kerumah, sebelum masuk kamar Devano melihat Kiana ingin dilecehkan pria itu jadi Devano menolongnya!"
"menolong?? kemudian kamu yang melecehkannya!" potong Mom Elle kesal!
"Mom tidak seperti itu, saat itu Kiana dalam pengaruh obat perangsan dan aku mabuk berat.. seorang pria normal yang kesadarannya masih waras saja kalau bersama wanita dalam satu kamar siapa yang bisa menjamin tidak akan terjadi sesuatu."
Devano memang memanggil Mama Elle dengan panggilan Mommy.
"iya.. apalagi kamu yang memang tidak waras berada satu kamar dengan menantu mommy yang cantik ini sudah pasti akan menerkamnya! kenapa tidak menelfon orang rumah saja hehh?" yahh, sudah lama Ellena mengharapkan wanita muda dalam pelukannya itu menjadi menantunya, sayangnya selama ini Devano keras kepala dan lebih memilih melanjutkan pernikahan dengan Balqis yang lebih dewasa.
"Mom aku ini waras! dan lagi bukannya Devano sudah bilang semalam aku mabuk mana bisa berfikir jauh kesana untuk menghubungi keluarga."
semalam ia hanya mengikuti nalurinya saja.
"yah sudah! kalian berdua harus mempertanggung jawabkan kesalahan kalian. dan bersiap menerima hukuman apa saja dari Papi kamu Kiana!"
Mami Ningrum kembali membuat Kiana ketakutan mengingat Papi disebut.
"sudah sayang, kita balik sekarang yah. mommy yakin kamu tidak sepenuhnya bersalah!" bujuk Ellena.
Ningrum berjalan duluan keluar.
__ADS_1
sedang Kiana mencoba berdiri dibantu Ellena.
Kiana kembali meringis, Devano yang masih duduk disofa merasa bersalah, ia ingat semalam Kiana memang yang menggodanya terlebih dulu namun dia menerkam Kiana dengan begitu buas meski wanita itu sudah lelah dan terus meringis.
"Anak Mommy buas banget yah!" goda Elle, membuat wajah Kiana tiba tiba merasa panas dan tebal.
"senyum dong, jangan nangis terus... Ayo!
atau mau digendong sama Devano?"
mau bangettt ini sakit Mom... andaikan enggak malu gue sih milih ngesot aja kebawah!
"kamu bisa jalan?" tanya Devano mendekat membuat jantung Kiana kembali maraton.
ia cepat cepat mengangguk, tidak mungkin ia minta digendong keluar.. malu maluin banget.
ia kemudian berjalan seperti bebek keseleo keluar, mom Elle menatap Devano..
Devano paham isyarat Mommy, ia langsung mengangkat Kiana tanpa persetujuan dan membawanya kebasemen, meski Kiana sempat menolak..
mom Elle tersenyum sambil mengikuti mereka dari belakang.
sekarang Mommy hanya berdo'a agar keluarga besar mereka tidak mempersulit Kiana dan Devano.
__ADS_1
ia sudah mengirim pesan dan mengabari suaminya tentang masalah ini agar dapat membantu untuk melunakkan Papi Danu yang sedikit keras.