
HAPPY READING
"saat sesorang bisa memaksa dan membuatmu mengalah! bukankah berarti kamu juga bisa memaksa dan membuat orang lain mengalah? JANGAN TERLALU NA'IF di dunia Egois hanya orang EGOISLAH PEMENANGNYA!"
.
.
.
.
.
.
"kamu jangan bercanda Kiana! apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskanmu!" Devano berujar dengan tegas namun penuh kemarahan.
"Vano!" bentak Mom Elle, sedangkan Daddy hanya menatap Kiana yang tidak main main dengan ucapannya.
Kiana merasa tidak enak sudah merusak malam ini.
"Mom, Dad Kiana kembali ke kamar dulu yah.. maafkan Kia!" ucap Kiana bergegas ke kamar tamu yang ia tempati sedari siang.
saat memastikan Kiana sudah menghilang.
"kamu lihat?" tanya Daddy kepada putranya.
"Dad apa yang harus aku lakukan?"
"lepaskan salah satunya!" ucap Daddy membuat mom Elle ikut mendukung ucapan suaminya.
__ADS_1
"lepaskan Kiana! dia masih terlalu muda untuk merasakan semua rasa sakit dan penderitaan yang kamu berikan, biarkan ia menemukan kebahagiannya sendiri!" entah mengapa Mom Elle merasa sakit hati menganggap bagaimana jika ia berada diposisi wanita muda yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri itu.
Daddy mengernyit menatap sang istri, bukan itu maksud Daddy!
"Devano ingin sendiri!" Devano ikut beranjak namun sebelum ia menaiki tangga menuju kamarnya ia melihat sekilas pintu kamar Kiana yang tertutup dengan membuang nafasnya kasar.
"sudahlah Mom, Kita istrahat yuk!" lirih Daddy menyemangati sang istri.
*****
pukul 9 pagi hari Kiana memasuki kamar yang sering ia tempati bersama sang suami, ia yakin suaminya sudah berangkat ke kantor..
ia langsung menuju ruang ganti, mengeluarkan koper yang berukuran sedang dan mulai menyusun barang barangnya kedalam sana.
"kamu sedang apa?" baritone maskulin Devano membuatnya terperanjak.
Devano baru saja keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti itu hanya dengan handuk yang terlilit dipinggang.. tetasan air dibadannya terlihat begitu menggoda membuat perhatian Kiana teralihkan.
"Maaf Mas! kamu tidak berhak untuk seenaknya terus mengatur hidupku.. aku sudah cukup bersabar saat kau menikahiku tanpa seizinku sekarang aku ingin menentukan hidupku sendiri, aku tidak ingin hidup diantara bayang bayangmu dan kak Balqis!" ucap Kiana tak kalah tegas!
ia kembali memasukkan barang barang yang dianggapnya saja penting dengan terburu buru.
Devano menarik tanngannya dengan kasar hingga ia kembali berdiri.
"aku suamimu sah secara agama dan hukum! aku berhak mengaturmu Kiana!" Devano menyeret wanita itu keluar dari ruang ganti!
"lepas sakit Mas!" Kiana berontak hingga Devano menghempaskannya secara kasar dikasur.
"selama kau masih istriku aku adalah aturan dalam hidupmu Kiana!" ucap Devano dengan mata tajam dan memerah menatap wanita yang sudah terkapar ditempat tidur itu.
"sebentar lagi aku bukan istrimu, minggir!" Kiana bangkit namun kembali Devano menghempasnya dengan amarah menggebu hingga ia telentang.
__ADS_1
pria itu dengan cepat menyingkirkan handuk yang melilit dipanggangnya dan menguasai tubuh mungil dibawahnya.
"kau mau apa bajjingan?" Devano hanya tersenyum jahat mendengar jeritan dan umpatan Kiana yang cukup melukai harga dirinya sebagai seorang suami.
"kau boleh pergi Kiana, tapi sebagai suamimu yang masih sah aku ingin meminta hakku sekarang sebelum kau pergi!"
"kau ben_umphhh umpphhh !" Devano sudah membungkam mulut mungil itu dengan ciuman kasarnya..
ia tidak peduli Kiana yang terus berontak dan menolaknya.
tangan kirinya menahan kedua tangan Kiana diatas kepala. dan tangan kanannya ia gunakan untuk menyingkirkan dan merobek kain yang menutupi tubuh istrinya yang terus meronta dibawa sana
hingga mereka benar benar polos,
Devano melepaskan pangutan bibirnya, dengan terburu buru mengarahkan batangnya ketempat yang seharusnya.
"arghhhhh" pekik Kiana menahan sakit dan perih...
ia kembali merasakan keganasan suaminya..
tubuhnya terasa terbelah menjadi dua, saat benda tumpul dan besar itu menerobos memasukinya tanpa balas kasihan.
tidak ada rangsangan, tidak ada jeda.. Devano terus menghentak kasar tubuh mungil itu meski ia sendiri merasakan miliknya sakit dan lecet karena milik istrinya belum memberikan pelumasnya.
"hentikan bajJingan, hentikan!" jeritan Kiana diselah selah menahan rasa sakitnya saat Devano terus mengguncang tubuhnya
"kamu akan tahu seberapa bajingannya aku Kiana!"
Ucap Devano sebelum kembali membungkam mulut istrinya! sambil terus mengujam dengan ganas..
meski ia merasa kesal dan ingin memberi hukuman pada istri kecilnya itu, namun ia masih mengingat misi awalnya...
__ADS_1
so agar mereka bisa menikmati permainan itu Devano memberi *******, kecupan, dan gigitan dibeberapa bagian tubuh istrinya meski terkesan sangat kasar namun itu membuat Kiana sedikit hanyut dalam permainan dan mulai bisa mengeluarkan pelumaaSnya.