SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
DETIK LAST EPISODE


__ADS_3

indonesia, pukul 14.00


Rumah Wiryawan


"gimana rasanya diper awanin enakkan?" goda Kiana pada Hilda yang membuat sahabatnya itu berdecak.


"Ck... enak apanya sakit tau!" kilah Hilda, ia masih ingat tragedi panas sore itu dan berlanjut lagi di malam hari menyebabkan ia sulit berjalan.


Aldo memang melakukannya dengan pelan tapi durasi jauh dari kata 19 detik.


Hingga mereka memutuskan nginap di rumah besar itu lebih cepat satu hari dari rencana awal.


"iya... iya... sakit yang bikin mogikan?"


"mogi apaan?" kening Hilda berkerut


"mo lagi" Kiana kembali tergelak melihat wajah Hilda yang sedari tadi seperti udang rebus.


Hilda berdecak dengan gemas ia melempar bantal kecil mengenai wajah Kiana.


menyesal ia harus menceritakan semua pada Kiana, yah karena sahabatnya itu seperti wartawan gila berita yang terus mengintrogasi nya dan bodohnya dia yang mau juga menjawab semuanya.


bahkan tadi Kiana tertawa keras saat tau mereka ternyata baru malam pertama kemarin.


"kalian bicara apa sih asik sekali!" tanya mam Ningrum yang baru bergabung.


"itu Mi.. ternyata yah Hil_ msjshslsjbsbb"


Hilda nyengir kuda sambil membekap mulut sahabat yang seperti drum bocor itu.


sedang Mami Ningrum hanya geleng geleng melihat tingkah wanita wanita muda itu.


"kalian itu sebentar lagi akan jadi ibu tapi kelakuan masih kayak anak kecil!"


"maaf Mi abis mulut putri sholehanya mami ini keknya perlu dipesantenin!" ucap Hilda menatap kesal ke Kiana sambil melepas bekapannya


"tangan lo abis pegang apa sih Hil kok bau pandan?"


mata mami Ningrum sontak melotot menatap Kiana yang tambah jail..


"abis makan lontong!" Balas Hilda asal mala membuat Kiana terbahak keras.


sedangkan mami ningrum memijat pelipisnya.

__ADS_1


cup


tiba tiba kecupan mendarat dipipi Kiana membuat wanita itu terdiam.


"mas..." lirih Kiana melihat sang suami sudah mengambil posisi duduk disampingnya.


"kang bucin!" ledek Aldo, juga mengambil posisi duduk disampingnya Hilda setelah mendaratkan kecupan dipucuk kepala sang istri membuat Hilda bersemu merah dan Aldo memandangnya tak kalah bucin dari Devano


mami Ningrum semakin geleng geleng melihat pasangan muda bucin itu..


"bucin teriak bucin!" balas Devano, sambil mengusap perut Kiana yang semakin buncit.. ia tak terima dirinya saja yang dibilang bucin padahal Aldo tak lebih!


"biarin,,, yang eneh itu kalau tukang sate teriak bubur!"


Aldo mala mencium punggung tangan Hilda memperlihatkan kemesraan mereka.


ia tidak tau saja jika jantung wanita mereka sedang komvoi besar besaran.


"mami masuk cari papi aja deh, daripada jadi nyamuk disini!" ucap mami dibuat dengan nada kesal.


kedua pasangan bucin itu tergelak saat sadar kalau mami Ningrum juga disana.


*


*


*


malam hari


"Massss" teriak Kiana seakan menggetarkan isi kamar mereka.


Devano segera menutup laptopnya terburu buru menghampiri sang istri di kamar mandi.


" kamu kenapa sayang?"


tanya Devano sedikit lega saat melihat Kiana ternyata baik baik saja.


mendengar teriakan Kiana tadi ia fikir anaknya sudah keluar!


tidak semudah itu bang devvv kek mau keluarin bokerr aja 🤦🏻


selama sebulan ini Devano hanya memantau pekerjaan kantor dari rumah karena harus siaga, kata dokter jika tidak ada kendala anak mereka akan lahir pekan ini.

__ADS_1


"mas kok ini ada lendir sama darah yah tapi cuman dikit?!"


Devano tidak segera menjawab ia menggendong istrinya keluar dan meletakkannya di kasur, ia sudah mengikuti kelas menanti proses persalinan


tidak boleh panik, harus tenang..


itu yang Devano fikir sekarang, walau tangannya gemetaran.


"mas kenapa kau yang pucat dan tanganmu dingin?" tanya Kiana melihat wajah Devano yang tiba tiba pias


"tidak apa apa sayang, emm apa ada yang sakit?" Devano menekan rasa yang seakan akan menggetarkan seluruh badannya.


ia yakin momen temu kangen dengan putrinya akan segera, namun


saat mempelajari menjadi suami siaga saat istri mengalami kontraksi ia juga menemukan artikel kemungkinan terburuk saat lahiran.


dan sialnya itu tersave di otak Devano


"sekarang tidak, tapi tadi itu sebelum keluar lendir aku merasa mules dan punggungku terasa sakit!"


"kayaknya anak kita sudah mau keluar sayang, kita ke rumah sakit sekarang yah?"


"tapi ini uda enggak sakit lagi kok!"


Devano menggaruk tengkuknya, sebenarnya ia bisa saja langsung melarikan Kiana mengikuti rasa paniknya.


tapi, ia harus mengendalikan dirinya dan tidak membuat Kiana ikut panik dan takut.


"tapi akan lebih baik jika Dok_"


"mas perut Kia....." sela Kiana meringis saat merasa kembali mules dan pinggulnya kembali terasa di cengkram


tanpa bicara lagi Devano mengangkat dan melarikan Kiana keluar dari kamar


"hai kalian kenapa?" tanya Papi Danu yang berpapasan dengannya


"Pi kunci mobil Pi!" Devano tidak menyembunyikan lagi rasa paniknya


persetan kata ahli, ia hanya manusia biasa yang mengikuti nalurinya sebagai suami yang takut kehilangan.


"Kia uda mau lahiran?" tebak Mami Ningrum tak kalah panik melihat pemandangan didepannya saat ia baru keluar kamar.


❤️❤️❤️aduhhh si baby girl uda otw dunia perhaluan bestie.. mudah mudahan tidak banyak tingkah kek emaknya yahh 🤭🤭

__ADS_1


maafkan typo yang bertebaran 🙏😘


__ADS_2