SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KIANA PERGI


__ADS_3

selamat membaca


jangan lupa like, comen, vote dan ratenya.


.


.


.


.


tidak ada yang menyadari jika Kiana sudah pergi dari kediaman Wiryawan,


wanita muda itu hanya membawa tas kecil berisi uang cash, dan beberapa perhiasannya.


Kiana mengunci kamarnya sebelum pergi, membuat pelayan dan orang yang ingin masuk dikamar itu mengira gadis itu sengaja mengunci kamar dari dalam dan tidak ingin diganggu.


******


hari ini hari sabtu, sengaja dipilih untuk melangsungkan akad nikah dan resepsi agar kerabat yang berkantor bisa meluangkan waktu untuk hadir.


Kiana tahu, jika hari libur Hilda pasti ditempat londri..


sekarang ia menemui sahabatnya itu disana.


"Ki lo kemana aja sih? seminggu baru muncul, dan enggak kabarin gue... malam itu gue nyariin lo kayak orang gila tau enggak!"

__ADS_1


Hilda benar benar kesal, seminggu ini ia merasa seperti orang gila sendiri, namun ia juga tidak berani menanyakan hal itu pada orang tua Kiana.


ia juga tambah frustasi saat Sella mengatakan padanya bahwa Kiana pergi dengan seorang pria malam itu.


"sorry, nanti gue ceritaiin, sekarang lo bisa enggak bantuin gue pergi dari kota ini dulu!" kiana tidak punya orang yang bisa dipercaya selain Hilda saat ini, tidak mungkin ia meminta saudara saudari sepupu jauhnya untuk masalah ini.


"ha??" Hilda terkejut mendengar ucapan Kiana, ia menatap Kia dari atas sampai bawah yang terlihat sangat kusut dan tidak terurus.


"gue jelasin nanti Hil, tapi sekarang jangan kembali ke rumah lo dulu, gue khawatir mereka bakalan kesana nyari gue!"


"lo ada masalah lagi sama papi lo, bukannya hari ini_?"


"hil please nanti saja, bantuin gue keluar dari kota ini dulu sekarang!" Kiana memohon, semburat kesedihan tidak dapat ia sembunyikan.


"oo.. oke.. oke.. tapi, gue enggak ikut lo sekarang mereka akan curiga kalau kita hilang bersamaan, gue kasi lo alamat saja dan lo hubungin nomor ini!" Hilda menunjukkan nomor yang ada diponselnya.


Kiana langsang menyambarnya.


"what? so gue pake apa Ki?"


Kiana memberinya beberapa lembar uang.


"lo beli yang cukup dengan uang itu aja! nanti kita tukeran saat ketemu."


Hilda hanya mendesah pasrah, namun melihat keadaan kiana ia tahu masalah sahabatnya itu benar benar berat!


ia hanya menduga duga, tapi semoga dugaannya tidak benar.

__ADS_1


ia juga tidak tahu apa tidak masalah membantu sahabatnya itu untuk kabur?


namun dia lebih khawatir jika tidak membatunya, Kiana akan pergi ketempat yang tidak aman sendirian wanita muda itu belum pernah menghadapi kerasnya hidup dijalan sendirian, setidaknya alamat yang ia berikan menjamin Kiana akan baik baik saja disana.


namun tanpa mereka sadari seseorang mengawasinya dari jauh..


*****


"hil, lo ada lihat Kiana enggak?" saat ini Zetno ada dikediaman Hilda, entah dari mana anak itu tahu tempat ini. bahkan sedari SMA ia sama sekali menganggap Hilda hanya manusia transfaran yang tidak terlihat.


"gue enggak tahu! kalau lo mau nemuin dia cari dirumahnya, bukan ke gubuk gue!" Hilda bingung kenapa Zetno mencari Kiana sampai segitunya.


Zetno menatap nanar gadis itu, sudah beberapa pekan gadis itu terus menghindarinya.


"gue kesini karena Kiana enggak ada dirumahnya sedari kemarin. dia kabur dan semua orang panik mencarinya! gue tahu Kiana pasti disini.."


tidak bisa dipungkiri meski berusaha melupakan pria itu namun Hilda merasa cemburu melihat kekhawatiran Zetno kepada sahabatnya Zetno bahkan tahu jika Kiana hilang dari rumah sejak kemarin, sedekat apa pria ini dengan sahabatnya?!


untuk beberapa saat Hilda hanya tersenyum getir, namun untuk apa merasa cemburu dengan manusia tak berperasaan itu, lagian sahabatnya tidak akan tertarik dengan pria seperti itu!


"kalau dia mau kabur dari rumah enggak mungkinlah dia sembunyi dirumah gue yang pasti orang orang bakalan dapat dia dengan muda!" timpal Hilda merasa kesal sendiri.


"Hilda, gue tahu lo pasti tahu sesuatu!"


Zetno menyentuh tangan gadis itu mencegah agar tidak menutup pintunya.


Hilda merasakan getaran sialan itu lagi rasa yang sudah membuatnya bodoh selama ini! apa lagi untuk pertama kalinya pria itu menyebut namanya.

__ADS_1


"gue enggak tahu!" Hilda menghempas tangan Zetno dan menutup pintunya dengan kasar.


Zetno adalah sepupu Devano yang juga hadir dirumah Kiana kemarin.


__ADS_2