SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
BIBIT PELAKOR


__ADS_3

jangan lupa beri komentar kakak sayang 😘😘😘,, dan bom likenya juga 💛🙏🙏


selamat membaca


"mang, turunin sini saja!"


Kia meminta supirnya yang bernama Dani itu berhenti di depan toko ATK (alat tulis kantor dan sekolah)


"tapi, Non kampusnya kan masih didepan!"


supir itu berhenti dan melihat kedepan masih ada 200 m sampai gerbang kampus.


"Kia mau beli perlengkapan tugas kuliah, Mang Dani duluan aja biar kia jalan kaki ke kampus uda dekat kok!"


"emang kampus tidak menfasilitasi Non?"


"Mang kenapa tambah bawel banget sih?" kesal Kia malas untuk menjelaskan apalagi basa basi saat moodnya kurang baik


"sayakan disurunya antar Non Kia, sampai kampus!"


Kia hanya menggeleng, berdebat dengan mang Dani hanya membuang buang waktu, memang supir rumahnya ini sedikit rese andai tidak menyayangkan wajahnya yang tampan Kia sudah mencakar cakar wajah itu !


dan ujung ujungnya Mang Dani pergi juga, saat melihat telinga nonanya itu telah berkabut asap 🤣


....


saat berbalik ingin masuk ke toko, Kia menabrak seseorang.


brukk


hidung Kia terbentur di dada bidang seseorang yang begitu keras dan kokoh.


"arghhh hidung gueee" Kia memegang hidungnya, sambil terpejam karena terasa perih naik ke ubun hingga sedikit air matanya ikut keluar.


astaga ini dada manusia biasa atau dada hulk sihh, keras bangett!


"heiii kamu nggak apa apakan?" ucap pria itu mencoba membungkuk melihat wajah Kia yang masih merem sambil memegang hidungnya.


"lo nggak lihat gue kesakitan!" bentak Kia membuka matanya, memandang kesal kearah pria itu


namun hanya sesaat ekspresi Kia berubah saat tau siapa yang berdiri tepat di depan matanya, bahkan sangaaat dekat


deg


deg


deg


jantungnya seperti berkonfoi didalam sana

__ADS_1


astuget apa aku sudah gila, i ini beneran pujaan hati ku?


astaga dia semakin tampan jika dilihat sedekat ini... mata hazelnya... hidung mancungnya.. dan bibirnya yang se ksih pasti sangat maniskan??...


"hai.. Kiana kan? are you okey?" Devano mengipaskan kelima jarinya menyadarkan gadis itu dari lamunannya


Ekhmmmm


Kiana yang tersadar dari fikiran kot ornya berdehem keras menutupi kegugupannya, ia juga kembali mengingat status pria itu sekarang tunangan kakaknya yang berarti pria itu adalah kakak iparnya


"emmm haii, yess i'm oke!"


"sorry tapi benturannya kayaknya agak parah, itu kamu sampai mimisan!"


Devano mencoba menyentuh hidung Kiana.


mimisan? mimisan? agghhh malu banget!


teriak Kiana dalam hati, sambil menyentuh hidungnya memeriksa apa yang dikatakan Devano


lalu gadis itu berusaha bersikap cool dan santai


"hahaha sudah nggak apa apa kok kakak ipar, gue bisa obatin sendiri!" lalu Kia mencoba mengambil jurus kaki seribu untuk menghilang dari sana.


namun baru selangkah Devano sudah menahannya, sebelum Devano ataupun Kiana kembali bersuara


"Kiana?" sapa Zetno yang juga baru saja datang ke toko ATK itu.


"Ki lo kenapa?"


Zetno terlihat khawatir menghampiri Kia lebih dekat dan ingin menyentuh Kiana, namun terhalang karena Devano yang memegang lengang gadis itu, langsung menariknya.


"Kiana sebaiknya itu di obatin takut tambah parah!"


Devano membawa Kiana masuk di toko, tanpa membiarkan gadis itu menolak dan duduk dikursi pengunjung. di ikuti Zetno yang masih bertanya tanya dalam hati.


Devano ingin menelfon dokter tapi, Kiana melarangnya karena itu hanya luka ringan tak separah luka hatinya..


eakkk 🤣


salah satu karyawan di toko itu ikut membantu kiana membersihkan mimisannya dan memberi pelaster obat seadanya di hidung Kiana.


"aku antar pulang saja yah!" tawar Devano setelahnya.


harusnya Kia merasa senang sekarang karena mendapat perhatian pria yang sudah lama dicintainya itu namun sayangnya ia harus menerima pil pahit, kenyataannya pria itu baik padanya pasti karena Kia adalah adik dari wanita yang akan ia nikahi.


"terima kasih kakak ipar tapi, gue baik baik saja gue mau ke kampus!" tolak Kiana cepat, takut hatinya jatuh terlalu jauh jika berlama lama didekat sang pangeran.


"yah sudah aku antar peke mobil ke kampus, kampus kamu dari sini masih lumayan jauh!" tawar Devano lagi tak tega membiarkan Kia jalan dalam kondisi yang sebenarnya tidak terlalu memprihatinkan.

__ADS_1


"Kia bareng gue aja bang!" sela Zetno cepat yang dari tadi jadi penonton.


setidaknya ia juga bernafas lega mendengar Kia memanggil Devano kakak ipar, artinya dua orang ini tidak ada hubungan yang membuat Zetno semakin tak punya kesempatan mendapatkan gadis pujaannya.


"tapi_"


"iya, gue bareng Zetno saja!" sela Kia memotong ucapan Devano


gue enggak mau tembah sayang sama lo! lagian gue harus belajar ikhlasin lo buat kakak.


*


*


*


Di mobil Zetno


"Kia lo punya hubungan apa sama abang?"


"enggak ada!" balas Kiana cuek, jujur saja ia sangat malas menerima tawaran Zetno andai tidak terpaksa.


"kok lo manggil dia kakak ipar?" tanya Zetno yang uda kebal dengan sikap dingin Kia padanya.


"Zetno, gue mau bareng lo ke kampus bukan berarti gue lupa sikap buruk lo pada sahabat gue yah! jadi lo enggak usa kepoin urusan gue!" sengat Kia yang sudah sangat kesal, nasib baik ia tidak penghajar pria itu.


"iaa oke oke.."


Zetno tersenyum dan memilih diam dari pada kena semprot gadis cantik yang kayaknya PMS itu.


itulah yang membuat Zetno mengagumi seorang Kiana, apa adanya dan hanya wanita satu satunya yang menolak pesona seorang Zetno Prayoya.


sampai di kampus, kedatangan mereka berdua menjadi perhatian dan santapan sedap tim lambe turah dan kawan kawannya untuk di jadikan bahan gunjingan.


"ciee yang cemburu ni eeehh!" Kia menyenggol lengang Hilda yang sedari tadi mengacukannya


"lo tenang saja, otak gue masih waras kali, enggak terterik gue sama gebetan sahabat! gue bukan bibit pelakor.."


Hilda mengangkat kepalanya acuh dan menatapnya..


dan detik berikutnya, mimiknya berubah terkejut tapi ingin tertawa melihat hidung Kia yang sedikit memerah.


"hidung lo kenapa? abis oplas lo??"


"apaan?? muka gue uda cantik alami gini enggak ada oplas oplas, tadi gue singgah di toko ATK enggak sengaja nabrak dada kakak ipar gue disana!"


"kakak ipar?" kening Hilda mengerut


"yess Devano, dia juga ada disana!" jawab Kia dengan wajah di tekuk

__ADS_1


"what? lo nabrak dia pake tenaga banget yah sampai hidung lo benjol gitu?.. atau jangan jangan lo sengaja cari cara halus?" goda Hilda melihat Kiana sedikit kesal


"apaan sihh, gue uda bilang gue bukan bibit pelakor Hildaaa!" teriak Kiana tepat di telangi Hilda


__ADS_2