
rumah sakit
setelah kepulangan Daddy, papi, dan Devano
Papah Lukman diminta pulang oleh mamah Sandra untuk beristrahat, ia diantar oleh Zetno karena supirnya sudah kembali siang tadi atas perintah Papah Lukman sendiri.
Dan disinilah sekarang Hilda terjebak dalam ruangan berdua dengan pria yang sejak tadi menatapnya dengan tajam.
sedang mamah Sandra sendiri tadi meminta izin keluar sebentar dan membawa Claudia bersamanya.
setelah hampir setengah jam tidak ada yang bersuara dan mama Sandra belum juga kembali, membuat Hilda merasa semakin tercekik dalam ruangan itu.
bukan tanpa sebab, karena tiba tiba ia merasa lupa cara bernafas dengan benar saat pandangan Aldo tak lepas dari dirinya.
padahal jarak mereka cukup jauh, Aldo yang bersandar dibangkar, sedang ia duduk disofa penjaga pasien yang paling dekat pintu keluar.
sejak tadi Hilda bergerak tidak jelas memilih pura pura tidak tahu jika Aldo sejak tadi menatapnya sambil menyibukkan dirinya untuk tidak menoleh kearah pria itu, demi keselamatan jantungnya.
"kamu kenapa? bisulan??" tanya Aldo akhirnya saat melihat wanita itu sangat tidak nyaman di tempat duduknya.
Damn!
bisulan??? apa tidak ada yang lebih buruk lagi? dasar pria sombong!" maki Hilda menatap kesal ke arah pria itu, tapi hanya dalam hati.
melihat Hilda yang memandangnya dengan wajah kesal membuat Aldo semangat ingin memprofokasi emosi gadis itu.
"aku lapar, bolehkah kau menyuapiku?" tanya Aldo menatap makanan yang tadi dibawa perawat.
__ADS_1
"Tuan kurasa tangan anda baik baik saja!" tolak Hilda dengan wajah ketus kemudian melihat kesembarang arah lagi, padahal ia hanya mencari aman agar tidak terlalu dekat dengan pria itu.
"ck! bilang saja kau hanya takut dekat dekat denganku!" tembak Aldo tepat sasaran
"si siapa bilang aku takut padamu Tuan?"
"so?" Aldo menatap bubur yang ada di atas nakes, dan menantang Hilda
dan bodohnya Hilda menyetujui tanpa memikirkan efek pada jantungnya,,
jika berhubungan dengan hati, gadis ini memang sedikit bodoh.
ia mulai mendekat dan mengambil bubur itu.
menyuapi Aldo dengan tangan yang sedikit bergetar, semua tak luput dari perhatian Aldo.
wajah Hilda yang memerah karena malu Aldo tak mengalihkan tatapannya dari wajahnya sampai suapan terakhir dan Hilda bahkan kadang lupa bernafas membuatnya semakin salah tingkah dihadapan Aldo.
setelah makanan Aldo tandas dipiring ia berlalu menyimpan piring itu di nakes.
tanpa Hilda sadari Aldo melepas selan infusnya dan turun dari bangkar
Hilda terkejut saat pria itu sudah menyentuh tangannya, ia menoleh kebelakang
"Tuan_" ucapan Hilda terhenti saat melihat Aldo sudah melepas selan infus dari punggung tangannya
"kau masih memakainya?" ucap Aldo tanpa melepas tangan Hilda yang masih terkejut, sambil melihat jemari Hilda yang masih memakai cincin pemberiannya.
__ADS_1
"i..iya, kamu kan mengancam jika aku melepaskannya" ucap Hilda tak sadar, tidak menggunakan kata anda lagi pada Aldo
Aldo hanya mengangkat satu alis dan ujung bibirnya, mendengar alasan Hilda.
"kenapa beberapa hari ini kamu tidak datang?" tanya Aldo lagi akhirnya mengikuti rasa penasarannya kenapa gadis yang sudah mempora porandakan hidup tenangnya tanpa cinta itu beberapa hari ini tidak muncul.
"karena aku tidak memiliki kepentingan disini." ucap Hilda salah jawab mengikuti emosinya yang masih cemburu dengan kedekatan Aldo dengan Dokter Claudia.
Aldo langsung melepas tangan Hilda dan berbalik menuju bangkarnya lagi dengan rasa kesal atas jawaban Hilda.
Hilda yang melihat reaksi Aldo juga merasa kecewa sebenarnya ia tidak mengerti bagaimana cara mengambil hati pria seperti yang diajarkan mamah Sandra padanya.
"yah aku tahu, urusan pernikahanmu dengan Zetno jauh lebih penting!" ucap Aldo terlihat tanpa beban, tanpa melihat kearah Hilda dan langsung mengambil telfonnya diatas nakas
"urus kepulanganku hari ini juga, aku sudah lelah berbaring disini!" ucap Aldo saat panggilan terhubung dengan seseorang, dan langsung mematikan tanpa menunggu jawaban orang itu.
kondisi Aldo memang sudah membaik, dan ia sudah bisa pulang satu atau dua hari lagi namun tiba tiba moodnya menjadi buruk saat berbicara dengan Hilda.
ia fikir dengan berbaring di ruang pesakitan ini, ia bisa memanfaatkan untuk dekat dengan Hilda.
"Tuan_"
"Hilda kau bisa menelfon Zetno mengantarkanmu pulang sekarang, karena Claudia juga akan segera kesini mengurus kepulanganku!" potong Aldo cepat
Hilda yang awalnya ingin protes, apalagi Aldo meminta keluar rumah sakit tiba tiba saat hari sudah petang mengurungkan niatnya saat mendengar nama Claudia.
dan benar saja beberapa saat Claudia masuk keruangan itu di ikuti Mamah Sandra dibelakangnya.
__ADS_1