
HAPPY READING.. 😘
Jika kalian bacanya tidak skip skip dari awal pasti kalian akan muda paham yah kakak
mungkin kalian ada yang ingat saat Papi frustasi karena mengetahui Kiana tidur di hotel bersama Devano dan mengatakan pada Daddy Bas jika ia merasa Devaju, dan merasa ini adalah hukuman untuknya?!
.
.
.
.
.
.
LANJUT KE CERITA KAK 😘
masih posisi telentang karena tendangan Dani, Devano kembali mengingat apa yang sudah terlewatkan hingga drama konyol ini harus ada dalam hidupnya.
"5 tahun lalu aku sengaja mengirim anak angkatku Erland Wirdaya masuk kerumah Wiryawan untuk membalaskan rasa sakit hatiku pada Danuenra yang telah merebut Ningrum dariku!"
ucap pria paruh baya yang masih duduk disana, menyadarkan Devano dari uneg unegnya.
Devano mulai tertarik dengan pembicaraan pria paruh baya itu.
ia bangkit dan menatap sang istri yang sudah pucat itu sekilas kemudian melihat pria paruh baya itu lagi.
tidak ada pilihan, ia harus tenang untuk memikirkan solusi agar bisa membawa istrinya pergi dari sana secepatnya.
"jadi ini karena mami!?
__ADS_1
dan Erland Wirdaya??" gumam Devano mengernyit, ia merasa tidak asing dengan nama itu..
iya... itu adalah nama pemilik EW.CROP di maksud Aldo perusahan hantu yang tidak pernah menpublikasikan perusahaan dan pemimpinnya.
pria paruh baya itu hanya tersenyum melihat reaksi Devano.
"jadi maksud kamu Dani juga adalah orang yang sama yang sudah mempermainkan perusahaan Wiryawan?"
bagaimana bisa ia menyamar sebagai supir sambil mengobrak abrik mempermainkan perusahan?!
"lebih tepatnya kami! Balqis, Erland dan aku!" ucap pria itu santai.
"Balqis??"
"iya, sejak Balqis masuk di keluarga Wiryawan aku selalu menemuinya akulah yang mendidiknya untuk menanamkan rasa benci dihatinya untuk melawan Danuenra yang sudah melenyapkan nyawa ayahnya, dengan Balqis aku sempat berhasil membuat Danuenra terpuruk karena kekecewaannya pada anak tunggal kesayangannya.. Balqis berhasil membuat gadis kecil itu tidak terlihat dihadapan orang tuanya sendiri!"
Devano benar benar terbakar emosi mendengar pengakuan pria itu!
"namun sayang aku lupa jika wanita adalah makhluk paling bodoh dan pokok dari setiap permasalahan, ia selalu mengedepankan perasaannya daripada otaknya! ia malah jatuh cinta pada Erland dan membuat dirinya lemah.."
"Tuan, bisakah kau melepaskan istriku dan aku janji akan melakukan apapun untukmu!" bujuk Devano mencoba bernegosiasi.
pria paruh baya itu tertawa..
"nak kau fikir aku percaya?? ternyata kelicikan Bastian di turunkan padamu?!"
terdengar pria itu sangat mengenal orang tua mereka.
"dengan melenyapkan kalian berdua aku yakin kedua sahabat brengsekku itu akan merasakan penderitaan!"
mata Devano membulat.. ia tidak akan membiarkan dirinya dan istrinya mati sia sia ditangan pria paruh baya gila itu.
"tapi tenang saja aku tidak suka menghabisi orang dengan instan, aku ingin kamu menyaksikan penderitaan istrimu dulu kehilangan bayi kalian!"
__ADS_1
"Brengsek!!"
Devano semakin geram, ia mengumpat tidak bisa menahan dirinya lagi..
ia ingin sekali menghajar pria itu, namun hanya angan bahkan untuk menggerakkan tubuhnya saja ia kesulitan.
pria paruh baya itu tertawa seperti orang gila.
sesaat kemudian seorang pria masuk ke dalam ruangan itu membawa kotak dan memberikannya pada pria paruh baya itu.
ia mengeluarkan dan isinya adalah sebuah cairan di botol kecil dan satu jarum suntik
kekhawatiran Devano semakin menjadi.
"ini belum membuat istrimu mati nak, ini hanya mempermuda agar bayi kalian cepat keluar!"
Devano terkejut, ia akan mengutuk dirinya sendiri seumur hidupnya jika ia benar benar kehilangan buah cinta dan istrinya..
"please please Tuan jangan!" teriak Devano mengiba, ia tidak pernah secengeng ini..
namun air matanya sudah ingin jatuh!
Kiana yang sedari tadi mencoba tenang menahan rasa sakitnya, langsung brontak dan kembali menangis ketakutan.
"kau bisa membunuhku tapi jangan sakiti mereka!"
pria paruh baya itu semakin tertawa mendapat hiburannya, seperti sedang mempermainkan tikus tikus kecil.
ia mendekat lalu mencengkram lengang Kiana yang terus brontak dengan kasar.
membuat darah Devano mendidih
air mata Devano benar benar jatuh melihat itu, hatinya tercabik cabik... ia membenci dirinya yang lemah dan tidak bisa melindungi istrinya.
__ADS_1
melihat reaksi Devano dan Kiana membuat pria itu sengaja mengulur ngulur waktu, mempermainkan pasangan itu.