SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
PENGAGUM DEVANO DIKAMPUS


__ADS_3

HAPPY READING..


"jangan lupa votenya yahh kakak sayang 😍 nanti Vie kasi crazy up 😘😘😘"


.


.


.


.


.


di dalam ruang rawat, tinggal Devano dan Kiana.


Mommy Elle baru saja pamit pulang, Daddy menjemput Mommy sekaligus melihat kondisi menantu kesayangannya.


Hildapun sudah kembali diantar Aldo sesuai permintaan Mommy.


begitupun dengan Mami yang kembali bersama Papi untuk beristrahat. atas permintaan Devano..


Mami terlihat kurang fit karena kurang tidur dan banyak fikiran belakangan ini.


apalagi Papi yang benar benar lelah jiwa dan batin karena mengurus urusan kantor yang sempat bergoyang.


.....


sekarang Devano menatap Kiana serba salah sedari tadi istri tercintanya itu selalu mengacukannya dan menganggapnya tidak ada, Kiana sibuk bermain *Net di ponselnya.


Devano adalah pria yang ber IQ tinggi, meski awalnya karena panik ia percaya dengan kejahilan istrinya yang pura pura hilang ingatan.


sekarang ia tahu persis jika istrinya sedang bermain main sandiwara dengannya.


hingga seorang dokter masuk.


"selamat sore Nona, Tuan !"


Kiana hanya mengangguk rama pada dokter muda itu dan meletakkan ponselnya disana.


"saya periksa dulu yah Nona!" ucap sang dokter lembut sambil melakukan pemeriksan.


beberapa menit berikutnya..

__ADS_1


"semuanya sudah stabil, besok Nona Kiana sudah bisa keluar!


tapi, Nona Kiana tetap harus rutin kontrol.... dan ingat jangan malakukan aktifitas berat dulu, Vitamin dan obatnya diminum teratur dan bla... bla.. bla.." Dokter menjelaskan seperti apa yang dijelaskan dokter sebelumnya.


yahh karena dia bukan dokter yang menangani Kiana kemarin.


setelah selesai pemeriksaan, diam diam Dokter muda itu mencuri curi pandang pada Devano.


semua tidak lepas dari perhatian Kiana, sedangkan Devano tidak menyadari karena ia fokus menatap sang istri dengan pemikirannya sendiri.


"sudah dok?" tanya Kiana sedikit kesal.


"i..iya Nona sudah!"


"ngapain masih disitu kalau sudah?" ketus Kiana


moodnya yang naik turun membuat sikapnya berubah ubah.


ditambah tatapan dokter cantik itu tidak biasa kepada sang suami membuat taringnya mulai keluar.


"aa..anu Nona!" ucap Dokter itu terbata bata, sambil menatap Devano yang ikut bingung dengan sikap ketus Kiana pada Dokter itu.


"Devano...." lirih dokter wanita itu menatap Devano.


sedang Kiana memicingkan matanya..


"anda kenal saya?"


tanya Devano tanpa memperhatikan name tagnya..


lagian siapa yang tidak kenal pengusaha muda tampan ini, namun sepertinya Dokter wanita itu mengenal Devano lebih dari itu


"aku Valen...


Casey Valencia !"


Devano mengerutkan alisnya sambil berfikir beberapa saat..


kemudian ia tersenyum mengingat wanita blasteran itu adalah sekampusnya dulu, salah satu pengagum beratnya yang suka memberinya hadiah.


"iya... iya aku ingat apa kabar Valen?"


"baik.. kamu sendiri?"

__ADS_1


"iya seperti yang kamu lihat.."


Kiana yang merasa di acukan rasanya ingin meledakkan bom diantara dua orang yang asik bernostalgia itu.


"Mas Kia mau pipis!" ketus Kia dengan nada tidak bersahabat.


Devano yang asik berbicara langsung melihat wajah kesal sang istri.


Devano tersenyum tiba tiba memikirkan sesuatu..


"yah sudah maaf yah Valen aku akan menemuimu setelah ini ku harap kamu punya waktu, kau harus memberikan nomor ponselmu padaku." ucap Devano lembut membuat Dokter wanita itu mengernyit..


namun Valen hanya mengangguk, dan segera keluar apalagi menerima tatapan tajam Kiana seakan siap memenggalnya hidup hidup.


.....


"istri sakit kamu sempat sempatnya godain dokter yah mas!" maki Kiana saat memastikan Valen sudah pergi


"kamu sudah ingat kalau aku suamimu sayang?"


"iya.. tiba tiba aku ingat kalau ternyata pria menyebalkan ini adalah suamiku!" Kiana menunjuk Devano dengan kesal.


hufftt


Devano menghembuskan nafasnya seolah oleh kecewa


"kenapa? kamu berharap aku lupa selamanya agar kamu bisa keluar dan menemui wanita itu seenaknya? ingat yahh didalam sini ada pewaris Djatmico jangan macam macam kalau tidak mau jadi gembel!"


Kiana benar benar marah, dan sedih sambil mengucapkan kata kata itu, tega sekali suaminya itu menggoda wanita didepannya.


iya seperti janji Daddy jika Kiana memberikanya cucu, anaknya akan mewarisi semua kekayaan Djatmico.


Devano tiba tiba merasa bersalah, bukan karena ia takut menjadi gembel tapi ia ingat didalam sana ada Devano kecil yang menyaksikan kelakuannya, ia juga sudah membuat ibu dari anaknya bersedih.


sebenarnya ia hanya tidak ingin Kiana mengacukannya..


"sayang katanya mau pipis?"


Devano mencoba mengalihkan pembicaraan.


"uda!!" ketus Kiana, kemudian berbaring membelakangi Devano


yah karena untuk menjaga agar Kiana tidak terlalu banyak bergerak dan kembali pendarahan Kiana dari kemarin diusulkan memakai pampers dewasa.

__ADS_1


__ADS_2