SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KEIKHLASAN ZETNO


__ADS_3

selamat membaca..


.


.


.


disebuah restoran mewah tak jauh dari rumah sakit Zetno dan Hilda saling tatap setelah mereka menghabiskan makanan pesanannya.


"Hilda..." Lirih Zetno setelah diam beberapa saat, ia menatap manik mata Hilda lebih dalam seakan mencari sesuatu yang telah hilang.


pancaran mata yang menatapnya memuja dan penuh cinta bertahun tahun lalu, kini sudah tidak ia ditemukan disana.


Hilda hanya diam menunggu Zetno mengatakan apa yang ingin pria itu katakan, seperti biasanya karakter gadis itu lebih banyak diam jika bersama orang selain Kiana.


"apa aku masih ada didalam hatimu?" tanya Zetno yang membuat Hilda langsung membuang tatapannya ke arah lain.


Zetno tersenyum getir melihat reaksi Hilda, bukan ia tidak tahu, hanya saja ia ingin mendengar langsung dari gadis itu.


namun Hilda sendiri tidak tahu bagaimana mengatakan perasaannya, andai pria yang telah membuat hatinya berpaling dari Zetno bukan Aldo kakak Zetno sendiri, mungkin ia akan lebih mudah terlepas dari hubungan yang rumit itu.


"kamu tahu Hil?! aku tidak bisa melepaskan apa yang sudah menjadi milikku untuk orang lain!" tegas Zetno membuat Hilda menatapnya kembali, ia tahu arah pembicaraan pria itu.


Hilda yakin Zetno tidak mudah melepaskannya kecuali pria itu sendiri yang berkeinginan untuk melapasnya.


"tapi, aku juga pantang merebut apa yang telah dimiliki orang lain... apa lagi itu milik saudaraku sendiri!" ucap Zetno lagi dengan berlapang dada setelah mati matian mengekan rasa egonya,


membuat Hilda mengernyit.


meski ia bisa memaksa siapapun bersamanya, tapi itu tidak berlaku untuk Hilda.


entah bagaimana Hilda yang notabenya selalu ia hindari selama ini, ternyata wanita itu memberi efek yang sangat besar untuknya.

__ADS_1


yang dulunya ia tidak pernah peduli perasaan orang lain, justru sekarang ia rela mengorbankan apapun termaksud perasaannya untuk Hilda, biar bisa bersama kakaknya jika itu yang membuat gadis manis itu bisa tersenyum bahagia.


mungkin inilah yang orang katakan, titik tertinggi mencintai itu ketika kita ikhlas melihatnya bahagia meski bukan bersama kita.


fikir Zetno


"maksudmu?" tanya Hilda setelah beberapa saat diam dengan kebingungannya.


"aku pernah menyakiti dan menyianyiakanmu Hilda, sampai membuatmu terlalu membenciku.. dan disana abang Al datang memberimu kenyamanan yah meski dengan cara yang berbeda dan lambat laun ia menghapus semua rasa sakit dan kecewamu padaku, namun tanpa kau sadari ia juga sudah menghapus rasa cintamu padaku dan digantikan olehnya..." ucap Zetno panjang lebar, mengekan rasa sesak didadanya.


Hilda tidak mergeming, namun ia membenarkan ucapan Zetno dalam hatinya.


"hari dimana aku menemuimu dirumahmu, hingga bertemu dengan bang Al juga.. disana aku tahu aku sudah kehilanganmu!" Zetno kembali mengingat bagaimana Aldo memperingatinya dengan memperlihatkan tanda kepemilikannya di leher Hilda.


namun saat itu Zetno masih dibutakan rasa cemburu, dan juga disana ia sadar hatinya tidak terima Hilda berhenti mencintainya apalagi dekat dengan pria lain termaksud kakaknya sendiri, hingga bersikeras merebut Hilda yang sudah diklaim milik Aldo.


Zetno memberanikan diri menyentuh tangan gadis yang sudah terlanjur bersikap dingin ini padanya.


Hilda ingin menghidar namun Zetno lebih cepat menggenggamnya dan berkata


Hilda menatap mata Zetno dimana pria itu memperlihatkan tatapan yang belum pernah Hilda lihat selama ini.


tatapan penuh penyesalan, kesedihan, namun tetap berusaha tegar.


"aku ikhlaskan kamu memperjuangkan perasaanmu dengan bang Al Hil!!!" ucap Zetno terdengar berat setelah berhasil mengalahkan keegoisannya.


Hilda tersentak.


ia belum bisa memutuskan harus terlihat bahagia atau sedih sekarang.


ia masih terlalu terkejut dengan ucapan Zetno.


"tapi, jika kamu berubah fikiran dan sadar aku jauh lebih tampan dari abangku yang penyakitan itu, aku selalu menunggumu!" goda Zetno dengan narsis menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


karena jangan harap Hilda yang notabenya dingin mau menghiburnya 🤭


"ck!" decak seseorang tanpa mereka dengar di meja lain yang sedari tadi memantau mereka.


"Zetn_"


Zetno menggeleng memotong ucapan Hilda


"kau tidak diperbolehkan cerita saat ini kakak ipar!" ucap Zetno lagi dengan tersenyum lapang


sekarang gue jadi kakak ipar, kemarin Aldo memanggil gue adik ipar,,, sebenarnya gue ini nikahnya nanti sama siapa sihh Thorrr? pekik Hilda dalam hati merasa dongkol dengan Author 🤭


"tapi_ mama Sandra dan papa Lukman??" lirih Hilda tetap bertanya meski Zetno menyuruhnya diam


ia mengingat bagaimana ia akan menjelaskan semua ini pada calon mertuanya yang sudah sangat baik padanya.


meski ia belum tahu pasti bisa bersatu dengan Aldo karena mengingat pria itu acuh tak acuh padanya, namun ia sudah tidak mungkin melanjutkan rencana pernikahannya bersama Zetno, selain tidak lagi mencintai Zetno, Zetno sudah merelakanya dan ia tak ingin menikah dengan pria yang tidak ia cintai.


dalam kekalutannya tiba tiba


"mama disini sayang.." sela Mamah Sandra yang ternyata ada disalah satu meja yang tak jauh dari mereka, untuk memantau percakapan kedua sejoli itu.


membuat Hilda terkejut


mama Sandra segera pindah ke meja mereka, membuat Hilda mengerjabkan matanya berkali kali merasa telah melakukan kesalahan besar


mama Sandra memang dari tadi disana buat jaga jaga jika putranya tak mampu melawan ego dan rasa sakit hatinya, mama Sandra siap memberi pertolongan pertama.


yah,, karena mama Sandra adalah salah satu alasan Zetno mengiklaskan Hilda.


Mama Sandra hanya tidak ingin anak anaknya terjerambat dalam hubungan yang rumit..


meski masih kurang respon dari reader, kk vie tetap up.. Zetno aja bisa berlapang dada dan melawan ego, masa kk Vie engga bisa 🤧,,,

__ADS_1


apalagi reader enggak mungkin egoiskan hanya mau baca tapi enggak mau ninggalin jejak!? 😊😘😘😘


__ADS_2