SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
RAMUAN GENDENG


__ADS_3

HAPPY READING


"saat kita tertawa, hanya kitalah yang paling tau kita benar benar bahagia atau hanya menutupi kesedihan dengan tawa!"


.


.


.


.


.


"jangan jangan, kecebong sultan udah berkembang diperut lo tuh beb!" Hilda menggoda Kiana meski ia sudah mendengar penjelasan Kiana, ia sambil memperlihatkan ekspresi jahilnya.


yah sekarang Hilda sudah berada di rumah besar itu, setelah Kiana menghubunginya beberapa jam yang lalu.


"setelah gue berhenti kuliah, sekarang lo bergaul dengan siapa sih?" tanya Kiana kesal karena moodnya masih sangat buruk tentu Hilda sangat tahu itu.


Hilda terus menggodanya sejak tadi.


"memangnya kenapa?" Hilda pura pura tidak paham


"karna otak lo tambah hari tambah gendeng tau enggak!" kesal Kiana membuat Hilda terbahak bahak.


"beb lo tau enggak sih?? sedikit gendeng itu baik beb apa lagi gendeng banyak" Hilda kembali tertawa..

__ADS_1


"maksud lo?"


"iya orang gendeng itu enggak perlu repot repot banyak berfikir kayak lo, dan enggak perlu merasakan yang namanya kecewa dan sakit hati!" ucap Hilda lagi dengan senyumannya


namun Kiana kali ini bisa melihat, meski sahabatnya itu menertawakannya sejak tadi sebenarnya kondisi hati Hilda tidak jauh berbeda dengannya.


akhirnya Kiana tersenyum, jika Hilda mampu tersenyum dan menyembunyikan rasa sakitnya bagimana ia tidak bisa.


"oke... apa sekarang lo punya ramuan membuat kita gilla?" tanya Kiana ikut terkekeh, kembali menggoda Hilda.


kehadiran Hilda cukup membantu mood Kiana menjadi lebih baik, minimal dia bisa belajar beberapa hal untuk menyikapi permasalahan dari Hilda.


"janganlah! kalau lo gilla bagaimana dengan kekayaaan Wiryawan dan suami kaya raya lo?? gue yakin kak Balqis tidak akan mampu menghabiskan kekayaan itu sendiri."


ya ampun bagaimana Hilda bisa mengatakan itu, namun Kiana sama sekali tidak tersinggung atau terluka dia cukup tahu sahabatnya itu hanya ingin dia lebih kuat.


Hilda tertawa mendengar Kiana yang seolah oleh memang mengharapkan kewarasaannya hilang bersama rasa perih dan sakit yang dirasakannya selama ini.


"gue fikir lo uda sembuh deh, kapan nih ngajakin gue ngobrak ngabrii isi mall lagi?"


Hilda mencoba mengalihkan pembahasan mereka, bersamaan Mom Elle masuk ke kamar.


"sayang kalian mau makan di sini atau diluar?"


mereka menoleh ke sumber suara.


"disini aja Mom!" ucap Kiana, meski ia sudah merasa lebih baik namun ia tidak ingin di saat ia makan Devano kembali bersama Balqis yang membuatnya harus merasa tercabik cabik lagi.

__ADS_1


"Hilda harus balik sekarang deh, soalnya uda sorean juga nih!" Hilda ingin bergegas, memang dia sudah lama disana dan itu membuatnya merasa canggung.


"nanti saja nak, kamu temani Kia disini dulu yah, saya panggil pelayan nganterin makanan kalian kesini!" Mom Elle bisa melihat kehadiran Hilda membuat Kiana lebih hidup.


"lo nginep sini aja, temen sakit enggak kasian lo??" timpal Kiana mencoba menahan Hilda, minimal jika Hilda berada disini ia punya alasan untuk menghindari Devano dan Balqis.


Mom Elle hanya tersenyum mendukung, kemudian keluar..


"gue tinggal nemenin lo makan, tapi gue enggak nginap! enak aja gue enggak mau jadi figuran dari drama pernikahan lo!"


kesal Hilda yang tahu persis tujuan Kiana.


"tega lo ninggalin gue, lo nyesel yah kalau besok lo denger kabar buruk gue?"


"iihhh, ucapan lo tuhh doa Ki! lo mau mati muda? trus lo mau harta warisan keluarga dan suami lo jatuh di tangan anak kakak lo yang enggak pasti anak suami lo itu!" ucap Hilda nyolot, belum juga Kiana menimpali.


pelayan sudah masuk membawa makanan untuk mereka.


ucapan Hilda seperi cubitan untuk Kiana agar tersadar satu hal.. ia luput dari hal ini.


namun ia sendiri tidak bisa membuktikan keraguannya itu dan tadi ia mendengar sendiri dari percakapan mom Elle, Devano menikahi Balqis karena kakaknya itu ternyata sudah mengandung sebelum menikah. dan Devanopun mengakui hal itu karena ia mau menikahi Balqis..


lalu apa lagi yang Kiana harus buktikan, kalau Devano sendiri yakin dan bahkan mereka sudah melakukan hal yang lebih jauh sebelum mereka menikah! fikir Kiana


apa ia harus membuat dirinya lebih menyedihkan lagi dari ini?


Kiana dan Hildapun makan sore, sebenarnya itu makan siang Kiana yang sudah ia lewatkan karena sejak semalam nafsu makannya mendadak hilang.. bahkan saat ini ia memaksa makanan itu untuk masuk ke tenggerokannya.

__ADS_1


__ADS_2