
HAPPY READING
"jangan lupa mampir di karya baru Vie yang berjudul LOSER LIFE yah kak 😘😘😘 kalian bisa buka profil Vie untuk menemukan ceritanya!
dan berikan tanggapan kalian tentang karya baru Vie🙏😍😘😘"
.
.
.
.
"kamu mau ngelamar Hilda?" pekik Devano saat mommy membuka kotak bludru dan melihat isinya adalah cincin dengan desain pernikahan.
"i.. itu!" ucap Aldo bingung, ini semua rencana Mom Elle dia hanya mengikutinya.
"wah selamat yahh sayang.." ucap Mami memeluk Hilda yang hanya diam membatu dengan situasi yang sangat canggung itu.
"Aldo ayo donk pasangin sendiri!" ucap Daddy Bas menimpali sambil menarik Aldo untuk mendekat membuat Aldo tidak punya kesempatan untuk mengelak
"tap_"
"cepat pasangkan Aldo!" pekik Mommy membuat Aldo tidak berdaya.
yang lainnya tersenyum melihat momen manis namun terasa asam bagi Hilda.
bagimana drama konyol ini bisa terjadi sedang ia masih mencintai Zetno, Hilda juga bisa melihat wajah keterpaksaan Aldo.
"Mommy, aku mau Aldo dan Hilda saling menyuap kue ini!" timpal Kiana membuat mata Hilda membulat.
"Ki.. jangan ngada ngada dehh!" bisik Hilda masih dapat di dengar oleh yang lain.
"cepat lakukan! aku tidak mau keinginan anakku tidak terpenuhi!" baritone otoriter itu kembali meneror kedua insan yang terjebak situasi buruk ini.
mau tidak mau mereka melakukannya, agar drama itu cepat berakhir.
"aku mau Aldo mencium kening Hilda!" ucap Kiana lagi dengan mata berbinar..
entah itu kemauan bayinya atau akal akalannya saja bersama mommy, namun ia memang sangat ingin menyatukan kedua insan itu apalagi mengetahui Aldo adalah pria yang sabar menghadapi sikap Otoriter suaminya.
"Ki..." ucap Mami menengahi ia paham rasa malu Hilda saat ini.
"Mii.. hanya kening saja, okeyyy!
__ADS_1
Aldo yang tidak ingin berlama lama disana segera melakukan keinginan Kiana membuat Hilda yang tidak siap terkejut..
tubuh Hilda langsung terasa panas setelah merasa detak jantungnya berhenti beberapa saat. kemudian berdetak kencang menghentak hentak dadanya seperti mengajak tauran.
"o.. oke Hilda harus pulang sekarang yah ini sudah larut takut tidak ada taxi!" ucap Hilda ingin segera kabur dari sana sebelum Kiana meminta hal yang lebih parah lagi.
namun benar saja sebenarnya ke inginan Kiana saat ini, ia ingin janin dalam perutnya itu memiliki teman dari Hilda. namun ia tidak mungkin mengutarakannya.
"oke tidur nyenyak yah biar besok lo enggak telat kesini!"
"Aldo kamu anter Hilda balik yah!" ucap Mommy merasa puas karena rencananya sudah berjalan selangkah.
"tidak usah Mom.. biar Hilda naik taxi" tolak Hilda cepat
"tidak bisa begitu ini sudah larut ayo Do!" Daddy mendorong Aldo agar lebih peka dan membujuk Hilda.
"Ayo!" ucap Aldo pada Hilda
Hilda akhirnya pasrah
❤
Hanya ada terdengar deru suara mobil, baik Aldo atau Hilda keduanya merasa canggung dengan apa yang sudah terjadi.
"Tuan"
tiba tiba keduanya angkat suara bersamaan sebelum kembali canggung lagi.
Hilda menunggu Aldo berbicara lebih dulu namun Aldopun melakukan hal yang sama.
akhirnya Aldo memilih untuk memulai.
"maaf atas yang tadi, sebenarnya yang mengusulkan memberi hadiah cincin itu Mommy!" ucap Aldo masih serius mengemudi, ia tidak ingin Hilda salah paham padanya dengan sengaja mempermalukan Hilda.
entah kenapa hati Hilda sakit mendengar itu, ia fikir Aldo ikhlas memberinya hadia walaupun ia tahu tadi Aldo terlihat keberatan mengikuti permainan mommy dan Kiana.
"tidak apa apa Tuan!"
Hilda membuka cincin itu dari tangannya dan meletakkan dihadapa Aldo
membuat Aldo langsung berhenti tiba tiba.
Chiitt......
"Tuan!" Hilda terkejut.
__ADS_1
Aldo menatap Hilda dengan tajam
"kenapa kamu membukanya?"
"maaf Tuan saya tidak tidak pantas menerimanya dan saya tidak bisa menerima barang yang orang itu sendiri terpaksa memberikanya!"
mata Aldo memerah mendengar ucap Hilda.
padahal bukan itu yang dimaksud Aldo.
tanpa aba aba Aldo menarik tengkuk Hilda dan merapatkan bibir mereka membuat Hilda kembali terkejut membulatkan matanya.
namun sepersekian detik ciuman itu berubah menjadi *******, Hilda tidak membalas dan menolak karena keterkejutannya.
hingga saat kesadarannya kembali terkumpul ia mendorong Aldo dengan kuat!
plak
dengan refleks satu tamparan mengenai pipi pria tampan itu.
"ma.. maaf Tuan!" ucap Hilda sadar dengan kelakuannya.
ia ingin segera keluar dari mobil itu.
namun dengan cepat Aldo memeluknya dari belakang.
"Tu.. Tuan apa yang anda lakukan lepaskan aku!"
Aldo menenggelamkan wajahnya dileher belakang Hilda yang berusaha melepaskan diri.
deruh nafas Aldo yang panas dan berat tidak beraturan membuat Hilda bergidik
"Auhhh!"
Hilda memekik saat Aldo tiba tiba menggigit lehernya.
Aldo kemudian melepaskan wanita itu dan berusaha mengontrol naluri bitatangnya agar tidak menerkam wanita itu di dalam mobil.
Aldo memperbaiki duduknya, dan mengunci pintu mobil agar Hilda tidak kabur kemudian ia menjalankan mobil dengan kecepatan cepat membuat Hilda diam dan meremas seltbet yang masih terpasang.
hingga saat sampai dirumah Hilda, Aldo memasukkan mobilnya ke halaman rumah yang memang agak luas itu.
Hilda tidak ingin bersuara apa lagi menatap Aldo yang tiba tiba berubah menjadi vampir yang menakutkan
ia langsung berlari keluar dari mobil dan membuka pintu rumah itu dengan kunci, namun sebelum ia menutupnya kembali Aldo sudah berdiri dibelakangnya menerobos masuk dan mengunci pintu itu.
__ADS_1