SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
PENYELAMATAN


__ADS_3

HAPPY READING


sebelum lanjut, jangan lupa like dan komen bagi votenya dulu kakak sayang 😘


.


.


.


.


.


1 detik


3 detik


5 detik


BRUKK..


tiba tiba pengawal yang tadi membawa kotak itu langsung ambruk dihadapan Devano.


membuat pria tua gila, Kiana dan Devano terkejut..


"Daddy?"


Devano tidak pernah merasa sebahagia itu bertemu daddy.


beberapa orang bertubuh besar dibelakangnya langsung melumpuhkan anak buah teman teman dajjal nya itu.


sorot mata Daddy memerah melihat keadaan tragis anak anaknya.


Hendra berdiri menatap teman lamanya itu


"Hendra kau benar benar psycho!" Daddy sangat menyesal kenapa ia punya sahabat titisin dajjal seperti Hendra.


"wah.. wah... wah... suatu kehormatan kau bisa mengunjungi sahabat lamamu ini Bas, andai aku tau kau bisa menemukan tempatku yang sederhana ini, aku akan mempersiapkan penyambutan yang baik untukmu!"


pria itu berjalan dengan santai mendekati Daddy seolah tidak terjadi apa apa.


namun saat semakin dekat satu pukulan keras dilayangkan Daddy mengenai perut pria itu hingga terpingkal.


"cepat kalian urus tua bangka tidak tau diri ini!" pekik Daddy pada orang orangnya dengan emosi.

__ADS_1


namun Hendra hanya tertawa.


"hahaha aku tidak tau, ternyata salam sapamu telah berubah!"


Daddy tidak punya waktu untuk bernostalgia, ia segera melepaskan ikatan Devano.


dan amarah Daddy kembali membunca saat ia melihat darah mengalir di betis Kiana.


"maafkan daddy terlambat menemukan mu nak."


pengelihatan Kiana semakin buram, dengan kepala yang berat dan berkunang kunang..


Devano segera bangkit saat ikatan tangan dan kakinya lepas, ia omerangkul tubuh mungil istrinya yang sudah tidak sadarkan diri dengan amarah dan kesedihan menghantam jiwanya.


*****


"bagaimana keadaan menantu saya Dok?" tanya Mom Elle menghambur saat seorang Dokter pria keluar dari ruang IGD


Mommy terlihat kacau karena sedari tadi menangisi menantu kesayangannya.


sedangkan Devano masih duduk tertunduk lemas seolah tulango melunak dan bibirnya keluh untuk berbicara bukan karena rasa sakit di fisiknya tapi, ia sangat khawatir dengan keadaan Kiana dan buah cintanya yang ternyata sudah tumbuh disana.


air mata Devano jatuh memikirkan hal itu, dadanya terasa sesak mengingat bagaimana Kiana tadi menahan kesakitan nya dan dia hanya mampu melihat nya saja.


sedang Mami Ningrum sudah tidak sadarkan diri diruang perawatan karena shock mengetahui keadaan Kiana.


"pasien membutuhkan donor darah Nyonya, dan untuk janinnya maaf saya belum bisa berkomentar.. tapi, dokter spesialis sudah mengambil alih, tetap berdoa agar mereka kuat!"


Devano hanya diam mendengarkan sambil mengepalkan tangannya yang bergetar hingga buku buku itu terlihat memutih.


ia berjanji setelah memastikan Kiana dan buah cintanya baik baik saja ia akan meremukkan tulang Mahendra, dan Erland eks Dani.


"go..golongan darahnya apa dok?"


"golongan darah pasien AB nyonya tidak perlu khawatir bank darah kami punya stok, sekarang pasien sudah ditangani!"


ucap Dokter itu dengan rama disertai senyum terbaiknya agar menghilangkan sedkikit kecemasan keluarga pasien, meski ia tahu betul kondisi pasien didalam sana sedang berjuang menolak undangan malaikat maut.


Mom Elle sedikit merasa lega, setidaknya tidak ada drama sinetron yang kesulitan mencari darah yang langka!


tapi tatap kekhawatiran nya tidak hilang, ia tahu kondisi Kiana sangat memprihatinkan dan janinnya sangat kecil kemungkinan untuk selamat.


ia menatap putranya yang sedari tadi hanya Diamo, seakan kehilangan jiwanya.


Mom Elle berdoa setidaknya menantunya selamat, meski besar harapan keduanya selamat semua ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dalam keluarga nya termaksud Devano jika Kiana kenapa napa.

__ADS_1


❤️


sekitar 1 jam berikutnya seorang dokter dan beberapa perawat keluar dari ruangan tempat Kiana ditangani.


"maaf keluarga pasien?? tolong ikut keruangan saya yah!" ucap Dokter spesialis itu sebelum Mom Elle bertanya.


"baik Dok!" ucap Mom Elle segera menarik lengang putranya menyusul sang Dokter.


Diruangan Dokter.


"bagaimana istri saya Dok?" akhirnya Devano membuka suaranya dengan nada bergetar.


Mom Elle hanya diam mendengarkan.


"Nona Kiana sudah melewati masa kritisnya Tuan, ia akan segera di pindahkan keruang ICU, dan syukurlah janinnya masih kuat bertahan meski masih sangat lemah!"


dada Devano menghangat mendengar ucapan dokter itu, setidaknya ia tahu istri dan buah cintanya masih bertahan.


"Dok sudah berapa bulan usia kandungan istriku?" mata Devano mulai berbinar menanyakan itu.


iya memikirkan bagaimana kelak tangan kecil buah hatinya menyentuh pipinya..


sedangkan disana Mom Elle dibuatnya meradang, benar benar suami tidak peka istri hamil dia tidak tahu..


Dokter tersenyum..


"usia kandungannya sudah memasuki pekan ke 5 Tuan"


Devano dan Mom Elle terlihat benar benar sangat bahagia.


Devano tidak menyangka hasil kerja lemburnya ternyata membuahkan hasil, ia terlalu sibuk menikmati hari dan malam panjangnya bersama sang istri sampai lupa Kiana tidak pernah datang bulan sepulang dari singapure.


ia kembali teringat, tiada hari dan malam terlewatkan tanpa bergelut dengan sang istri hingga berjam jam, apa lagi beberapa hari terakhir ini Kiana sangat agresif membuat Devano sangat bersemangat..


untung saja buah cintanya kuat dan tidak kenapa napa...


Dokter membuka map yang sedari tadi di pegangnya, dan mengambil hasil USG tadi kepada Devano.


Mom Elle sudah tidak asing lagi dengan benda itu, namun Devano mengerutkan alisnya tidak mengerti


"itu gambar bayi anda Tuan!"


"yah aku tahu.. tapi, kenapa hanya gambar gumpalan dan titik hitam yang tidak jelas?"


masa iya Dokter mau bilang kamu kan cuman masukkan cairan disana, pastilah butuh waktu merubah cairan itu menjadi gumpalan daging yang memiliki tulang..

__ADS_1


"memang seperti itu Tuan.. usia 4 pekan janin masih berbentuk embrio dan terlihat hanya titik hitam saat USG, bayi anda akan terlihat berbentuk saat usia kehamilan istri anda sudah memasuki pekan ke 7.."


Mom Elle merasa dongkol dengan kepolosan putranya, namun ia merasa senang melihat kesedihan Devano sudah hilang.


__ADS_2