SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
EKSTRA PART


__ADS_3

"restoran besar tapi pengunjungnya sedikit!"


gumam Balqis heran melihat Resto yang berdiri sepaket Hotel berbintang itu sangat sepi.


Balqis tiba tiba memikirkan kualitas makanan yang disediakan.


"nona Balqis?"


sapa seorang pelayan, membuat Balqis mengerutkan keningnya.


"saya??" tunjuk Balqis pada dirinya.


"iya, apa anda nona Balqis kakak dari nona Kiana?"


Balqis mengangguk, mungkin Kiana sudah mengabari pemilik atau pelayan restoran itu. Kiana tadi bilang itu Restoran langganannya.


Balqis belum menyadari ia sedang berada di sebuah resort besar dengan icon yang tidak asing.


"mari ikut kami nona"


ucap pelayan itu mengarahkan Balqis menuju meja yang telah disiapkan.


"silahkan tunggu disini nona, kami akan menyiapkan pesanan anda!"


pelayan itu pergi setelah berbungkuk hormat.


pengelihatan Balqis tertuju pada interior dan dekorasi restoran itu dengan wajah yang berbinar


"sangat cocok untuk dinner!"


Balqis lalu melihat menu makanan dihadapannya dan fokus menatap setiap menu yang sebagian besarnya itu adalah makanan pavoritenya membuat wanita hamil muda itu mengeces.


"kita lihat saja jika chicken massaman curry nya sesuai lidahku, lain kali aku harus mencoba menu lainnya!"


lirih Balqis seolah lupa niat awalnya untuk kembali lagi ke italia memenuhi janjinya untuk membantu Ferrando membangun bisnis di dunia kuliner.


tiba tiba beberapa orang masuk mengalihkan perhatian Balqis.


Balqis terkejut saat melihat salah satu dari mereka, orang yang tidak ingin ia temui


Balqis bergegas mengangkat kertas menu makanan itu untuk menutup wajahnya.


jantungnya berdetak kuat saat orang orang itu berjalan semakin dekat kearahnya.


"sayang kau sudah lama!"


Bariton itu membuat jantung Balqis solah berhenti.

__ADS_1


tidak dia bukan bicara padaku, Balqis masih diam dan pura pura tidak terpengaruh dengan suara itu.


namun ia sangat terkejut saat kertas yang ia gunakan menutupi wajahnya di tarik seseorang hingga seluruh wajahnya terlihat.


tiga orang yang berdiri disana terlihat bingung melihat wajah Balqis.


kecuali Erland dan asistennya yang menatapnya dengan senyuman.


iblis ini kalau aku tidak pernah merasakan sendiri kekejamannya aku akan terperdaya lagi


"kenalkan ini istri saya Balqis Apri Lea" ujar Erland dengan santai, tidak peduli dengan wajah Balqis yang blong lepas kontrol saat mendengar kalimat itu dari mulut sam pah Erland.


"ahhh jadi nama resort ini terinspirasi dari nama istri anda BALQIS DREAM RESORT, anda ini memang suami idaman semua wanita Tuan Erland!" ucap klien wanita Erland memberi pujian. tapi,


entah mengapa ia merasa istri kliennya itu terlihattidak senang dengan pertemuan mereka.


"anda bisa saja nona Floor, sayangnya saya hanya ingin menjadi impian istriku saja!"


balas Erland membuat semua tersenyum kecuali Balqis.


Erland mempersilahkan kliennya duduk, sebelum duduk disamping sang istri yang masih zonk


"maaf sepertinya kalian salah orang, silahkan lanjutkan acara kalian!" ucap Balqis setelah lama diam dan mendapatkan akal sehatnya lagi


namun Erland dengan cepat menangkap tangannya, ia yakin dibalik kerapuhan Balqis ia adalah wanita cerdas dan tidak akan membuatnya malu.


"maaf, istri saya memang suka bercanda itulah yang membuatku tergila gila padanya!"


kau memang tergila gila padaku breng sek, tergila gila ingin membunuhku


asisten Erland hanya diam karena sudah tau permasalahan Tuan dan Nyonya nya tapi ke tiga klien mereka terlihat senyum canggung.


"Nyonya Balqis ini ada ada saja, kasian Tuan Erland selalu dibercandain, padahal Tuan Erland ini sudah menyerahkan semua pada nyonya Balqis!"


ucap Floor klien Erland yang dapat menangkap wajah Balqis yang tidak sedang bercanda.


Balqis mengernyit dengan ucapan klien suaminya yang terlihat sok akrab itu, apa yang sudah Erland berikan selain sete tes spe rmanya yang tidak sengaja ia buang dirahim Balqis.


namun Balqis kembali mengingat nama resort yang disebutkan wanita itu tadi, menumbuhkan rasa penasaran di hatinya.


ia kembali menatap Erland yang seakan memohon untuk ia tinggal.


mau tidak mau, Balqis menunggu sampai urusan Erland dengan kliennya selesai,


laripun pasti orang orang Erland akan menahannya diluar, salahkan ia keluar tanpa meminta pengawalan dari orang orang Devano atau Papi.


jika restoran ini memang dikelola Erland, pasti Kiana taukan?

__ADS_1


dan pertemuan secara kebetulan ini bahkan sangat muda ditebak Shinichi Kudo siapa sutradaranya.


Dari semua yang Balqis dengar dan lihat dari pertemuan Erland dengan kliennya yang disertai makan malam itu ia dapat menyimpulkan pria itu mengalihkan semua aset asetnya atas nama Balqis.


yah Balqis tertahan disana sampai malam.


kenapa aset aset ini ada namaku dan harus melalui persetujuan ku, permainan apa yang kau mainkan Erland?


"terima kasih nona Balqis, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar" ucap Floor yang didampingi asistennya


"ia terima kasih nona, tuan Erland saya senang bekerja sama dengan anda!"


ucap Klien pria yang datang sendiri.


lalu meninggalkan Erland, dan Balqis.


"Martin!" ucap Erland pada asistennya yang bertubuh tegak itu.


"baik Tuan!" ucap sang asisten membungkuk lalu pergi dari sana


Balqis tidak heran lagi melihat Martin asisten Erland itu yang sepertinya memiliki ilmu batin bisa membaca keinginan Tuannya tanpa harus Erland katakan.


"sekalipun kau memaksaku ku kembali, aku akan melakukan semua cara untuk pergi lagi.. jadi sebaiknya biarkan aku pergi!"


ucap Balqis tegas tidak ada lagi air mata yang ia keluarkan dan ketakutan seperti saat ia bertemu Erland di itali saat itu.


4 bulan cukup membuatnya menjadi lebih tegar.


"dan seberapa banyak kau pergi aku akan tetap membawamu pulang! jadi sebaiknya jangan berfikir untuk pergi lagi dariku.."


Balas Erland dengan tatapan lembutnya, tatapan yang tidak pernah Balqis lihat kecuali Erland dulu menatap Kiana.


"dengan menatap ku seperti itu, kau berharap aku akan menganggap mu sedang jatuh cinta padaku? dan aku akan muda kembali pada pria kejam seperti mu? tidak akan!"


bukannya menjawab Erland mala mencium bibir Balqis


"jangan kurang ajar Tuan Erland!" pekik Balqis mendorong Erland dengan keras


Erland menyentuh bibir Balqis dengan telunjuknya


"sssstt.. jangan membuatnya takut dengan teriakanmu!"


tiba tiba tubuh Balqis membatu saat tangan Erland menyentuh perutnya.


pria itu mengusap perut Balqis yang diam membatu, kemudian tunduk mencium perut yang mulai buncit itu.


cairan bening lolos di wajah pria itu.

__ADS_1


__ADS_2