
selamat membaca.
jangan lupa like, komen, vote, dan ratenya.. 😘
.
.
.
"hai cantik.." untuk pertama kalinya Balqis menemui Kiana setelah kejadian seminggu lalu..
wanita itu terlihat baik baik saja dengan riasan dan balutan baju pengantin
seolah tidak terjadi apa apa, berbeda dengan Kiana yang terlihat berantakan, dan tidak memiliki semangat hidup.
hari ini adalah acara ijab kabul dan resepsi pernikahan Balqis dan Devano.
rasa bersalah, namun juga terluka melihat mereka akan menikah membuat Kiana memohon pada Tuhan untuk mengambilnya saat itu juga.
"Kakak!" mulutnya keluh mengeluarkan kata kata itu.
air matanya menggenang melihat siapa yang menemuinya, ia sangat merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi, namun sisi buruknya menginginkan pernikahan kakak dengan orang yang sangat ia cintai tidak pernah ada.
ia juga sudah tahu keputusan orang tua mereka, untuk menjadikannya istri kedua Devano nanti.
__ADS_1
"sudah kakak tidak apa apa, bukankah kita adalah best sister? maaf beberapa hari ini kakak egois dan mendiamkanmu!"
Kiana menggeleng menangis, ia beranjak dan memeluk erat saudarinya itu... lihatlah bahkan setelah apa yang ia lakukan kakaknya itu masih berlapang dada mengajaknya bicara.
"maafin Kiana kak!"
"tidak apa apa, salama ini kamu sudah mau berbagi apa yang kamu miliki untuk kakak.. jadi kakak ikhlas berbagi suami denganmu!"
ohh Tuhan, kenapa rasanya begitu sakit mendengar ucapan itu keluar dari mulut balqis!
"kakak_" lirih Kiana, entah apa yang harus ia katakan!
andaikan boleh ia menawar ia hanya tidak ingin menjadi istri kedua dan berbagi satu pria dengan kakaknya sendiri.. namun siapa yang akan bertanggung jawab kepadanya jika bukan Devano dan juga tidak mungkin ia egois meminta kakaknya mengalah!
kenapa takdir begitu buruk untuknya...
Kiana hanya mengangguk bahkan ia tidak sanggup ikut turun melihat kebahagiaan keluargannnya...
tidak berselang lama mom Elle masuk dan menemuinya membawa nampan makanan dan vitamin, menatapnya sangat iba dan penuh penyesalan.
"sayang kamu makan lalu minum vitaminnya yah!"
"terima kasih mom, mami dimana?"
"mami dibawa menemani kakakmu nak!"
__ADS_1
"mim sendiri tidak turun?"
"mom ingin disini saja!" Mom Elle tidak sanggup meninggalkan wanita muda yang terlihat memprihatinkan itu sendiri.
"mommy turun saja, apa kata orang kalau mom tidak mendampingi mereka disana."
"tapi sayang"
"Kiana baik baik saja Mom, Kiana juga ingin istrahat!" Kiana mencoba memberi senyum terbaiknya.
Mom Elle akhirnya mengangguk ia paham, mungkin Kiana ingin menyendiri.
"tapi tolong habis makanannya yah sayang!" Mom Elle mencium kening Kiana sebelum ia keluar dengan perasaan sedih dan khawatir.
acara ijab kabul akan berlangsung dilantai satu rumah itu.
Kiana yang sudah memirkirkan keputusan yang akan diambilnya beberapa hari ini, membulatkan tekad untuk pergi dari rumah itu.
ia tidak ingin menjadi orang ketiga dalam pernikahan kakaknya nanti, ia tahu ini semua kesalahannya jadi biarkan ia menanggung resikonya sendiri.
ia juga merasa mami apa lagi papinya sudah sangat kecewa padanya, ia sangat merasa bersalah jika papi harus menanggung malu atas kesalahannya.
Kiana juga tahu Papi sangat malu jika anaknya menjadi istri kedua.. itu yang tidak sengaja Kiana dengar saat papi dan maminya berdebat didepan pintu kamarnya beberapa hari lalu.
usia muda, dan fikiran labilnya memang belum bisa membuatnya bersikap dewasa seperti Balqis, namun ia memilih untuk keluar dari rumah itu dulu...
__ADS_1
meski ia tidak tahu kemana takdir akan membawanya.