SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KEADAAN ALDO


__ADS_3

didalam toilet


tawa Aldo yang tadi terlihat sangat nyaring, tiba tiba berangsur menjadi seperti ringisan ia sambil membenturkan kepalanya ditembok, mata pria itu terlihat mendung dengan berjuta kesedihan meski ia tetap tersenyum getir.


demi apapun jauh dilubuk hati pria tampan itu, ia tidak akan rela melihat Hilda bersama pria manapun termaksud adiknya..


namun takdir sangat tidak bersahabat padanya, saat ia memiliki alasan untuk bertahan hidup justru ia kembali dilemahkan oleh alasan itu sendiri.


dan cepat atau lambat iapun akan meninggalkan wanita itu, dan ia tidak ingin wanita itu semakin jatuh terlalu dalam dengan harapan yang Aldo tak mampu berikan.


Aldo menguatkan hatinya kemudian berjalan keluar dari ruang sempit itu..


namun baru saja beberapa langkah..


ia kembali merasa mual, dadanya terasa sesak, dan sakit, keringat dingin bercucuran..


dug..


dug..


dug..


irama jantungnya terdengar tak beraturan hingga...


Brukkk


ia terhempas kelantai tak mampu menopang tubuhnya lagi..


"kemari sayang..."


bayangan wanita paruh baya dengan dres putih terlihat mengulurkan tangannya kearah Aldo dibalik pencahayaan yang sangat kontras


"Ma_ma"

__ADS_1


lirih Aldo sebelum semuanya menjadi gelap, hilang ditelang gulita!


*


*


*


"sejak kapan?"


tanya pria paruh baya itu dengan suara yang bergetar menatap wanita yang baru beberapa jam lalu dikenalkan putranya pada mereka.


dengan jas putih kebesarannya Claudia sekarang duduk dihadapan Papah Lukman dan Mama Sandra dalam ruangan disalah satu rumah sakit.


tangan Papah Lukman membuka lembaran demi lembaran laporan medis anak sulungnya itu..


dan tangan mam Sandra terus mengelus lembut punggung sang suami untuk memberi ketenangan, meski ia sendiri merasa sangat bersedih dan terpukul saat ini.


"sejak kami kuliah dia sudah sering mengalami gejalanya Om hanya saja dia terlalu meremehkan dan mengacukan ketidak nyamanannya, dan kami baru tahu dua tahun lalu saat saya mendapati dirinya pingsan sendiri dikediamannya, hari itu saya membawanya langsung kerumah sakit dan melakukan pemeriksaan lengkap, dan disana saya mengetahui penyakit jantung bawaannya sudah sangat parah! namun lagi lagi saat dia sadar dia meminta kami tak perlu mengkhawatirkannya dan juga meminta kami merahasiakan hasil pemeriksaannya!"jelas Claudia panjang lebar


"sabar pahh, kau seperti sedang mendoakan anak kita yang tidak tidak!" kesal Sandra dengan ucapan suaminya!


"tapi pasti ada penyembuhannya kan Clau?? kami ingin kamu dan tim dokter melakukan yang terbaik!" pinta mam Sandra lembut namun ada ketegasan didalamnya


"kondisinya semakin hari semakin menurun dalam dua tahun ini tante, dan satu tahun belakangan ini dia bertahan hanya karena obat dan alat medis saja! itupun bekerja tidak maksimal dan tidak mengurangi penyakitnya, obat dan alat menis itu hanya menghambat hal yang tidak diinginkan untuk cepat terjadi... dan melihat kondisinya sekarang dari pantauan saya beberapa bulan belakangan ini seharusnya dia segera melakukan transplantasi jantung agar ia bisa tetap bertahan, namun kami belum mendapat pendonor..."


ucap Claudia panjang lebar meski sesak mengatakan hal ini, namun itulah fakta yang berhak diketahui keluarga Aldo.


jelas saja Lukman melongo dengan rasa sesak didadanya ia merasa tidak percaya dengan omong kosong Claudia, ia ingat meski ia jarang bersama dan bertemu dengan putranya itu.. lukman tahu bagimana kinerja kerja Aldo selama ini ditangan Bastian dan anaknya Devano, tidak ada yang menandakan Aldo sedang bersitegang dengan malaikat maut.


siapa sangka yang dianggap suplemen yang biasa Aldo minum selama ini ternyata adalah obat untuk mereda rasa sakit didadanya yang kadang menyerang secara tiba tiba.


bahkan dirumah Aldo tersedia alat medis dan seorang dokter yang selalu stay bernama Michael bersama Claudia untuk mendampingi Aldo beberapa bulan belakangan ini..

__ADS_1


"periksa kecocokan jantung saya sekarang!" ucap Lukman tegas membuat bola mata Sandra dan Claudia melotot.


"Pah??"


"maa... maaf om tapi untuk melakukan donor jantung kita harus mengikuti prosedur rumah sakit!" ucap Clau hati hati.


"aku akan mengikuti semua prosedurnya!" ucap Papah Lukman tegas, ia telah berjanji pada mendiang istinya untuk selalu melindungi anaknya, walau selama ini ia sudah membuat Aldo marah dan pergi darinya karena merasa Lukman telah melupakan ibunya.


membuat Lukman akan semakin menyesal jika akan sulungnya itu kenapa napa.


"donor jantung hanya bisa dilakukan pendonor yang sudah mati namun jantungnya masih berfungsi atau orang yang dalam kematian otak Om!"


"aku tidak peduli lakukan sekarang!" pekik Lukman membuat Sandara hanya mampu meremas dadanya ia tidak bisa menghentikan suaminya saat ini.


"ba..baik Om, kita tunggu Dok Michael dulu!"


*


*


*


Sepasang mata tedu yang sudah sembab menatap pria didalam ruangan yang terhalang dengan dinding kaca..


dadanya pilu, tatapanya kosong dan hatinya tercabik cabik mengetahui keadaan pria yang dianggapnya breng sek itu terbaring lemah didalam sana..


pria yang seperti memiliki banyak nyawa dengan keangkuhan saat berhadapan dengannya, ternyata hanyalah manusia yang menunggu detik malaikat maut menjemputnya.


"apa kau akan sepilu ini jika aku yang terbaring disana?" baritone maskulin itu menyadarkannya.


ada kesedihan melihat saudara seayahnya itu terbaring lemah didalam sana, bagaimanapun darah mereka sama.


namun, melihat wanita yang dicintainya mengkhawatirkan bahkan menangisi pria lain menumbuhkan luka yang tidak berdarah didadanya.

__ADS_1


Hilda menatap Zetno yang memberinya pertanyaan begitu sederhana namun jelas mengandung banyak opini didalamnya, dan Hilda tak mampu memberikan jawaban apapun, selain mata yang mengisaratkan ketakutan dan kesedihan.


tenang Hil.. kalau mood kk Vie baik, kk Vie akan bantu sembuhin babang Aldo dengan mantra mujarab tapi ehh tapi..... Vie butuh sajen dulu dari pembaca 😅🤭🤭


__ADS_2