SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
MENYERAHKAN DIRI


__ADS_3

HAPPY READING..


ABIS TEGANG TEGANG OTHOR KASI TREVELIN DULU DEHH OTAK READER 😂


SILAHKAN DISKIPPP,,, BACANYA MALAM AJA, BIAR PUASA KAGAK MAKRU 😘😚😚


.


.


.


.


.


"kia... Kia... kamu didalam nak?" suara Mom Elle menyadarkan Kiana yang sedang mematung terkejut didalam sana.


ia segera bangkit dan menetralkan perasaannya..


"i.. iya Mom"


"kamu kok lama banget nak, cepat buka pintunya!" suara Mom Elle terdengar khawatir..


Kiana membuka pintu toilet menutupi keterkejutannya dengan menunjukkan senyum terbaiknya.. ia belum siap mengatakan apa yang baru ia saksikan pada Mom Elle.


"kamu kenapa?" Mom Elle menatapnya dengan menyelidik.


"enggak pa pa mom" Kiana nyengir kuda dan menarik mom Elle keluar, berharap balqis sudah tidak disana.


*****


Mereka tiba dirumah saat sore hari


Kiana sekarang berendam didalam bathup sudah hampir sejam ia didalam sana sambil terus memikirkan apa yang ia dengar dan lihat siang tadi..


akal sehatnya belum mampu menerima kenyataan jika Balqis sosok wanita sempurna yang sangat dikaguminya bisa mengkhianati Devano..


namun ia kembali berfikir mungkin ini karma untuk Devano karena ia juga menikahinya diam diam, yang berarti Devano juga tidak jujur dan mengkhianati Balqis.

__ADS_1


ditambah lagi ucapan pria yang bersama Balqis terus terngian di telingannya.


Balqis hamil anak pria itu?? tapi bisa jadi itu juga anak Devano!


Kiana benar benar bisa gila memikirkan itu semua.


tanpa sadar ia merosotkan tubuhnya, dan menenggelamkan dirinya didalam bathub.


"apa yang kau lakukan?" Baritone itu mengejutkannya, bersamaan ia refleks terangkat dari dalam air.


"uhuk.. uhukk.."


belum hilang keterkejutannya Kiana sudah berada digendongan Devano dengan keadaan telanjang.


bagaimana pria itu bisa selalu muncul tiba tiba mengejutkannya.


"tu..turunkan aku!"


Devano tidak peduli dan segera membawanya keluar dari kamar mandi.. Kiana benar benar merasa malu.


"Kiana kamu bosan hidup? jangan seperti ini!" suara Devano menggelegar sambil meletakkan Kiana diatas tempat tidur dan membalutnya dengan selimut..


bahkan tubuh Kiana sudah menggigil kedinginan, karena air yang digunakan berendam sudah dingin.


"dengar! apapun yang kamu lakukan, aku tidak akan melepaskanmu Kiana!"


Pria itu memeluk posesif Kiana, entah kenapa Kiana merasa senang dengan sikap Devano itu.


"ku mohon Kiana beri aku sedikit waktu lagi!"


apapun maksud ucapan Devano itu, Kiana hanya mengangguk.


Devano merasa angin segar menerpanya, untuk pertama kali Kiana mengangguk nenurutinya.


Cup.


Devano mengecup lama bibir dingin itu..


Kiana hanya membiarkannya, dalam hati kecilnya ia juga menginginkan sentuhan pria tampan yang sudah sah menjadi suaminya itu.

__ADS_1


ia menyingkirkan semua beban fikiran tentang Balqis..


Devano yang merasa Kiana memberinya peluang tentu saja tidak menyia nyiakan kesempatan itu. dan mulai bergerak lebih jauh..


❤❤


kamar itupun mulai dihiasi suara lenguhan tertahan yang terus keluar dibibir mungil Kiana saat Devano bergerak mempermainkan area sensitivenya dengan tangan dan bibirnya.


"mas.." rengek Kiana tidak tahan.


Devano tersenyum puas, akhirnya Kiana menyerahkan tubuhnya dengan suka rela.


"kenapa sakit?" goda Devano pura pura tidak mengerti, sambil terus memainkan tangannya dibawa sana.


"Ki_Kia" Kiana benar benar malu meminta Devano untuk segera memasukinya.


"kenapa sayang? bilang sama Mas!" goda Devano, ingin rasanya Kiana membantingnya dan mengambil kendali permainan itu.


kedua kaki Kiana mencengkram tempat tidur dan membusungkan dadanya naik turun, membuat Devano sangat gemas dan juga tidak sanggup lagi menahan untuk tidak meyatuhkan tubuhnya dengan tubuh indah itu.


dengan sekali hentakan Devano menguasai tubuh mungil itu.


"arghhhhh..." erangan panjang Kiana bergetar menerima pelepasan pertamanya saat Devano memasukinya dengan paksa.


sakit, namun nikmat menjadi prisa utama permainan sore hari itu.


Devano tidak memberi kesempatan Kiana untuk beristrahat.. ia terus menghujamnya dengan hentakan..


ia bahkan mencoba beberapa gaya baru, membuat Kiana ikut menggila sambil temeracu


Devano tidak akan mampu mengendalikan dirinya lagi jika sudah terjepit tubuh mungil itu, semakin Kiana merengek, meringis dan mendesah semakin buas Devano menghujamnya.


"Kiana.. Ki_" Devano meracu sambil terus menghujamkan dirinya lebih dalam menikmati hantaman kenikmatan yang menyerang setiap inci tubuhnya..


rasa ingin meledak sudah sampai hingga keubun ubun..


tidak tertahan lagi.


hingga satu hentakan kasar dan dalam terakhir diiringi erangan panjang keduannya, mengakhiri permainan itu.

__ADS_1


"massss"


"Kianaku.... Cup"


__ADS_2